Jakarta – Hingga triwulan ketiga tahun ini Bank Negara Indonesia BNI mencatat pertumbuhan laba sebesar 37 persen menjadi Rp4,06 triliun jiga dibandingkan perolehan laba tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp2,95 triliun.
Menurut Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo, laba itu tumbuh akibat naiknya pendapatan bunga dan nonbunga. “Pendapatan bunga dan pendapatan nonbunga atau fee based income, dapat ditingkatkan sehingga laba bersih pada triwulan III-2011 ini naik,” katanya di Jakarta Kamis pekan lalu.
Perseroan mencatat, pendapatan bunga naik sebesar lima persen, peningkatan pendapatan nonbunga sebesar 28 persen dan penurunanan beban PPAP 13 persen. Hingga akhir September 2011, kredit yang disalurkan BNI mencapai Rp160,72 triliun, tumbuh 27 persen dibanding posisi akhir September 2010 sebesar Rp126,07 triliun.
BERITA TERKAIT
Pertumbuhan kredit BNI terjadi di semua segmen. Secara rinci, kredit korporasi tumbuh 31,7 persen, kredit usaha menengah tumbuh 13,2 persen, kredit usaha kecil tumbuh 17,2 persen, dan kredit konsumer tumbuh 37,8 persen. Sedangkan komposisinya, kredit korporasi 37,9 persen, kredit UKM 36,5 persen, kredit konsumer 17,9 persen, pembiayaan internasional 4,4 persen dan pembiayaan dari anak perusahaan 3,3 persen.
Total aset BNI per akhir September 2011 tercatat Rp268,43 triliun, tumbuh secara moderat sebesar 19 persen dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama Rp224,81 triliun. Dari sisi liabilities, dana pihak ketiga (DPK) BNI meningkat sebelas persen dari Rp183,77 triliun menjadi Rp204,38 triliun.
Jika dirinci dari komposisinya, 59 persen DPK merupakan current account saving account (CASA) sebagai sumber dana murah dan 41 persen berupa deposito. Dominannya, CASA menunjukkan bahwa dengan peningkatan kualitas layanan, BNI semakin dipercaya sebagai transactional banking untuk memenuhi berbagai kebutuhan transaksi nasabah.
















