• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Kolom

‘Employee Engagement’ dan Kinerja Bisnis

by Sandy Romualdus
1 Juli 2016 - 00:00
17
VIEWS
‘Employee Engagement’ dan Kinerja Bisnis
0
SHARES
17
VIEWS

Banyak eksekutif hari-hari ini mengalami sindrom –kata anak muda sekarang—Andi Lau, antara dilema dan galau. Perlambatan ekonomi saat ini membuat semua strategi pertumbuhan dan ekspansi seperti pisau tumpul. Oleh karena itu strategi paling populer digunakan pada zaman ini adalah strategi bertahan (survival). Seraya mengidentifikasi setiap kemungkinan untuk terus memperpanjang nafas.

Sayangnya, dari sekian banyak strategi bertahan, tidak banyak yang menjadikan employee engagement sebagai top priority strateginya. Padahal dalam riset global yang dipublikasikan oleh Harvard Business Review pada tahun 2013 lalu, karyawan yang melibatkan diri dengan sepenuh hati terhadap pekerjaannya (highly-engaged employee) menjadi solusi dari pertumbuhan maupun strategi bertahan hidup dalam bisnis.

  • Baca juga: Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Karena highly-engaged employee itulah yang diharapkan bisa meningkatkan produktivitas, inovasi, dan pada akhirnya mengerek naik kinerja keuangan perusahaan. Mereka ibarat pasukan khusus yang siap diterjunkan kemana saja dan medan apa saja.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Situasi bisnis yang rumit dan penuh dengan pola-pola yang kacau (disruptive) di era ini tidak lagi bisa dihadapi dengan pendekatan standar ala pasukan organik biasa, yang cuma bekerja sesuai kontrak saja. Dibutuhkan banyak kontribusi yang kadang-kadang di luar dari job description masing-masing, yang apa boleh buat, demi keberlangsungan bisnis, harus dilakukan.

Studi Harvard tersebut menyurvei sebanyak 568 top eksekutif dari berbagai perusahaan besar di seluruh dunia. Dan mereka mengatakan bahwa employee engagement berkontribusi sebesar 71 persen terhadap keberhasilan sebuah organisasi. Sebuah angka yang mencengangkan.

Dan faktanya di era seperti sekarang, kebutuhan untuk memastikan bahwa setiap individu di dalam organisasi terlibat dengan sepenuh hati, semakin penting. Karena kita hidup di sebuah post-information era. A human era, di mana nilai lebih (skill, kreativitas, daya inovasi) seorang individu yang bertalenta tinggi akan memberikan dampak berbeda terhadap organisasi. Dan nyaris tak tergantikan.

Kita tidak bisa lagi sesumbar bahwa tenaga kerja di luar sana melimpah dan bisa dengan mudah kita comot dari jalanan. Tidak, era itu sudah lewat.

Karenanya, daripada terus menerus bongkar-pasang strategi dalam menghadapi naik-turun bisnis yang kadang melibatkan waktu, sumber daya dan energi yang terbuang percuma, mengapa kita tidak fokus saja kepada strategi yang satu ini. Yaitu memastikan bahwa anggota tim mengeluarkan yang terbaik dari dalam dirinya dan membantu mereka untuk memberikan kontribusi sepenuh hati, bukan cuma untuk bisnis dan pekerjaan tetapi juga untuk kehormatan dan harga diri mereka.

  • Baca juga: Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

Bagaimana caranya?

Ada banyak faktor yang berkontribusi terhadap tumbuhnya employee engagement. Menurut studi Harvard, tiga pendorong teratas adalah recognition for high performers, clear understanding how job contributes to strategy, dan communication strategy from senior leadership.

Para karyawan juara senang diberikan pengakuan dengan cara-cara yang otentik dan tidak template. Mereka ingin kejelasan apa kaitannya pekerjaan mereka dengan misi besar perusahaan, juga komunikasi dua arah yang terencana dengan baik dan dilakukan dengan cara-cara kasual. Bukan yang serabutan apalagi formal dan penuh dengan perintah dan tekanan.

Artinya mereka akan mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri mereka kalau mereka diperlakukan “lebih dari sekedar karyawan”, yang cuma disuruh dan di perintah.

Mereka senang di ajak berdiskusi dan berkomunikasi tentang “Why” dari pekerjaan itu. Bukan cuma sekedar “What” dan “How” saja. Karena ketika mereka memahami dengan baik “Why”-nya maka mereka akan melakukannya dengan cara mereka sendiri sepenuh hati. Dan biasanya Anda akan dibuat terkaget-kaget dengan hasil yang mereka capai.

Hal ini juga sejalan dengan riset global yang secara periodik di gelar oleh BlessingWhite –konsultan global yang berfokus di area leadership dan employee engagement, yang berbasis di New Jersey, USA. Dalam riset dua tahunan, BlessingWhite menemukan bahwa faktor terpenting dari seorang karyawan untuk terlibat sepenuh hati dengan pekerjaannya adalah ketika bertemunya kontribusi maksium (maximum contribution) yang dituntut oleh perusahaan dari karyawan tersebut, dengan kepuasan maksimum (maximum satisfaction) yang dicari oleh karyawan dengan bekerja di perusahaan tersebut.

Keduanya berada di dalam lintasan yang beda. Yang satu alat ukur organisasi (contribution) sementara yang satu lagi alat ukur karyawan (satisfaction). Tidak jarang benturan terjadi karena perbedaan alat ukur ini.

Pemimpin yang baik, akan memastikan kedua-duanya bisa sejalan. Kuncinya adalah hubungan kemitraan antara keduanya yang dilandasi komunikasi yang terbuka dan transparan. Persis seperti sebuah perkawinan antara suami dan istri yang berlatar belakang berbeda tetapi visinya sebetulnya satu.

  • Baca juga: Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Ketika hubungan kemitraan itu bisa dibangun secara terbuka dan transparan, maka karyawan melihat ada win-win dalam hubungan tersebut. Dia punya peluang mendapatkan keberhasilanya (setidaknya nilai-nilai pribadi dia dihargai) dan karenanya –biasanya—dia bersedia untuk berkontribusi.
Saat dia memutuskan untuk menaikkan level kesediaannya untuk berkontribusi lebih itulah dia sedang menaikan level of engagement-nya untuk organisasi.

Kalau momentum itu bisa dijaga dan ditingkatkan terus, tinggal menunggu waktu saja dia akan memberikan sesuatu yang bahkan mungkin tidak Anda bayangkan sebelumnya. Dan Anda tinggal menikmati hasilnya saja.

 
 
 
 
 
Previous Post

Butuh Insentif

Next Post

“Kapten” yang Sadar Sejarah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

Membedah Gap Adopsi AI: Antara Investasi Teknologi dan Realisasi ROI Perusahaan

by Sandy Romualdus
23 September 2026 - 11:21

Mengapa 88% perusahaan menggunakan AI tetapi gagal meraih value bisnis yang nyata? Temukan akar masalah gap adopsi AI, risiko halusinasi...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Melampaui Awareness: Strategi Deteksi dan Respons Insiden Siber di Era Digital

by Sandy Romualdus
16 September 2026 - 13:34

Menghadapi kompleksitas lanskap ancaman siber 2025, organisasi harus berevolusi dari sekadar membangun kesadaran menuju implementasi Cyber Threat Detection dan Incident...

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

Cyber Security Awareness dan Digital Literacy: Benteng Baru Indonesia di Tengah Ledakan Kejahatan Digital

by Sandy Romualdus
7 September 2026 - 10:28

Transformasi digital menuntut Indonesia memperkuat benteng pertahanan siber melalui kombinasi kesadaran keamanan siber dan literasi digital guna mengatasi kerentanan faktor...

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:00

Kebijakan perampingan dan konsolidasi BUMN bukan sekadar persoalan pemangkasan biaya operasional atau peningkatan dividen semata, melainkan sebuah pertaruhan krusial yang...

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

Salary Survey BPD: Antara Data Nasional dan Realitas Daerah

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 12:25

Pendekatan salary survey pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) memerlukan strategi kontekstual. Salah satunya adalah pendekatan metode hybrid benchmarking untuk menjaga...

Toxic Productivity

Toxic Productivity

by Sandy Romualdus
8 Juli 2026 - 11:57

"Bekerja keras adalah hal yang baik. Namun, ketika keinginan untuk terus produktif membuat kita mengabaikan kesehatan, waktu istirahat, hingga hubungan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance