• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

“Kapten” yang Sadar Sejarah

by Sandy Romualdus
1 Juli 2016 - 00:00
86
VIEWS
“Kapten” yang Sadar Sejarah
0
SHARES
86
VIEWS

Tidak banyak orang sadar bahwa belajar sejarah, baik dari sudut peristiwanya maupun dari sisi tokoh-tokoh pelakunya sangatlah penting. Bahkan jika diperas lagi, jarang sekali ada bankir yang meminati sejarah. Sejarah dan bankir memang bukanlah dua buah subyek yang saling berkaitan langsung.

Salah satu sosok yang sadar belajar sejarah adalah Antonius Chandra Satya Napitupulu. Tak hanya menggilai literatur sejarah dan arkeologi, Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) ini juga terinspirasi dari literatur para tokoh sejarah yang dibacanya. Anton mengaku, peristiwa dan para tokoh-tokoh sejarah memberikan banyak pelajaran baginya dalam berbisnis dan memimpin perusahaan, termasuk saat ditawari menakhodai PT Askrindo yang sebelum dirinya masuk kondisinya memprihatinkan.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Bagi Antonius, sejarah tak hanya mengajarkan pengalaman dan kebijakan. Dari sejarah juga kita bisa belajar mengenai kegagalan dan keberhasilan di masa lalu. Mengetahui kegagalan di masa silam berguna agar kita tidak lagi mengulanginya di masa sekarang, dan mempelajari kesuksesan di balik peristiwa sejarah dapat kita gunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana di masa depan.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Cerita bermula ketika Antonius ditawari posisi untuk memimpin Askrindo, ketika kondisi perusahaan itu mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2009, rugi sebesar Rp 100 miliar. Setahun kemudian, kerugian semakin membengkak menjadi Rp 200 miliar. Pada awal 2011, masih rugi tapi sudah berkurang. Selain itu, Askrindo juga menghadapi investasi bermasalah senilai sekitar Rp 400 miliar.

Karena berbagai kondisi tersebut, para mitra Askrindo mengambil sikap wait and see. Mereka membekukan transaksi. Meski tidak sampai stop, mereka menurunkan semua volume transaksi dengan Askrindo. Para mitra itu mau melihat dulu kondisi ke depan, mau seperti apa. Hal tersebut tentu berdampak terhadap para karyawan, sehingga mereka sedikit patah semangat.

Ketika Antonius masuk, Agustus 2011, baik pihak Askrindo maupun pemangku kepentingan sudah menyadari bahwa perusahaan ini sakit dan segera menyembuhkan yang sakit ini. “Saya sendiri mempelajari kesehatan perusahaan ini sambil jalan, paralel. Harapan semuanya adalah membuat perusahaan ini positif. Kalaupun baru plus Rp 1 pun, itu sudah bagus. Jadi, pemegang saham tidak menuntut perusahaan ini untung sekian miliar. Yang penting, perusahaan ini sehat dulu,” papar pria yang pernah berkiprah di beberapa perbankan nasional, seperti Bank Niaga, Lippo dan Sinarmas.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Bukan ‘Gaya-Gayaan’

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Akuntasi ini berani menerima tantangan tersebut karena pengalaman bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Fungsi BPPN antara lain melakukan restrukturisasi kredit dan menangani perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Kebetulan, waktu itu Askrindo termasuk perusahaan BUMN yang sedang bermasalah.

“Saya masuk ke Askrindo langsung menjabat direktur utama. Saya selalu berpikir, jika kita menangani perusahaan bermasalah, sebaiknya mengambil posisi sebagai kapten atau direktur utama. Kalau hanya mengambil posisi sebagai wakil direktur atau direksi, sementara direktur utamanya tidak berani mengambil langkah-langkah perbaikan, hasilnya akan sama saja.

Jadi, ketika diwawancarai dan ditanya posisi yang saya inginkan, saya jawab posisi direktur utama. Itu bukan gaya-gayaan,” aku pria kelahiran 19 Oktober 1960 ini.

Meskipun demikian Anton tidak bekerja sendiri. Namun dia harus menghadapi banyak penggantian anggota tim terutama di jajaran direksi, yang hampir semua baru. Di jajaran komisaris pun demikian. Bagusnya, banyak dari anggota tim itu yang memiliki pengalaman menangani perusahaan yang bermasalah atau terpuruk.

Ada juga teman-teman dengan latar belakang asuransi sehingga mereka dapat langsung mengetahui apa yang harus diperbaiki. Komisaris pun ada yang memiliki pengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Jadi, secara pengendalian internal mereka mengetahui apa saja yang harus dilakukan.

  • Baca juga: Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

“Saya juga jadi lebih mudah dalam berkoordinasi. Bisa dibayangkan kalau di dalam suatu tim itu masih ada satu dua orang yang katakanlah merasa orang lama dan merasa tidak ada masalah sehingga mereka menjadi resisten. Kalau masih dalam tim seperti itu, tentu arah tujuan akan berbeda,” bapak dua anak yang suka traveling ke situs-situs sejarah seluruh dunia ini.

Nah, dengan anggota tim yang baru dan mau bersama-sama memperbaiki Askrindo, membuat pekerjaan Antonius lebih mudah. Beberapa tahun kemudian dia bisa membawa perseroan tumbuh lebih cepat dari ekspektasi pemegang saham. Sepanjang 2015 lalu, Askrindo berhasil meraup laba sekitar Rp1 triliun atau tumbuh 49,25 persen dibanding tahun 2014. Dan tahun 2016 ini perseroan menargetkan perolehan laba bersih senilai Rp1,3 triliun.

 
 
 
 
 
Previous Post

‘Employee Engagement’ dan Kinerja Bisnis

Next Post

Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance