JAKARTA, Stabilitas.id – BRI Ventures menyelenggarakan BVI Summit di tahun 2022 untuk memperkenalkan dan memberikan update terkini terkait Kondisi pasar saat ini, baik secara macroperspective maupun investment landscape
Acara ini dihadiri oleh tamu undangan yang terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari Investor Lokal, Global, Startup founder, praktisi Pasar Modal, Perwakilan BUMN, BRI group serta regulator dan asosiasi.
- Baca juga: BRI Ventures Luncurkan Impact Report 2024
Dalam sambutannya, CEO BRI Ventures, Nicko Widjajamengatakan bahwa BRI Ventures akan terus mendukung para startup di Indonesia dengan mengajak investor lokal dan yang lainnya yang tergabung di dalam Dana Ventura Sembrani Nusantara juga terus membangun industri modal ventura di tanah air.
Selanjutnya Markus Liman Rahardja, CIO BRI Ventures yang memaparkan sesi pertama dengan tema Synergy and Collaboration bahwa ditengah kondisi seperti sekarang ini, potensi investasi di sektor early stage justru mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan growth to late stage.
Selain itu, Bapak Bambang W. Budiawan Kepala Departemen Pengawasan IKNB 2B OJK, dalam sesinya memaparkan bahwa industri modal ventura di Indonesia telah berkembang signifikan, yang salah satunya didorong oleh inovasi dari BRI Ventures melalui Dana Ventura Sembrani Nusantara
Ia mencontohkan Dana Ventura Merah Putih yang baru saja dirilis oleh lima CVCs BUMN merupakan iterasi dari Dana Ventura Sembrani Nusantara yang dirilis pada tahun 2020. Saat ini, 90% portfolio Dana Ventura di indonesia merupakan portoflio yang dimiliki oleh Dana Ventura Sembrani Nusantara.
Di sesi selanjutnya, Benjamin Twoon, Co-Founder & CCO Fundnel di Singapura, memberikan pandangan mengenai pasar secondaries market startup saat ini, yang juga sekaligus mengungkapan inisiatif BRI Ventures untuk bekerja sama dengan Fundnel membentuk secondary fund yang nantinya akan bertujuan untuk memperluas investasi BRI Ventures bagi startup lokal dan juga Asia Tenggara.
Summit ini juga diisi oleh Dr. Telisa Falianty, Chief Economist BRI Danareksa Sekuritas, Stefanus Ade Hadiwidjaja, CIO Indonesia Investment Authority, Serta Arga Nugraha selaku CTO dari BRI Group.
Selain itu Steven Suhadi, Co Founder Standard Alpha juga memaparkan potensi market blockchain Global dan Indonesia. Dalam kesempatan ini Steven juga mengumumkan inisiatif dari Standard Alpha dan BRI Ventures untuk berkolaborasi membentuk inisiatif strategis yang berfokus kepada infrastruktur blockchain.
Melalui BRI Ventures Investor Summit yang telah dilaksanakan kedua kali ini, CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja berharap ekosistem digital di Indonesia dapat terus bertumbuh dan melalui event Summit ini dapat mendorong semakin banyak investor lokal untuk mendukung ekosistem startup serta perkembangan dana ventura Indonesia.***

















