Jakarta – PT Bank Tabungan Negara Tbk hingga kuartal III 2011 (Q3) mencatat pertumbuhan tipis pada laba bersihnya yakni 4,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sampai kuartal III 2011, BTN membukukan laba sebesar Rp707 miliar dari Rp678 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya.
"Laba tentunya resultante dari aktivitas bank. Main driver-nya, pendapatan bunga bersih, pendapatan non bunga, biaya overhead dan pajak," ungkap Direktur Keuangan BTN, Saut Pardede di Jakarta, Senin (24/10).
Namun demikian di tempat yang sama Direktur Utama BTN, Iqbal Latanro mengatakan, tahun ini BTN menargetkan mampu meraup laba bersih Rp1 triliun. "Net profit meningkat mudah-mudahan pada tahun ini menjadi bank angka psikologis Rp1 triliun," tukasnya.
BERITA TERKAIT
Ditambahkan Iqbal, BTN membukukan aset sebesar Rp76,05 triliun tumbuh 19,45 persen dibanding periode yang sama 2010 yang sebesar Rp63,66 triliun. "Dari sisi kredit juga mengalami pertumbuhan 20,24 persen dari Rp49,32 triliun pada 30 September 2010 menjadi Rp59,31 triliun pada 30 September 2011," ucapnya.
BTN menjaga rasio kredit bermasalahnya (non performing loan/NPL) net per kuartal III 2011 sebesar 3,46 persen dari 3,47 persen di periode yang sama 2010. "Sementara dana ihak ketiga (DPK) tumbuh dari Rp43,03 triliun pada triwulan III 2010 menjadi Rp52,83 triliun pada posisi yang sama 2011," tukasnya.
Rasio-rasio keuangan BTN pada triwulan III 2011 masing-masig tercatat untuk CAR 15,44 persen. NIM dan ROE masing masing tercatat 5,49 persen dan 15,03 persen.

















