• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Info Otoritas

Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional

oleh Sandy Romualdus
24 Agustus 2025 - 09:58
25
Dilihat
Resiliensi Perbankan Kuat, Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi Nasional
0
Bagikan
25
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan sektor perbankan Indonesia terus menunjukkan daya tahan kuat di tengah ketidakpastian global maupun dinamika domestik. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyampaikan bahwa kinerja industri perbankan diproyeksikan tetap stabil sepanjang 2025, meskipun pertumbuhan kredit sedikit melambat seiring siklus ekonomi.

“Resiliensi perbankan nasional masih solid. Hal ini ditunjukkan oleh pertumbuhan kredit yang terjaga, kualitas aset yang baik, dan permodalan yang kuat,” ujarnya di Jakarta, Minggu (24/8).

  • Baca juga: Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Pertumbuhan Kredit dan Likuiditas Terjaga

BERITA TERKAIT

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Semangat Menabung dari Tapal Batas Selatan Nusantara

Berdasarkan data OJK, kredit perbankan per Juli 2025 tumbuh 7,03 persen yoy, didorong oleh sektor berbasis ekspor seperti pertambangan dan perkebunan, serta sektor transportasi, industri, dan jasa sosial. Kredit investasi bahkan mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 12,42 persen yoy.

Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL gross) tetap rendah di level 2,28 persen, sementara Loan at Risk (LaR) menurun ke 9,68 persen. Kondisi ini menandakan intermediasi perbankan tetap sehat dengan risiko yang terkendali.

Penghimpunan dana masyarakat (Dana Pihak Ketiga/DPK) juga tumbuh 7 persen yoy, menopang likuiditas perbankan. Rasio likuiditas tercermin dari AL/NCD sebesar 119,43 persen dan AL/DPK sebesar 27,08 persen, jauh di atas ambang batas ketentuan 50 persen dan 10 persen.

“OJK menilai posisi likuiditas perbankan memadai untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Permodalan juga solid dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 25,81 persen, yang memberi ruang besar untuk menyerap risiko ke depan,” kata Dian.

Tren Penurunan Suku Bunga

Sejalan dengan keputusan Bank Indonesia memangkas BI Rate menjadi 5 persen pada Agustus 2025, suku bunga kredit perbankan juga menunjukkan tren menurun. Pada Juli 2025, rata-rata suku bunga kredit rupiah turun 7 bps yoy, terutama untuk kredit produktif.

OJK menilai masih ada ruang penurunan bunga kredit lebih lanjut, seiring ekspektasi penurunan suku bunga global. Namun, Dian mengingatkan penyesuaian bunga kredit bergantung pada biaya dana (cost of fund/CoF) masing-masing bank.

“Bank harus memperbesar porsi dana murah (CASA) agar ruang penurunan bunga kredit lebih luas. Jangan hanya mengandalkan deposito berjangka yang mahal,” tegasnya.

OJK juga meminta bank menjaga transparansi informasi produk dan tidak terjebak dalam persaingan bunga yang tidak sehat, demi tetap melindungi konsumen.

  • Baca juga: Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

Optimisme Perbankan di Semester II-2025

Hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan OJK (SBPO) pada kuartal III-2025 menunjukkan bank tetap optimistis. Mayoritas bank memperkirakan pertumbuhan DPK dan penyaluran kredit masih akan berlanjut, yang berdampak positif terhadap laba serta permodalan.

Optimisme tersebut turut dipengaruhi oleh penurunan BI Rate pada Mei, Juli, dan Agustus 2025, yang menurunkan biaya kredit sehingga meningkatkan potensi permintaan dari dunia usaha.

“DPK diperkirakan tumbuh seiring strategi bank memperkuat pendanaan, termasuk masuknya dana pemerintah pusat ke bank daerah,” jelas Dian.

Meski target pertumbuhan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) direvisi lebih konservatif akibat dinamika global, OJK meyakini kinerja perbankan 2025 tetap positif. Penyaluran kredit akan tetap ekspansif, khususnya pada sektor produktif yang menopang perekonomian.

Tantangan Global dan Prospek Ekonomi Domestik

OJK menyoroti semester I-2025 yang diwarnai ketidakpastian global akibat perang dagang, ketegangan geopolitik, dan tarif impor AS. Namun, tensi mulai mereda pada paruh kedua tahun ini setelah tercapai kesepakatan penurunan tarif impor, termasuk ke 19 persen untuk Indonesia, serta membaiknya situasi geopolitik.

Perbaikan tersebut mendorong IMF merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3 persen pada 2025 dan 3,1 persen pada 2026, dari sebelumnya 2,8 persen dan 3 persen. Dampaknya, proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia juga naik menjadi 4,8 persen.

Pada kuartal II-2025, PDB Indonesia tumbuh 5,12 persen yoy, lebih tinggi dari perkiraan 4,8 persen. Sektor manufaktur memang masih kontraksi dengan PMI di level 49,20, namun membaik dibanding bulan sebelumnya (46,90). Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen berada di level 118,1, neraca perdagangan mencatat surplus, dan cadangan devisa tetap tinggi.

Pilar Pemulihan Ekonomi Nasional

  • Baca juga: Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

OJK menegaskan sektor perbankan akan tetap menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan resiliensi yang terjaga, tata kelola yang baik, serta strategi pendanaan yang adaptif, perbankan diproyeksikan mampu memperkuat pemulihan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

“OJK bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan terus memantau potensi risiko dan memastikan perbankan berkontribusi optimal terhadap perekonomian,” pungkas Dian.***

Tags: #NPLbi rateDana Pihak KetigaKredit Perbankanlikuiditas bankojkperbankan nasionalPertumbuhan Ekonomi Indonesiaresiliensi perbankanstabilitas keuangan
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Ini Daftar Lengkap Susunan Pengurus Baru Bank Syariah Nasional

Selanjutnya

WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

Lompatan Kemerdekaan dari Genggaman Digital

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 22:57

Sambut HUT Ke-81 RI, Bank Indonesia menghadirkan Kartu Kredit Indonesia dan perluasan MDR QRIS 0% guna mendorong kemandirian serta efisiensi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Permodalan Negatif dan Gagal Penyehatan, OJK Cabut Izin Usaha BPR Citra Bersada Abadi

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:30

OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Citra Bersada Abadi di Bekasi. Akibat permodalan negatif dan gagal penyehatan, LPS eksekusi...

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

Jalankan Mandat UU P2SK, OJK Tunjuk Henry Rialdi Pimpin Pengaturan dan Pengawasan BMKS

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 17:06

OJK lantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengawasan BMKS. Langkah strategis cegah transfer pricing dan bentuk harga acuan komoditas dalam...

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

Jaga Stabilitas Rupiah dari Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate di Level 5,75%

oleh Stella Gracia
19 Agustus 2026 - 16:58

RDG Bank Indonesia tahan BI-Rate di level 5,75% per Agustus 2026. Suku bunga acuan dijaga guna perkuat stabilitas rupiah dan...

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

oleh Stella Gracia
18 Agustus 2026 - 15:57

OJK gelar LIKE IT 2026 di Jamnas XII Cibubur. Gandeng Kemendikdasmen & Pramuka, OJK dorong 7.500 anggota Pramuka makin cerdas...

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

Perkuat Inklusi dan Integritas Pasar, OJK Pacu Pembentukan Bursa Komoditas Strategis dan Pasar Karbon

oleh Stella Gracia
18 Agustus 2026 - 08:57

OJK perkuat sektor jasa keuangan di HUT ke-81 RI. Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi paparkan 3 amanah Presiden Prabowo:...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Potret Bankir Millenial dan Gen Z

    Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Volume Transaksi Tembus Rp8.799 Triliun, Qlola by BRI Resmi Tampil dengan Fitur Baru

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Fantastis! Kado Milad Ke-1 Laba BSN Meroket 40%, Aset Tembus Rp 81,1 Triliun

Pacu Transformasi Bisnis, KB Bank Sabet Dua Penghargaan Layanan dan Reputasi Korporasi

Indeks Inklusi Syariah Baru 13,24%, OJK Bersama DPR dan LPS Pacu Ekosistem EKSiS 2026

NPL Terjaga 0,19% dan Rasio CASA 83%, Citi Indonesia Perkuat Bisnis Perbankan Institusional

BNI Hadirkan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Masyarakat Terdampak Bencana NTT

Usung Semangat Beudaya Meusare Sare, KKI 2026 Pacu Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatra dan NTT

Gandeng Dompet Dhuafa dan Pemdes, Manulife Indonesia Perkuat Kemandirian Komunitas Perdesaan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

WIKA Umumkan Gagal Bayar Surat Utang Jumbo Rp4,64 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance