• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Advetorial

Transformasi PT Pos untuk Jadi Pemain Regional

oleh Sandy Romualdus
1 Desember 2011 - 00:00
5
Dilihat
PT Pos Segera Buka Agen Pos di 24 Ribu Pesantren NU
0
Bagikan
5
Dilihat

Dinamika di industri jasa pengiriman berkembang mengikuti perkembangan teknologi dan komunikasi. Demi terus bertahan dalam perubahan dan perkembangan itu, PT. Pos Indonesia terus melakukan transformasi baik produk maupun jasa layanan. Pengalaman masa lalu pun menjadi pijakan untuk mengembangan PT. Pos Indonesia ke depan

Siapa di antara kita yang tidak mengenal PT Pos Indonesia. Perusahaan milik negara yang pada 26 Agustus silam genap berusia 265 tahun itu tidak terpisahkan dari evolusi komunikasi di Indonesia. Ketika surat menyurat masih populer, kehadiran “tukang Pos” yang setia mengantar surat dan paket sampai ke tujuannya selalu dinanti.

Tidak hanya itu, sebagai sebuah entitas, Pos Indonesia selama lebih dari dua setengah abad telah membuktikan ketangguhan untuk menghadapi berbagai tantangan. Berdiri pada zaman sebelum kemerdekaan, PT Pos kemudian menjadi salah satu simbol perjuangan. Kemudian pasca kemerdekaan, PT Pos selalu menemani denyut nadi kehidupan masyarakat dan kemudian menjadi pelayan komunikasi di antara warga masyarakat dan antara masyarakat dengan Pemerintah.

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Sejarah panjang inilah yang dijadikan modal berharga bagi badan usaha milik negara itu untuk menata masa depannya. Tidak berlebihan jika kemudian dalam perayaan ulang tahun ke-265 tahun diangkat tema learning from the past, developing for the future.

Kalimat singkat itu menegaskan mengenai upaya PT Pos menghadapi perubahan, langkah transformasi yang dilakukan dan cita-cita yang ingin dicapai. “Kami memanfaatkan waktu yang lama itu untuk belajar tentang bagaimana PT Pos Indonesia bisa bertahan hidup, menghadapi berbagai situasi dan perubahan. Satu hal yang kami rasakan adalah ternyata PT Pos Indonesia selalu mempunyai nilai yang bisa dimanfaatkan untuk mendahului jamannya,” tandas Wakil Direktur Utama PT Pos Indonesia Sukatmo Padmosukarso.

Oleh karena itu saat dunia berubah dengan munculnya revolusi teknologi informasi yang mengikis kegiatan surat menyurat secara fisik dan digantikan dengan e-mail, telepon atau layanan pesan singkat, PT Pos tidak gamang. Dengan mentransformasikan dirinya menghadapi perubahan itu, PT Pos terbukti bertahan.

Kuncinya adalah memanfaatkan nilai-nilai yang sudah meresap di dalam diri PT Pos sendiri selama ini. Ya, badan usaha yang ternama dengan simbol burung merpati ini bertumpu pada empat nilai-nilai yang digunakan sebagai sumber kekuatan.

Pertama, kekuatan fisik berupa jaringan kantor di seluruh Indonesia. Kedua, jaringan fisik yang terhubung lewat moda transportasi darat, laut dan udara. Ketiga, jaringan virtual seiring dengan teknologi komunikasi yang canggih dan keempat berupa sumber daya manusia yang sudah teruji.

Transformasi PT Pos yang pada 1995 berubah bentuk menjadi Perseroan Terbatas terlihat dari produk-produk yang dikembangkan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Sebut saja jasa pengiriman uang lewat Wesel. Kalau dulu, dalam proses pengiriman wesel harus tersedia kertas yang dikirim kemudian ketika sampai di tempat tujuan, sebagian kertasnya disobek, baru uangnya dibayar.

Tetapi sekarang dengan adanya teknologi pengiriman data secara virtual, waktu yang dibutuhkan semakin singkat. Pelanggan tinggal datang ke kantor pos, kirim uang, kemudian mendapat nomor identitas pribadi atau PIN, pada saat yang sama juga menghubungi orang yang dituju untuk langsung mengambil uang di kantor pos terdekat hanya dengan menunjukan nomor PIN yang telah dikirim.

Demikian juga dengan pengiriman paket. Pelanggan Pos sekarang ini sudah bisa memantau perjalanan barang hingga sampai ke tempat tujuan. “Ini dimudahkan karena setiap kali barang tersebut berpindah, barcode-nya akan ditembak sehingga akan dengan mudah terdeteksi sudah sampai mana,” kata Sukatmo. Selain itu seiring dengan surat-menyurat yang sudah mulai ditinggalkan, perseroan yang mendapat penghargaan dari Indonesia Brand Champion 2011 sebagai The Best Popular Logistic & Best Logistic telah mengembangkan produk AdMail.

Sukatmo menerangkan, jika sebuah perusahaan sebut saja Bank Mandiri hendak menerbitkan surat tagihan kartu kredit atau mengirim PIN dan lainnya kepada nasabah, tidak perlu lagi repot mencetak surat dan menyewa kurir mengantarnya. “Serahkan semua itu ke PT Pos yang sudah memiliki pabrik yang dinamakan AdMail. Bank Mandiri cukup memberikan database dalam bentuk USB, lalu PT.Pos Indonesia yang akan mencetaknya, memasukannya ke amplop dan mengirim kemudian memberi laporan. Semuanya diselesaikan di kantor pos,” jelas Sukatmo yang sebelumnya lama menggeluti profesi sebagai bankir ini.

Bahkan Sukatmo mengatakan bahwa produk unggulannya itu telah berpengalaman dalam mendukung berbagai aktivitas usaha, baik di harus tersedia kertas yang dikirim kemudian ketika sampai di tempat tujuan, sebagian kertasnya disobek, baru uangnya dibayar. Tetapi sekarang dengan adanya teknologi pengiriman data secara virtual, waktu yang dibutuhkan semakin singkat. Pelanggan tinggal datang ke kantor pos, kirim uang, kemudian mendapat nomor identitas pribadi atau PIN, pada saat yang sama juga menghubungi orang yang dituju untuk langsung mengambil uang di kantor pos terdekat hanya dengan menunjukan nomor PIN yang telah dikirim.

Demikian juga dengan pengiriman paket. Pelanggan Pos sekarang ini sudah bisa memantau perjalanan barang hingga sampai ke tempat tujuan. “Ini dimudahkan karena setiap kali barang tersebut berpindah, barcode-nya akan ditembak sehingga akan dengan mudah terdeteksi sudah sampai mana,” kata Sukatmo.

Selain itu seiring dengan surat-menyurat yang sudah mulai ditinggalkan, perseroan yang mendapat penghargaan dari Indonesia Brand Champion 2011 sebagai The Best Popular Logistic & Best Logistic telah mengembangkan produk AdMail.

Sukatmo menerangkan, jika sebuah perusahaan sebut saja Bank Mandiri hendak menerbitkan surat tagihan kartu kredit atau mengirim PIN dan lainnya kepada nasabah, tidak perlu lagi repot mencetak surat dan menyewa kurir mengantarnya. “Serahkan semua itu ke PT Pos yang sudah memiliki pabrik yang dinamakan AdMail. Bank Mandiri cukup memberikan database dalam bentuk USB, lalu PT.Pos Indonesia yang akan mencetaknya, memasukannya ke amplop dan mengirim kemudian memberi laporan. Semuanya diselesaikan di kantor pos,” jelas Sukatmo yang sebelumnya lama menggeluti profesi sebagai bankir ini.

Wakil direktur PT.POS

Sukatmo Padmosukarso, Wakil Direktur Utama PT. POS

 

Jejak Langkah Sang Merpati

Pos Indonesia adalah penyelenggara layanan pos yang telah beberapa kali mengalami perubahan status dimulai dari Jawatan PTT (Post, Telegraph dan Telephone) yakni badan usaha yang dipimpin oleh seorang Kepala Jawatan dan operasinya tidak bersifat komersial dan fungsinya lebih diarahkan untuk mengadakan pelayanan publik. Hingga kini, statusnya telah lima kali mengalami perubahan sampai pada status Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero).

PT Pos yang memiliki simbol burung merpati memiliki jaringan yang semakin berkembang dan sampai sekarang terdapat sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau seluruh kota atau kabupaten di Indonesia, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, serta lokasi transmigrasi. Pemanfaatan teknologi telah membangun 3.800 kantor pos online, dilengkapi sejumlah electronic mobile pos di beberapa kota besar. Jaringannya membentuk rantai yang terhubung satu sama lain secara solid dan terintegrasi, dilengkapi dengan sistem Kode Pos yang mampu mengidentifikasi secara akurat setiap jengkal alamat.

Bisnis operator perposan terkemuka ini terbagi menjadi 3 (tiga) bisnis utama, yakni mail (surat dan paket), logistik, dan jasa keuangan. Di bidang jasa keuangan, kesuksesannya dibidang jasa keuangan yang tahun ini terlihat tumbuh cukup tajam, hingga optimis memposisikan Pos Indonesia sebagai National Payment System.

Perusahaan ini sekarang telah menjadi “the bank for the unbank society”. Unbank society atau cash based society yang berjumlah sekitar 200 juta dibanding 40 juta penduduk yang memiliki rekening bank, kelompok menengah ke bawah mayoritas berdomisili di wilayah pedesaan menjadi sasaran dan target.

Untuk urusan bisnis logistik, ketersebaran jaringan di Nusantara membuat PT Pos Indonesia optimistis akan dapat berperan sebagai “National Backbone Logistic” yang mampu mendukung pergerakan bisnis dan pertumbuhan industri dari Papua sampai Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

MENGEDEPANKAN MANAJEMEN RISIKO

Langkah PT Pos tidak berhenti sampai di situ. Demi menyongsong perubahan dan persaingan bisnis yang makin sengit di masa-masa mendatang, perseroan kembali merumuskan visi dan misi baru untuk masa 2011-2015. Dengan makin banyaknya kompetitor dan makin tingginya kebutuhan akan kecepatan dalam pelayanan, motto yang diangkat perseroan pun makin meyakinkan yakni Tepat waktu setiap waktu. “Kompetitor kita memang lebih cepat karena jumlahnya sedikit dan dalam dalam beberapa tahun terakhir dipersepsikan PT Pos lamban, tidak konsisten. Kita mau mengubahnya dan mau mengatakan bahwa kita bisa tepat waktu, cepat dan aman dan terpercaya. Ini suatu nilai yang ingin kita jual,” jelas Sukatmo mengenai makna dari motto perseroan.

Dengan belajar dari pengalaman masa lalu, perseroan yang kini di bawah manajemen baru juga melakukan terus transformasi. Salah satu yang dilakukan adalah dengan mengedepankan manajemen risiko. Kerugian yang dialami perseroan pada periode-periode sebelumnya salah satunya diakibatkan oleh kurang mampunya mengantisipasi risiko dari munculnya perubahan pasar, situasi sosial dan ekonomi dan lainnya.

Oleh karenanya ketika manajemen baru dilantik pada 2009 silam, mandat dari pemegang saham sangat jelas yakni melakukan revitalisasi sehingga menjadi perusahaan yang menguntungkan. Dan sejalan dengan itu, kini PT Pos mengembangkan manajemen risiko untuk mengantisipasi risiko-risiko seperti rusak, tidak tepat sasar, lamban dan lainnya.

Menurut Sukatmo meski risiko yang menonjol di usaha titipan ini adalah risiko operasional tetapi risiko ini sangat kompleks bahkan melebihi semua risiko yang ada di perbankan. Saat ini manajemen risiko bergabung dengan divisi kepatuhan (compliance) yang berhubungan dengan Good Corporate Governance.

Untuk membentengi manajemen risiko di PT Pos, saat ini manajemen tengah fokus pada penguatan first line of defence. Akhirnya yang menjadi muara dari semua itu adalah cita-cita untuk menjadikan PT. Pos Indonesia sebagai jadi perusahaan yang lebih sehat dan menguntungkan. Juga menjadikan PT Pos sebagai perusahaan terkemuka dalam layanan jasa kurir, jasa transaski keuangan dan perusahaan pos dan telekomunikasi terbesar di Asia tenggara.SP/adv

 
 
 
 
Sebelumnya

WOM Bayar Utang Obligasi Rp590 miliar

Selanjutnya

Tekan NPL, Mandiri Restrukturisasi Kredit 144,5 Juta Dollar AS

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

Bank Kalteng: Membangun Fondasi Masa Depan, Menjadi Bank Kebanggaan

oleh Sandy Romualdus
15 Juni 2025 - 09:57

Bank Kalteng terus mengoptimalkan kekuatan lokal untuk meningkatkan daya saing di tingkat nasional dan bahkan global. Untuk  mewujudkan tujuan menjadi...

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

PT BANK ACEH SYARIAH : Menjadi Bank Terkemuka dalam Membangun Serambi Mekkah

oleh Sandy Romualdus
28 Agustus 2023 - 13:22

Bank Aceh Syariah terus melakukan perubahan demi membangun ekonomi di Bumi Serambi Mekkah. Setelah berhasil melakukan transformasi digital, manajemen bank...

Gubernur BI Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan

Bank Indonesia Tahan Suku Bunga Acuan di Level 3,50%

oleh Stella Gracia
25 Mei 2021 - 16:11

JAKARTA, Stabilitas.id -- Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate pada level 3,5...

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

OVO dan Bosowa Taksi Jalin Kerja Sama Pembayaran Digital

oleh Admin Stabilitas
13 Februari 2019 - 00:00

Mengukuhkan diri sebagai platform pembayaran digital terdepan, OVO jalin kemitraan dengan penyedia jasa transportasi terkemuka di Makassar.

Bank Ganesha Raih Rekor Muri

Employee Engagement: Program yang Membahagiakan

oleh Sandy Romualdus
25 April 2017 - 00:00

Ejob description semata.Para karyawan yang termasuk turn over) menurun secara signifkan.Harvard

Tantangan Perbankan 2017

Tantangan Perbankan 2017

oleh Sandy Romualdus
24 April 2017 - 00:00

P) perekonomian China mungkin tidak dapat dihindari. Pasalnya, selain pertumbuhan ekonomi yang melam

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Tekan NPL, Mandiri Restrukturisasi Kredit 144,5 Juta Dollar AS

Tekan NPL, Mandiri Restrukturisasi Kredit 144,5 Juta Dollar AS

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance