Jakarta – Bank Rakyat Indonesia (BRI) akan menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) 100 basis poin sepanjang 2012. "Dalam RBB (Rencana Bisnis Bank) 2012 setelah dipanggil BI dan akhirnya ditandatangani, kita turunkan bunga kredit 100 basis poin. Untuk diketahui saat ini bahkan bunga kredit untuk mikro, kita paling rendah dari bank manapun," kata Direktur Utama BRI Sofyan Basir di Jakarta, Rabu (18/1).
Sofyan bahkan menegaksan, pihaknya bisa saja menurunkan SBDK lebih lanjut jika suku bunga acuan bank sentral diturun lagi. "Kalau turun bunga (BI rate) lagi, kita turunin lagi."
Pada akhir tahun lalu, BRI menurunkan SBDK sekitar 50 basis poin. Per 31 Desember 2011, SBDK BRI merupakan 10 persen untuk kredit korporasi, 11,75 persen untuk kredit ritel, 10,25 persen untuk kredit konsumer KPR, dan 12,25 persen.
BERITA TERKAIT
Direktur Keuangan BRI Achmad Baequni mengatakan, penurunan tersebut merupakan hasil penurunan biaya. Ketika suku bunga BI rate dan suku bunga penjaminan turun, cost of fund juga turun. "NIM juga turun 30-50 basis poin dengan turun 100 basis poin itu," katanya. Penurunan tersebut, lanjut Baequni, berarti BRI telah menurunkan SBDK 200 basis poin sejak transparansi SBDK Maret tahun lalu.
Penurunan SBDK berbeda untuk setiap jenis kredit, dijelaskan Baequni, karena perhitungan overhead dan risiko untuk masing-masing jenis kredit berbeda. Namun, untuk cost of fund sama.
"Dengan NIM turun, kita tingkatkan volume lebih ekspansif," lanjut Baequni. Target pertumbuhan BRI merupakan 20-22 persen. Baequni mengharapkan, rasio kecukupan modal (CAR) dapat ditahan di 14 persen. Loan to Deposit Ratio (LDR) diharapkan masih pada 80-90 persen.
















