JAKARTA, Stabilitas.id – PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) berhasil mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp2,20 triliun pada semester I-2022.
Pencapaian tersebut meningkat 41,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, sebesar Rp1,55 triliun.
Perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan laba kotor hingga 56,0% dari Rp562,2 miliar pada semester I tahun lalu menjadi Rp877,0 miliar tahun ini, sehingga margin laba kotor ikut meningkat menjadi 39,8% dari sebelumnya 36,2%.
BERITA TERKAIT
Corporate Secretary APLN Justini Omas menjelaskan, membaiknya kinerja perusahaan sejalan dengan ekonomi yang tumbuh positif 5,23% pada semester I-2022.
Selain itu, strategi perusahaan untuk mempercepat pembangunan proyek-proyek properti terbukti berhasil meningkatkan angka pengakuan penjualan.
Pada semester I-2022, APLN membukukan pengakuan penjualan sebesar Rp1,55 triliun, naik 48,0% dari Rp1,05 triliun pada periode sama tahun lalu.
“Kami bersyukur pertumbuhan ekonomi yang positif di tahun ini telah meningkatkan daya beli dan keyakinan masyarakat untuk membeli properti. Bahkan proyek-proyek properti APLN di beberapa daerah, mencatatkan nilai pengakuan penjualan terbesar,” jelas Justini melalui keterangan resmi di Jakarta, pada Rabu (31/8/22).
Pada periode ini, Perusahaan mencatat pendapatan berulang dari segmen bisnis jasa perhotelan dan pusat perbelanjaan mencapai Rp652,6 miliar, meningkat 28,9% dibandingkan semester I-2021 sebesar Rp506,4 miliar.
“Aktivitas masyarakat di luar ruang seperti wisata, belanja dan berbagai kegiatan MICE semakin tinggi dan berdampak positif bagi bisnis hotel serta pusat perbelanjaa,” ungkap Justini.
Dari berbagai proyek propertinya, sampai bulan Juli 2022, Perusahaan telah membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) di luar PPN sebesar Rp1,32 triliun, naik 19,3% daripada periode sama tahun 2021 sebesar Rp1,10 triliun.
“Meningkatnya marketing sales ini tentunya juga ikut berdampak positif bagi banyak pelaku ekonomi, karena sektor properti melibatkan puluhan bisnis pendukung seperti semen, besi, baja serta ketersediaan lapangan kerja,” tutup Justini.***
















