Stabilitas.id — Aice Group sukses memperkuat posisinya sebagai penguasa pangsa pasar ritel makanan beku melalui ekspansi masif jaringan distribusi berbasis rantai dingin (cold-chain distribution). Hingga saat ini, perusahaan berhasil mengonsolidasikan lebih dari 400.000 mitra usaha, yang terdiri dari pelaku usaha mikro, warung tradisional, hingga jaringan ritel modern (modern trade) di seluruh yurisdiksi Indonesia.
Pengembangan infrastruktur logistik ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran penjualan produk, melainkan telah bertransformasi menjadi motor penggerak ekosistem ekonomi lokal yang menopang ketahanan pendapatan harian pedagang kecil di berbagai daerah.
Manajemen menilai, penguatan rantai pasok beku terintegrasi merupakan draf strategi krusial untuk menaklukkan kompleksitas geografis dan tantangan iklim tropis ekstrem di Indonesia, guna menjamin kualitas dan keamanan pangan (food safety) produk hingga ke tangan konsumen akhir. Demikian disampaikan dalam keterangan resmi perusahaan yang diterima Stabilitas di Jakarta, Sabtu (30/5/2026).
Langkah taktis Aice dalam memperluas penetrasi pasar ini sejalan dengan cetak biru industri es krim global yang kini bergerak dinamis menuju produk yang lebih sehat (healthier products), kaya inovasi rasa, serta pemenuhan standar higienitas siber yang ketat.
Kawasan Asia Pasifik saat ini kokoh bertengger sebagai pasar es krim terbesar di dunia. Lonjakan permintaan di regional ini didorong oleh draf akselerasi urbanisasi, pergeseran gaya hidup urban, ekspansi gerai ritel modern, serta tingginya draf ekspektasi konsumen terhadap varian produk konsumsi yang adaptif dan bernutrisi.
Keberhasilan memadukan pertumbuhan profit komersial dengan aspek keberlanjutan lingkungan dan tata kelola (ESG) membawa Aice sukses mengantongi penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026.
Chief Executive Officer atau perwakilan manajemen Aice Group Sylvana menegaskan, draf apresiasi TOP CSR Awards 2026 ini bukan sekadar piagam pengakuan atas draf program jaminan jaring pengaman sosial yang dijalankan perusahaan, melainkan menjadi refleksi atas komitmen hulu-hilir korporasi dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan.
Aice berkomitmen untuk terus mengucurkan investasi pada draf riset komoditas bahan baku lokal, memodernisasi efisiensi energi mesin pabrik, serta memperluas pembagian fasilitas mesin pendingin (freezer) gratis bagi warung-warung tradisional guna mengerek daya saing digital UMKM daerah.
“Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini. Menatap prospek ke depan, Aice akan terus berupaya menghadirkan inovasi produk yang relevan dengan kebutuhan kesehatan konsumen Indonesia, sekaligus memperkuat investasi perusahaan dalam membangun draf arsitektur industri makanan modern yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan,” pungkas Sylvana.***






.jpg)










