• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Selasa, Mei 19, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Info Otoritas

Libur Lebaran: BI Hentikan Layanan RTGS dan SKNBI Mulai 18 Maret, BI-FAST Tetap ‘Gaspol’

oleh Stella Gracia
10 Maret 2026 - 13:52
92
Dilihat
Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan
0
Bagikan
92
Dilihat

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) resmi menetapkan penyesuaian kegiatan operasional dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 H/Tahun 2026. Berdasarkan jadwal yang dirilis, mayoritas layanan sistem pembayaran nilai besar dan operasional moneter akan ditiadakan mulai Rabu, 18 Maret 2026 hingga Selasa, 24 Maret 2026.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa pengaturan ini mengacu pada keputusan pemerintah terkait Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026. Meski layanan kantor ditiadakan, BI memastikan infrastruktur digital tetap melayani kebutuhan masyarakat.

“Seluruh layanan penyelenggaraan Sistem BI-RTGS, BI-SSSS, BI-ETP, serta Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tidak beroperasi selama periode tersebut. Namun, layanan BI-FAST tetap beroperasi penuh 24/7,” ujar Denny dalam keterangan resmi, Senin (9/3/2026).

BERITA TERKAIT

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Terkait transaksi kliring, BI menegaskan bahwa seluruh warkat debit di Zona 4 yang diserahkan pada 17 Maret 2026 (H-1 libur) baru akan diselesaikan setelmennya pada Rabu, 25 Maret 2026 saat operasional kembali normal.

Di sisi pasar uang, seluruh kegiatan transaksi operasi moneter Rupiah dan Valas ditiadakan. Hal ini berdampak pada tidak diterbitkannya Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) serta kurs acuan Non-USD/IDR selama masa libur Lebaran. Bank sentral akan menggunakan referensi kurs hari kerja terakhir untuk keperluan pelaporan.

Pengaturan jadwal operasional ini dilakukan di tengah kondisi likuiditas nasional yang tetap solid. Mengacu pada data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), posisi Uang Primer Adjusted Indonesia telah mencapai Rp2.027,32 triliun (akhir 2024), yang menjamin ketersediaan likuiditas dalam sistem perbankan saat menghadapi lonjakan transaksi Lebaran.

Selain itu, Survei Konsumen BI terbaru pada Februari 2026 menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap kuat di level 125,2. Tingginya optimisme masyarakat ini diprediksi akan mendorong volume transaksi digital melalui BI-FAST dan QRIS selama periode mudik dan Idulfitri.

“Pelaksanaan operasional di institusi perbankan dan sektor keuangan lainnya menjadi kewenangan masing-masing institusi. Kami mengimbau masyarakat untuk mengoptimalkan kanal digital untuk kebutuhan transaksi selama libur panjang,” pungkas Denny.***

Tags: Bank IndonesiaBI fastJadwal Libur BILebaran 2026Operasional Idulfitri 1447 Hramdan denny prakosoRTGSSKNBITransaksi Digitaluang primer adjusted
 
 
 
 
Sebelumnya

Masyarakat RI Makin Pede: Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Naik ke Level 118,5

Selanjutnya

Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Otoritas moneter dan fiskal memperkuat fondasi arsitektur keuangan berkelanjutan (sustainable finance) tanah air demi memitigasi dampak risiko perubahan...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Bank Indonesia (BI) bersama Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang Rupiah palsu di...

OJK Bangun Sistem Perbankan Berintegritas

Sapu Bersih Investasi Berkedok Syariah, OJK Perketat Pengawasan Sektor Keuangan

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:46

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas untuk memperketat pengawasan terhadap industri jasa keuangan syariah nasional. Langkah mitigasi...

BRI Jadi Kontributor Terbesar Penyaluran Kredit Program Perumahan Nasional

Kredit Macet Properti Terkendali di Level 3,14%, OJK Andalkan PPN DTP Pacu KPR 2026

oleh Sandy Romualdus
18 Mei 2026 - 09:24

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai laju pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) yang tertahan di level single digit pada...

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun, OJK Pacu Lahirnya Bank Baru di KBMI 2

Aset Perbankan Syariah Tembus Rp1.061 Triliun, OJK Pacu Lahirnya Bank Baru di KBMI 2

oleh Sandy Romualdus
16 Mei 2026 - 15:25

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan taji dengan pertumbuhan aset yang melesat...

Kejar Target Juni 2026, OJK Poles Regulasi Bursa Karbon Sektor Kehutanan

Rebalancing Indeks MSCI: OJK Sebut Fenomena Regional, Fokus Perkuat Fundamental Pasar Modal RI

oleh Stella Gracia
13 Mei 2026 - 17:16

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa perubahan komposisi dalam rebalancing indeks MSCI merupakan fenomena global yang dipicu oleh...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

SBN Internasional Laris, ULN Pemerintah Kuartal I/2026 Tumbuh Melambat 3,8%

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

Rasio Uang Palsu Turun Jadi 4 Lembar per Sejuta, BI Musnahkan 466.535 Lembar Rupiah Tiruan

Inflasi April Terkendali 2,42%, BI Beberkan Strategi 4K Lewat Peluncuran GPIPS 2026

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Siasat Garap Financial Goals 2026 Lewat Diversifikasi Lintas Negara dan Mata Uang

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

Modal Asing Banjiri KFLN Indonesia, Posisi Investasi Internasional Tetap Resilien di 18,8% PDB

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance