• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

“BIR Ahok” dan BI Rate

by Sandy Romualdus
7 Mei 2016 - 00:00
15
VIEWS
0
SHARES
15
VIEWS

Belum lama ini Pemprov DKI dipimpin Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok serta kepolisian menggusur kawasan lokalisasi Kalijodo yang berlokasi di Jakarta Utara (sebagian kecil masuk wilayah Jakarta Barat). Kebijakan tersebut diambil setelah jatuh korban tewas dalam sebuah kecelakaan lalu-lintas yang melibatkan beberapa orang yang pulang dari bar di lokalisasi itu.

Tindakan tersebut, disadari atau tidak, bertolak belakang secara logis dengan sikap dan pernyataan Pak Gubernur yang sebelumnya menyatakan—kecuali jenis oplosan—bir dan minuman keras (beralkohol) lainnya tidak berbahaya, tidak membunuh, tidak menyebabkan peminumnya terlibat kriminalitas. “Boleh minum asal tidak mabuk.”[“Ahok: Salahnya Bir Di mana?”; “Ahok: Minum Bir Tidak Membuat Orang Jadi Kriminal”,www.cnnindonesia.com, www.kompas.com, www.metrotvnews.com, www.republika.co.id].

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Hampir serupa namun di bidang lain, Bank Indonesia (BI) sejak Januari 2015 menurunkan suku bunga acuan setelah pelaku ekonomi dan bisnis di dalam negeri terpukul akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional selama tiga tahun terakhir dan pengangguran meningkat. Kebijakan moneter cenderung ketat dengan menaikkan BI Rate sebesar 175 bps sampai pertengahan 2013 telah menyebabkan pertumbuhan ekonomi kian melambat, investasi riil menyusut, dunia bisnis memburuk, kredit bermasalah meningkat, persaingan penghimpunan dana antar bank menyengit, profit bank maupun korporasi lain tergerus dan pemutusan hubungan kerja (PHK) meluas.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Pejabat-pejabat BI sebelumnya yakin betul kenaikan suku bunga akan menyelamatkan perekonomian nasional dalam
menghadapi deficit neraca perdagangan dan transaksi berjalan namun tidak sampai member dampak yang begitu buruk. Naiknya suku bunga bertujuan mengerem kredit, investasi dan impor kendati disadari akan memperlambat pertumbuhan ekonomi nasional. “Boleh menaikkan suku bunga asal tidak berdampak buruk bagi ekonomi.

” Istilah ekonomi untuk tujuan BI tadi mungkin adalah soft landing: pertumbuhan yang lambat untuk menghindari deficit transaksi berjalan namun masih cukup tinggi untuk menghindari resesi. Tetapi, terminology
tersebut sejatinya mengacu pada inflasi,
bukan deficit transaksi berjalan.

Karena, secara konsep, target kebijakan moneter dewasa ini—termasuk melalui jalur suku bunga—adalah menyasar pada inflasi (inflation targeting). Belum ada konsep sasaran deficit transaksi berjalan (current account targeting). BI hendak meniru Tiongkok yang juga sengaja mengerem pertumbuhannya namun akhirnya terancam mengalami hard landing.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Alasan Pemprov DKI tidak menyatakan kecelakaan maut tersebut sebagai dasar tindakan pembongkaran lokalisasi. Alasan yang dipakai normatif. Bangunan-bangunan di sana secara ilegal menempati tanah negara yang semestinya merupakan ruang terbuka hijau alias taman kota. Polda Metro Jaya beralasan, di tempat-tempat itu terindikasi ada penyakit masyarakat seperti preman, prostitusi, minuman keras dan lain-lain. Direskrimum Polda Metro Jaya sangat mengerti seluk-beluk aktivitas di sana karena pernah mangkal setiap hari sebagai kapolsek kawasan itu.

Serupa dengan hal tersebut, BI pun agaknya tidak secara jujur menjadikan pemburukan pertumbuhan ekonomi dan kondisi bisnis serta meningkatnya pengangguran sebagai salah satu dasar mengoreksi kebijakan suku bunga menjadi lebih rendah. Alasan formal yang dipakai biasanya adalah karena inflasi yang terkendali dan tekanan pada nilai tukar rupiah mereda. Inflasi pada akhir tahun 2015 memang rendah hanya 3,35 persen dan rupiah sudah stabil di bawah Rp14.000 per dollar AS pasca kenaikan Fed Rate bulan Desember. 

Jajaran bank sentral kita tentu sangat mengerti seluk-beluk inflasi dan nilai tukar rupiah. Mereka tahu betul bahwa bukan baru kali ini inflasi nasional terkendali. Pada semester II-2014, inflasi tercatat cukup manageable di kisaran 4-5 persen sebelum akhirnya naik gara-gara dinaikkannya harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada bulan November. Seperti juga, bangunan-bangunan dalam lokalisasi itu tiba-tiba saja menempati tanah negara, tetapi sudah puluhan tahun. Kepolisian juga tentu bukan baru sekarang mengetahui adanya penyakit masyarakat di sana.

Tapi mari kita berprasangka baik. Di balik kedua kebijakan itu tidak ada unsur pembiaran selama bertahuntahun, pencitraan yang memanfaatkan momentum, apalagi kesengajaan jahat untuk memberi “tiket” bagi pemodal seperti kecurigaan dalam kasus reklamasi Teluk Jakarta.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Keduanya adalah kebijakan yang benar hanya saja terlambat. Kebenaran bisa dihidayahkan kepada orang-orang yang berkomitmen menegakkannya demi rakyat, kendati semula ia keliru atau tersesat. Meski memang kebenaran yang ditunda atau terlambat pun bisa menimbulkan dampak buruk.

Seandainya lokalisasi tersebut sudah dibersihkan sejak bertahun-tahun silam mungkin tidak terjadi kecelakaan maut itu maupun berbagai dampak penyakit masyarakat di sana yang tidak terekspos. Sama halnya, seandainya BI Rate diturunkan sejak awal 2014 atau selambatnya di awal 2015 dan kenaikannya pada 2013 tidak kebablasan sampai 175 bps mungkin bisnis yang jatuh dan pengangguran tidak sebanyak yang terjadi di 2015 kemarin. Memang lebih baik baik terlambat mengambil kebijakan yang benar ketimbang sama sekali tidak. Namun, mengerti dan menyadari sejak awal atau bahkan konsisten pada pilihan yang benar tentulah paling baik.

 
 
 
 
 
Previous Post

Smartphone Berlayar 4“

Next Post

Bayar Tiket AirAsia Indonesia Kini Bisa Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
CIMB Niaga Gunakan Sistem Core Banking Baru

Bayar Tiket AirAsia Indonesia Kini Bisa Lewat Rekening Ponsel CIMB Niaga

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance