• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, September 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

4 Stage of Data and AI Leadership

oleh Sandy Romualdus
8 Januari 2022 - 13:17
154
Dilihat
4 Stage of Data and AI Leadership
0
Bagikan
154
Dilihat

Arief M Utama, Country Partner for Financial Services, Cloud & Digital Transformation IBM Indonesia

ZAMAN sekarang adalah zamannya digital acceleration, bagaimana kita bergerak dan survival menjadi thrive dalam dunia digital saat ini. Kita sepertinya juga bergerak ke arah yang disebut virtual enterprise.

  • Baca juga: Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

Akselerasi digital ini menjadi sesuatu yang menarik di masa pandemi dan post pandemi ini. Kita lihatnya sekarang bukannya digital transformation karena itu adalah fase sebelumnya dimana kita melihat memang ada kebutuhan bertranformasi  secara digital. Kita melihatnya bukan lagi apakah perlu go digital atau bagaimana kita bertransformasi digital, tapi sudah ke arah bagaimana kita harus sudah mengakselerasi digital itu sendiri.

Di IBM kami punya sebuah institut riset namanya IBM Institute for Bussines Value. Dimana k kami rutin mengadakan interview, mengadakan diskusi dan analisis dengan CIO, CEO, CXO perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Dari hasil interview itu kami lakukan analisis, kami lihat performa masing-masing perusahaan, kami ambil data-datanya, kami kumpulkan lalu kami buat analisis-analisis rutin.

BERITA TERKAIT

Coachee360 Diluncurkan, Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Berbasis AI

CEO Digimaster, Dr. Elisa Indriasari Terbitkan Buku Bertajuk “Technobanker”

Menyiapkan Talent Jadi Leader

Krusialnya Kepemimpinan Digital

Nah, salah satu yang kita dapatkan di dunia saat ini di post pandemic situation, bahwa itu organisasi-organisasi banyak sekali yang tetap maju, tetap outperform keadaannya. Bahkan improvement-nya bisa sampai 6  persen hingga 16 persen. Pertumbuhan ini jelas di atas rata-rata industri manapun di masa pandemi ini. Sektornya tersebar dari consumer produk sampai retail, bahkan ada yang dari perbankan. Kita tahu perbankan adalah sector yang sangat tertantang di masa pandemi ini, bisa dilihat dari sisi NPL, kredit, pendanaan dan lainnya. Namun ternyata sektor ini masih bisa tumbuh 5 persen secara global.

Kenapa mereka bisa melakukan itu? Berdasarkan data kita, mereka semua yang bisa tumbuh di masa pandemi adalah mereka yang sebelumnya berinvestasi luar biasa di bidang teknologi. Mereka melakukan hal yang kita sebut accelerating digital.

Ini bukan lagi bicara transformasi digital bagaimana caranya tapi sudah aggresivelly lets go digital. Kita juga bisa lihat bahwa antara sebelum munculnya Covid-19 dan setelah Covid-19, fokus teknologinya itu berbeda. Kalau sebelum pandemi Covid-19 fokus teknologi lebih ke arah implementasi kepada hal-hal seperti analitik, seperti IoT (internet of things), proses robotik dan seterusnya, beberapa sudah pindah fokus. Kalau cloud dulu hanya bergerak di infrastruktur, sekarang teknologi ini menjadi focus teknologi yang sedang dilihat. Demikian juga dengan mobile dan AI (artificial intelligence). Kita lihat bahwa data dan AI itu yang kini punya very big role

Teknologi cloud dan AI ini, berdasarkan survei dari responden-responden kami, 74 persen dari mereka menggunakan hybrid cloud bukan hanya untuk digitalisasi, bukan hanya untuk supporting automation dari critical business process, tapi juga untuk improving security. Ini sangat menarik. Kemudian 60 persen atau 6 dari 10 organisasi, aggresively mengimplementasikan AI, bukan hanya untuk meningkatkan customer experience, artinya keluar perusahaan, tapi juga  untuk menganalisis dan improving performance perusahaan itu sendiri.

Ini ada lagi temuan dari survey kita pada perusahaan di Eropa. Kita membagi mereka menjadi empat kategori yang kita sebut survive, revive, renew dan thrive.

Kita lihat challenge yang mereka hadapi. Dalam menghadapi challenge itu mereka semua focus pada terutama sekali di teknologi. Digitalisasi. Kita lihat di masa awal-awal pandemi kemarin sekitar 88 persen dari enterprises itu percaya bahwa kalau tidak ada teknologi, mereka tidak akan berhasil menghalau pandemi tersebut. Jadi kalau tidak ada tenologi yang namanya working from home, working remotely atau digital experience, maka day to ay operation tidak bisa berjalan.

Kemudian yang kita juga lihat menarik adalah kita tidak bisa lagi fokus hanya ke value chain kita masing-masing. Jadi kita harus melihat perusahaan kita ada di bagian mana dalam global value chain. Jadi selain melihat ke diri sendiri bagaimana caranya agar kita survive, kita juga mencari cara untuk improving.

  • Baca juga: CEO Digimaster, Dr. Elisa Indriasari Terbitkan Buku Bertajuk “Technobanker”

Setelah kita berhasil survive maka kita akan memasuki masa revive dengan mengajukan pertanyaan, hal-hal apa saja yang harus kita pertahankan dan bahkan dilanjutkan pengembangannya dari fase sebelumnya. Yang pada akhirnya cara-cara itu dikembangkan dan diperbarui sesuai kebutuhan zaman dan kemudian hal itu thrive atau menjadi pola atau budaya baru. Yang tentunya dengan memanfaatkan teknologi dan AI.

Terkait isu leadership di era data dan Artificial Intelligence (AI) saya kembali akan berbagi data dan riset yang telah IBM lakukan dalam dua tahun belakangan ini. Kita lihat ini khususnya buat data AI. Dan kita lihat bahwa saat ini tidak ada lagi orang yang mempertanyakan  kenapa mesti invest di data analitik dan AI. Semua orang telah sepakat, kita semua menuju data driven

Berdasarkan riset kita dari interview total 13 ribu C level individu dan juga enterprise di seluruh dunia, didapatkan kesimpulannya bahwa data itu penting. Semua perlu innovate semua membutuhkan data tapi juga kita harus memastikan ada trust di situ.

Berdasarkan data riset, kami membagi perusahaan menjadi empat kategori berdasarkan performace initiative mereka terhadap data dan AI. Ada empat stage of data and AI leadership, yang pertama kita sebut Tourcbearers, kemudian Explorer, Builders dan terakhir Aspirational.

Perbedaan dari masing-masing kategori itu adalah dari sisi maturity mereka di implementasi, inovasi ataupun strategi perusahaan mereka yang didasarkan oleh penggunaan data. Dari data kami terihat bahwa 50 persen perusahaan-perusahaan dalam riset kami itu berada pada tahapan aspirational dan builders. Mereka masih membangun kapability datanya. Infrastruktur data dan AI baru mulai ada, sedang dibangun, fokus utama masih ke arah enabling. Bagaimana enabling secara infrastruktur, secara operasional, dan seterusnya

Kemudian kelompok explorer. Kelompok ini diisi oleh mereka yang sudah mulai masuk integrating business dan data strategy. Kemudian mereka sudah mulai memikirkan  bagaimana menggali value dari data.

Nah yang paling atas adalah Torchbearers, mereka yang beradadi top performance ini jumlahnya baru sekitar 12 persen. Kelompok ini tidak lagi melihat data sebagai satu bagian dari business operation ataupun cost optimization, tapi sudah menjadi bagian dari strategi generating revenue dari data. Ini bicara bagaimana generating new produk, new services atau bahkan generating revenue dari datanya itu sendiri.

Potret lain dari data leadership itu juga mengatakan bahwa untuk kelompok Aspirational, mereka masih sedikit mengoptimalkan data dan juga masih rendah di sisi data integrasinya. Sekitar 25 persen dari perusahaan-perusahaan dunia berada dalam kelompok ini. Kemudian untuk kelompok Builders, adalah medium value from data and low integration. Namun sudah ada utilisasi data meski integrasinya pada budaya perusahaan masih terbatas. Sekitar 46 persen perusahaan yang kami survey ada pada kelompok ini. Sementara untuk Explorer dan Torchbearers, mereka sudah memiliki pemanfaatan yang tinggi pada pemanfaatan data dan juga integrasinya pada budaya perusahaan sehingga mereka mendapatkan high value dari strateginya ini.

Kelompok Torchbearer jika dibandingkan dengan Aspirational, itu fokus para CIO mereka memang lebih ke arah growing. Lebih ke arah defining enterprise stategy and vision. Mereka juga spending less time, less focus untuk cost optimization. Ini cukup menarik. Karena itu berarti mereka bukannya tidak melakukan cost optimization tapi fokus utama yang dilakukan justru adalah bagaimana meningkatkan performa kinerja perusahaan, kinerja operasional. Sehingga menghasilkan growth dan profit yang maksimal.

  • Baca juga: Menyiapkan Talent Jadi Leader

Kalau Aspirational pemimpin mereka lebih melihat ke arah bagaimana menggunakan data untuk optimize cost. Fokus dari taktikal ataupun strategi fokusnya lebih ke arah cost optimization. Mereka melihat data, melihat proses mana yang boros, teknologi mana yag boros dan seterusnya. Dan kemudian menghabiskan banyak waktu meng-handle itu. Nah ini salah satu perbedaan fokus dari CIO di kelompok Torchbearers dan Aspirational.

Kesimpulan lainnya, organisasi-organisasi Torchbearers itu biasanya memang pertama itu mereka putting costumer trust. Jadi costumer trust itu nomor satu. Jadi bagaimana caranya kita maintain customer trust. Mungkin kalau di dunia perbankan salah satu contohnya  adalah memastikan tidak ada kebocoran data, memastikan bahwa data yang didapatkan dari kostumer yang sifatnya sensitif data itu diamankan seluruh aspek baik dari sisi operating model maupun dari sisi teknologi. Dan memastikan nasabah tahu bahwa datanya tidak disalahgunakan.***

Tags: AI LeadershipArief M UtamaData and AIDigital LeadershipIBM Indonesia
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Editorial 182: Data dan Pemimpin

Selanjutnya

Transformasi Chief Information Officer

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

oleh Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

oleh Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

TakafulTech: Membawa Asuransi Syariah Keluar dari Zona Nyaman

oleh Sandy Romualdus
18 Juni 2026 - 10:09

Oleh : Dimyauddin, Peneliti LPPI Bayangkan ada seorang petani peserta asuransi syariah di Nusa Tenggara yang gagal panen karena kekeringan...

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

Penurunan Mendalam Pasar Saham Indonesia 18 Maret 2025

oleh Sandy Romualdus
21 Maret 2025 - 09:16

Oleh : Dr. Katarina Setiawan, Chief Economist & Investment Strategist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Tanggal 18 Maret 2025 pasar...

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

Serangan Hacker terhadap Pusat Data Nasional: Sebuah Renungan Bernegara

oleh Stella Gracia
26 Juni 2024 - 15:05

Oleh Achmad Nur Hidayat, Pakar Kebijakan Publik dan Ekonom UPN Veteran Jakarta Baru-baru ini, Indonesia dikejutkan oleh serangan siber besar-besaran...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Duta Literasi Keuangan, OJK Integrasikan Kecakapan Finansial ke Dasa Dharma Pramuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah, Bale Syariah BSN Jadi Mobile Banking Pertama Bisa Top Up KMT Commuter Line

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Sinyal Hawkish The Fed Membingungkan Pasar, Keputusan Suku Bunga September Bergantung Data Inflasi

MARKET INSIGHT : IHSG Melesat ke 6.667 & Emas Antam Tembus Rp 2,71 Juta

JPMorgan Patok Target IHSG 7.000 di Akhir 2026, Soroti Resiliensi Emiten dan Disiplin Fiskal

BI Guyur Insentif Likuiditas Rp446,5 Triliun, KSSK Minta Perbankan Genjot Kredit UMKM

RUPSLB BTN Rombak Lima Kursi Direksi, Nixon Napitupulu Tetap Menjabat Dirut

AAUI Soroti Target OJK dan Tantangan Reasuransi di Tengah Tergerusnya Laba Industri

Penarikan Dana SAL Ditunda, Dirut BTN Sebut Tekanan Perebutan DPK Mulai Mereda

Perkuat Customer Experience, CIMB Niaga Tebar Promo dan Gelar Engagement di Harpelnas 2026

Arah IHSG, Nasib Rupiah, dan Prospek Saham Blue Chip Jelang Akhir Pekan

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Mengantisipasi Tren Pengunduran Diri

Transformasi Chief Information Officer

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance