• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Rabu, April 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Figur

“Kapten” yang Sadar Sejarah

oleh Sandy Romualdus
1 Juli 2016 - 00:00
78
Dilihat
“Kapten” yang Sadar Sejarah
0
Bagikan
78
Dilihat

Tidak banyak orang sadar bahwa belajar sejarah, baik dari sudut peristiwanya maupun dari sisi tokoh-tokoh pelakunya sangatlah penting. Bahkan jika diperas lagi, jarang sekali ada bankir yang meminati sejarah. Sejarah dan bankir memang bukanlah dua buah subyek yang saling berkaitan langsung.

Salah satu sosok yang sadar belajar sejarah adalah Antonius Chandra Satya Napitupulu. Tak hanya menggilai literatur sejarah dan arkeologi, Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (PT Askrindo) ini juga terinspirasi dari literatur para tokoh sejarah yang dibacanya. Anton mengaku, peristiwa dan para tokoh-tokoh sejarah memberikan banyak pelajaran baginya dalam berbisnis dan memimpin perusahaan, termasuk saat ditawari menakhodai PT Askrindo yang sebelum dirinya masuk kondisinya memprihatinkan.

Bagi Antonius, sejarah tak hanya mengajarkan pengalaman dan kebijakan. Dari sejarah juga kita bisa belajar mengenai kegagalan dan keberhasilan di masa lalu. Mengetahui kegagalan di masa silam berguna agar kita tidak lagi mengulanginya di masa sekarang, dan mempelajari kesuksesan di balik peristiwa sejarah dapat kita gunakan sebagai bahan untuk menyusun rencana di masa depan.

BERITA TERKAIT

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

SIG Perluas Kolaborasi Global, Garap Potensi 89% Pasar Material Konstruksi

Cerita bermula ketika Antonius ditawari posisi untuk memimpin Askrindo, ketika kondisi perusahaan itu mengalami kerugian selama dua tahun berturut-turut. Pada tahun 2009, rugi sebesar Rp 100 miliar. Setahun kemudian, kerugian semakin membengkak menjadi Rp 200 miliar. Pada awal 2011, masih rugi tapi sudah berkurang. Selain itu, Askrindo juga menghadapi investasi bermasalah senilai sekitar Rp 400 miliar.

Karena berbagai kondisi tersebut, para mitra Askrindo mengambil sikap wait and see. Mereka membekukan transaksi. Meski tidak sampai stop, mereka menurunkan semua volume transaksi dengan Askrindo. Para mitra itu mau melihat dulu kondisi ke depan, mau seperti apa. Hal tersebut tentu berdampak terhadap para karyawan, sehingga mereka sedikit patah semangat.

Ketika Antonius masuk, Agustus 2011, baik pihak Askrindo maupun pemangku kepentingan sudah menyadari bahwa perusahaan ini sakit dan segera menyembuhkan yang sakit ini. “Saya sendiri mempelajari kesehatan perusahaan ini sambil jalan, paralel. Harapan semuanya adalah membuat perusahaan ini positif. Kalaupun baru plus Rp 1 pun, itu sudah bagus. Jadi, pemegang saham tidak menuntut perusahaan ini untung sekian miliar. Yang penting, perusahaan ini sehat dulu,” papar pria yang pernah berkiprah di beberapa perbankan nasional, seperti Bank Niaga, Lippo dan Sinarmas.

Bukan ‘Gaya-Gayaan’

Alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia jurusan Akuntasi ini berani menerima tantangan tersebut karena pengalaman bekerja di Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Fungsi BPPN antara lain melakukan restrukturisasi kredit dan menangani perusahaan-perusahaan yang bermasalah. Kebetulan, waktu itu Askrindo termasuk perusahaan BUMN yang sedang bermasalah.

“Saya masuk ke Askrindo langsung menjabat direktur utama. Saya selalu berpikir, jika kita menangani perusahaan bermasalah, sebaiknya mengambil posisi sebagai kapten atau direktur utama. Kalau hanya mengambil posisi sebagai wakil direktur atau direksi, sementara direktur utamanya tidak berani mengambil langkah-langkah perbaikan, hasilnya akan sama saja.

Jadi, ketika diwawancarai dan ditanya posisi yang saya inginkan, saya jawab posisi direktur utama. Itu bukan gaya-gayaan,” aku pria kelahiran 19 Oktober 1960 ini.

Meskipun demikian Anton tidak bekerja sendiri. Namun dia harus menghadapi banyak penggantian anggota tim terutama di jajaran direksi, yang hampir semua baru. Di jajaran komisaris pun demikian. Bagusnya, banyak dari anggota tim itu yang memiliki pengalaman menangani perusahaan yang bermasalah atau terpuruk.

Ada juga teman-teman dengan latar belakang asuransi sehingga mereka dapat langsung mengetahui apa yang harus diperbaiki. Komisaris pun ada yang memiliki pengalaman di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. Jadi, secara pengendalian internal mereka mengetahui apa saja yang harus dilakukan.

“Saya juga jadi lebih mudah dalam berkoordinasi. Bisa dibayangkan kalau di dalam suatu tim itu masih ada satu dua orang yang katakanlah merasa orang lama dan merasa tidak ada masalah sehingga mereka menjadi resisten. Kalau masih dalam tim seperti itu, tentu arah tujuan akan berbeda,” bapak dua anak yang suka traveling ke situs-situs sejarah seluruh dunia ini.

Nah, dengan anggota tim yang baru dan mau bersama-sama memperbaiki Askrindo, membuat pekerjaan Antonius lebih mudah. Beberapa tahun kemudian dia bisa membawa perseroan tumbuh lebih cepat dari ekspektasi pemegang saham. Sepanjang 2015 lalu, Askrindo berhasil meraup laba sekitar Rp1 triliun atau tumbuh 49,25 persen dibanding tahun 2014. Dan tahun 2016 ini perseroan menargetkan perolehan laba bersih senilai Rp1,3 triliun.

 
 
 
 
Sebelumnya

‘Employee Engagement’ dan Kinerja Bisnis

Selanjutnya

Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

oleh Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

oleh Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

oleh Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

Pakar Investasi MUFG Nobuya Kawasaki Calon Nakhoda Baru Bank Danamon

oleh Sandy Romualdus
5 Maret 2026 - 20:16

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) mengumumkan rencana perubahan besar dalam susunan pengurus perseroan. Nobuya Kawasaki, yang saat...

RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

oleh Sandy Romualdus
2 Maret 2026 - 11:17

Stabilitas.id — Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) resmi merombak jajaran pengurus perseroan....

Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

oleh Stella Gracia
23 Januari 2026 - 16:39

Stabilitas.id — Panji Irawan resmi mengemban jabatan Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) setelah dinyatakan lulus uji kelayakan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Investasi Emas Menggeliat, Penjualan Galeri 24 Tembus 6,5 Ton

    Harga Emas Hari Ini: Antam Tembus Rp2,94 Juta, Galeri 24 Paling Kompetitif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • CIMB Niaga (BNGA) Tebar Dividen Rp4,07 Triliun, Angkat Budiman Tanjung Jadi Direktur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BBRI Targetkan Dividen Rp52 Triliun, Fokus Jaga CAR di Level 20 Persen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Minta BNI Tuntaskan Kasus Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST BRI 2026: Setujui Dividen Rp52,1 Triliun, Setara 92 Persen dari Laba Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • IHSG Dibuka Rebound Pasca-Lebaran, Intip Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Wanti-wanti OJK ke Mahasiswa: Waspada Risiko di Balik Kemudahan Pembiayaan Digital

Reformasi Pasar Modal: OJK Siap Hadapi Asesmen MSCI Juni 2026

Peringati Hari Kartini, BRI Perkuat Inklusivitas dan Pemberdayaan Jutaan UMKM Perempuan

SIG Perluas Kolaborasi Global, Garap Potensi 89% Pasar Material Konstruksi

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Cetak Kartini Modern: Jajaran Manajemen BRI Raih Predikat 500 Most Outstanding Women 2026

Bank Mandiri Catat Laba Bersih Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kukuhkan Peran sebagai Mitra Strategis Pemerintah

BTN Perkuat Strategi ‘Beyond Mortgage’, Gandeng RSPON Tingkatkan Layanan Prioritas

Rupiah Masuk Daftar Mata Uang Terlemah Forbes, Ekonom: Penilaian Nominal Menyesatkan

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

Menteri Perdagangan G20 Antisipasi Efek Domino Brexit

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance