• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Rabu, Oktober 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home UKM

Menteri Teten Perkuat Kolaborasi Kembangkan Potensi Global Produk Bambu Asal Garut

Kerajinan bambu hasil olah tangan warga di salah Kecamatan wilayah Garut Utara tersebut, sudah lama dikenal unik, dengan kreasi kekinian yang mengikuti perkembangan zaman.

by Stella Gracia
20 Desember 2021 - 16:21
13
VIEWS
Menteri Teten Perkuat Kolaborasi Kembangkan Potensi Global Produk Bambu Asal Garut
0
SHARES
13
VIEWS

GARUT, Stabilitas.id —  Berkembang sejak zaman penjajahan Belanda di Indonesia, para perajin bambu Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, hingga kini masih tetap laju berkarya.

Ada berbagai jenis kerajinan berbahan baku bambu yang diproduksi para perajin bambu di Selaawi. Diantaranya, mebel, furnitur, peralatan dapur, kap lampu, keranjang, sangkar burung, ornamen-ornamen kafe atau restoran, serta yang lainnya.

  • Baca juga: Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Bahkan, tidak hanya di pasar lokal dan nasional, produk bambu asal Selaawi juga sudah bisa menembus pasar internasional, seperti negara-negara Asia, Australia, dan juga Eropa.

BERITA TERKAIT

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Untuk Asia, negara yang sudah menjadi langganan diantaranya Thailand, Singapura, dan Korea. Bahkan, untuk kap lampu, sudah sejak tiga tahun yang lalu rutin dikirim ke rumah makan yang ada di Singapura.

Melihat besarnya potensi tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan akan berkolaborasi dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan lembaga terkait lainnya, dalam membangun produk unggulan bambu dari daerah Garut.

“Saya akan colek menteri-menteri terkait lainnya untuk kerjasama mengembangkan produk bambu asal Selaawi, Garut,” ungkap Teten, pada acara pembukaan Selaawi Bamboo Festival 2021 di Gedung Selaawi Bamboo Creative Center (SBCC), Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Pasalnya, bambu memang merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. “Apalagi, banyak kerajinan berbahan dasar bambu yang ketika diolah bisa memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi,” jelas Teten.

Selain itu, lanjut Menteri Teten, bambu adalah salah satu produk hasil hutan bukan kayu (HHBK). Dimana nilai HHBK dapat mencapai 90% dari nilai hasil hutan. Sementara, kayu yang selama ini identik menjadi hasil utama kehutanan, sebenarnya hanya menyumbang 10% dari produksi hasil kehutanan.

“Lebih dari itu, secara ekologis, bambu dapat menjadi solusi atas adanya ancaman lingkungan dan dampak perubahan iklim,” ungkap Teten.

Teten memberikan contoh di Cina, dimana bambu memberikan kontribusi besar dalam peningkatan pendapatan petani sebesar 28,4%, serta memainkan peran penting dalam perkembangan industri di daerah pedesaan. “Kita memiliki potensi produktifitas bambu empat kali lebih besar dibanding. Artinya, pendapatan petani kita bisa lebih besar,” ungkap MenKopUKM.

Untuk itu, Teten menyebutkan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah stimulus dan ekosistem usaha yang sehat untuk mendukung pemulihan dan transformasi ekonomi UMKM. Mulai dari BPUM, LPDB-KUMKM, KUR, kemitraan dalam rantai nilai

BUMN dan usaha besar, hingga kepastian penyerapan produk melalui belanja pemerintah (pusat dan daerah), BUMN, swasta dan masyarakat.

Salah satunya adalah IKEA yang nanti bisa menampung produk olahan bambu. Misalnya, lemari bambu yang dijual di IKEA dengan harga bisa lebih dari Rp3 juta.

  • Baca juga: Posisi Makanan Halal RI Naik Peringkat Tiga Dunia, BI dan BPJPH Pacu Daya Saing UMKM

Lebih dari itu, Teten berharap, gerakan kolektif petani bambu harus dilakukan melalui koperasi moderen.  Dimana petani kecil harus berhimpun dalam koperasi agar mempunyai posisi tawar yang kuat dan masuk skala ekonomi.

“Selain sebagai akses pembiayaan bagi petani, koperasi juga bisa sebagai offtaker pembeli pertama dari petani, sehingga tercipta kepastian harga dan pasar. Itu bisnis model yang harus kita terapkan bagi para petani, termasuk petani bambu,” ulas MenkopUKM.

MenKopUKM berharap Bamboo Creative Centre atau pusat kreatif bambu Selaawi menjadi menjadi role model melahirkan inovasi baru produk olahan bambu (nilai tambah). “Sehingga, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” tegas Teten.

Di tempat yang sama, Pembina Yayasan Bambu Indonesia, yang juga Duta Besar RI untuk Ukraina, Georgia, dan Armenia, Yuddy Chrisnandi, menambahkan bahwa Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati. Salah satunya adalah bambu.  “Sebanyak 162 dari 1.450 jenis bambu di dunia, ada di Indonesia,” kata Yuddy.

Yuddy pun mendukung penuh langkah Camat Selaawi akan ide-ide dan gagasannya dalam mengembangkan produk bambu, sehingga bermanfaat bagi seluruh masyarakat Tatar Sunda, khususnya warga Selaawi.

“Ke depan, akan ada Pusat Studi Bambu Nusantara di Selabintana, Sukabumi, yang 80% dari total lahannya merupakan hutan bambu. Karena, bambu merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang harus kita jaga dan kembangkan,” ucap Yuddy.

Sementara itu, Direktur Program Yayasan Bambu Lestari Muayat Ali Muhsi menegaskan bahwa untuk menghadirkan industri bambu ada di wilayah Garut, maka harus ada keterjaminan suplai bahan baku.

Muayat mengambil contoh di Ngada, NTT, dimana disana masyarakatnya sudah mampu memproduksi bambu sebanyak 20 ton perhari per desa. Oleh karena itu, pihaknya siap bekerjasama untuk mengembangkan pembibitan bambu di Garut.

“Pengadaan bibit bambu harus melibatkan masyarakat, sehingga tercipta efek ekonomi padat karya. Masyarakat sekitar turut menikmati dari produksi bambu yang dihasilkan wilayahnya,” kata Muayat.

Bagi Wakil Bupati Garut Helmi Budiman, komoditi bambu sudah mampu mensupport kinerja Pemkab Garut. Bahkan, sudah menjadi komoditi utama bagi Provinsi Jabar.  “Kita akan terus kembangkan dan menjadikan Kecamatan Selaawi sebagai percontohan untuk pembibitan bambu,” tukas Helmi.

Produk Unggulan

Dalam kesempatan yang sama, Camat Selaawi Ridwan Effendi mengungkapkan bahwa ajang festival bambu ini sebagai wujud penguatan produk unggulan lokal berbasis kawasan. “Selaawi akan menuju Kota Bambu,” tandas Ridwan.

  • Baca juga: Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

Di samping itu, pameran produk kreatif bambu ini juga diharapkan dapat terjalin kerjasama antar komunitas bambu, hingga membuka peluang usaha dan pasar lebih luas.

“Yang tak kalah penting adalah membangun kesadaran ekologi lingkungan bila menanam bambu. Termasuk mampu meningkatkan daya saing ekonomi kawasan pedesaan, khususnya Kecamatan Selaawi,” pungkas Ridwan.

 
 
 
 
 
Previous Post

Bank DKI Salurkan Kredit Rp1,2 Triliun dan Dukung Pemasaran Digital Ancol

Next Post

Pemerintah Berkomitmen Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

Tembus Buyer Belanda di ISEF 2026, UMKM Binaan BI Jakarta Raup Potensi Ekspor Rp4,4 Miliar

by Stella Gracia
20 Oktober 2026 - 11:34

KPwBI DKI Jakarta memboyong 22 UMKM binaan ke ISEF 2026 dan mencatatkan potensi transaksi ekspor Rp4,4 miliar dengan buyer asal...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Posisi Makanan Halal RI Naik Peringkat Tiga Dunia, BI dan BPJPH Pacu Daya Saing UMKM

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 10:48

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta buka IN2HCC di ISEF 2026, dorong kuliner halal Nusantara naik kelas dan berdaya saing di...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Dari Sanur ke Hamburg: Bakti BCA Antar Batik Gemah Sumilir dan Wastra Tenun Go Global

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:06

BCA dan TULOLA menggelar Kawan Nusantara 2026 di Sanur Bali guna mendorong wastra tenun dan batik binaan menembus pasar global...

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

Dorong UMKM Naik Kelas, BNI Buka Lapak Kuliner Nusantara di Ajang Balap Dunia

by Stella Gracia
14 Oktober 2026 - 09:04

BNI memfasilitasi 24 UMKM kuliner lokal dengan menyediakan mesin EDC dan QRIS selama perhelatan MotoGP Mandalika 2026 di Lombok. Stabilitas.id...

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

Kredit UMKM 2026 Sentuh Rp1.949 Triliun, Sektor Perbankan Kuasai Pangsa Pasar 82 Persen

by Sandy Romualdus
7 Oktober 2026 - 08:08

Total penyaluran kredit UMKM sukses menembus Rp1.949 triliun. OJK merilis laporan semesteran guna memperkuat landasan kebijakan ekonomi berbasis data. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Daya Beli Tertekan Inflasi Pangan, Saldo Rekening di Bawah Rp100 Juta Turun ke Rp1,66 Juta

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Payung Hukum Mengacu PMK 11/2016, Kemenkeu Pertahankan Penyaluran Gaji PNS di Perbankan

Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.231 Triliun, OJK dan DSN-MUI Perkuat Peran Dewan Pengawas

Topang Likuiditas Industri, LPS Jaga Selisih Bunga Penjaminan BPR terhadap Bank Umum

Sinergi Bank Digital dan Pindar, Krom Bank serta Easycash Teken Kerja Sama Channeling

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Efisiensi, Optimalisasi “Captive Market”, dan Kontribusi Ekonomi

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Pemerintah Berkomitmen Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia

Pemerintah Berkomitmen Jadikan Indonesia Pusat Produsen Halal Dunia

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance