• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Senin, September 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Intip Catatan S&P Terkait Tantangan Struktural dan Risiko Perubahan Kebijakan RI

oleh Stella Gracia
13 Juli 2026 - 13:57
8
Dilihat
Ekspanansi Dalam Pelemahan Ekonomi
0
Bagikan
8
Dilihat

Lembaga pemperingkat S&P Global Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, serta memproyeksi ekonomi tumbuh 5%.

Stabilitas.id – Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings resmi mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Bersamaan dengan itu, S&P juga menyematkan prospek (outlook) peringkat Indonesia tetap stabil.

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Dalam laporan resminya yang dirilis Senin (13/7), S&P menyatakan bahwa prospek stabil ini didasarkan pada ekspektasi pemulihan penerimaan pemerintah sepanjang tahun ini. Pemulihan tersebut didorong oleh lonjakan (rebound) pendapatan ekspor yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas global.

S&P menilai kebijakan pemerintah dalam mendongkrak penerimaan negara dan memaksimalkan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam (SDA) akan menjadi penopang utama perbaikan fiskal jangka panjang. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi dan kepastian implementasi kebijakan tersebut.

BERITA TERKAIT

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Paradox Likuiditas dan Misi “Sinergi Merah Putih” Destry Damayanti 

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Jangkar Defisit 3% dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Selain pendapatan komoditas, S&P menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal sebagai faktor krusial. Kebijakan menjaga batas defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Buto (PDB) dinilai menjadi jangkar penting dalam mempertahankan kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia.

Secara umum, peringkat BBB ini mencerminkan beberapa kekuatan fundamental Indonesia:

  • Prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang dinilai tetap kuat.

  • Penerapan kebijakan makroekonomi yang secara umum dikelola secara prudent (hati-hati).

  • Beban utang luar negeri bersih serta utang pemerintah yang relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara dengan peringkat sekelas (peers).

Dengan fundamental tersebut, S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap melaju di kisaran 5% per tahun untuk dua hingga tiga tahun ke depan, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga bahan bakar di pasar domestik. Langkah hilirisasi mineral juga dinilai berpotensi besar meningkatkan pundi-pundi penerimaan negara.

Tantangan Struktural dan Risiko Kurs

Meskipun fundamental dinilai kokoh, S&P memberikan catatan terkait sejumlah tantangan struktural yang masih membayangi Indonesia, di antaranya:

  • Tingkat pendapatan per kapita masyarakat yang relatif masih rendah.

    • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara
  • Basis ekspor dan penerimaan fiskal negara yang cenderung sempit.

  • Sektor keuangan domestik yang belum dalam dan belum terdiversifikasi dengan baik, sehingga berisiko meningkatkan beban pembayaran bunga utang pemerintah.

S&P juga memberikan peringatan agar pemerintah tidak melakukan perubahan kebijakan secara mendadak. Ketidakpastian dalam eksekusi regulasi dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan investor global dan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah serta pasar keuangan.

Trigger Naik-Turun Rating Utang Indonesia

Lebih lanjut, S&P membeberkan batasan indikator ekonomi yang bisa mengubah posisi rating utang Indonesia di masa mendatang:

Faktor Pemicu Penurunan Peringkat (Downgrade):

  • Utang bersih pemerintah membengkak secara konsisten di atas 3% terhadap PDB per tahun.

  • Beban pembayaran bunga utang bertahan tinggi di atas 15% dari total penerimaan negara.

  • Penerimaan ekspor melemah secara struktural, sehingga memicu lonjakan kebutuhan pembiayaan eksternal.

Faktor Pemicu Kenaikan Peringkat (Upgrade):

  • Defisit fiskal mampu menyempit menuju level 1% terhadap PDB secara berkelanjutan.

  • Terjadinya peningkatan signifikan pada penerimaan negara dan penurunan biaya pembiayaan (cost of fund).

  • Stabilitas nilai tukar rupiah terjaga dengan baik.

    • Baca juga: Paradox Likuiditas dan Misi "Sinergi Merah Putih" Destry Damayanti 
  • Utang luar negeri bersih dan kebutuhan pembiayaan eksternal berhasil ditekan hingga di bawah 50% dari penerimaan transaksi berjalan serta cadangan devisa. ***

Tags: defisit fiskalHilirisasiPeringkat Utang IndonesiaPertumbuhan Ekonomi Indonesiarating utang BBBS&P Global Ratings
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta

Selanjutnya

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Wujud Kepedulian Sosial, Patra Logistik Salurkan Bantuan ‘Pertamina Berkah’ di 9 Wilayah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:50

Pertamina, Shell, dan BP-AKR kompak menaikkan harga BBM non-subsidi per September 2026, sementara harga Pertamax, Pertalite, dan Revvo 92 terpantau...

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

oleh Stella Gracia
21 September 2026 - 09:49

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih penghargaan Katadata ESG Insight Award 2026 berkat komitmen kuat dalam penerapan tata...

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

Taktik Usia Emas Polytron: Dominasi Pasar B2B Lewat Pembuktian Ketangguhan Ekosistem Motor Listrik

oleh Sandy Romualdus
20 September 2026 - 19:09

Memasuki usia ke-51, Polytron makin agresif menguasai pasar B2B lewat penambahan suplai motor listrik tangguh bersertifikasi IP67 bagi operasional Rentokil...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 18:18

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melaporkan defisit APBN hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93% dari PDB, diimbangi surplus...

Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level...

Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

oleh Stella Gracia
18 September 2026 - 17:51

Pemerintah resmi melunasi seluruh kewajiban surat utang BLBI peninggalan krisis 1997-1998 pada Agustus 2026 berkat setoran surplus Bank Indonesia sebesar...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Desak Bank KBMI 1 Konsolidasi, Buka Opsi Merger Demi Penuhi Free Float 15%

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Aturan Main Demutualisasi Terbit, OJK Larang Keras Kepemilikan Mayoritas Saham BEI

Aturan Main POJK Segera Terbit, Kepemilikan Saham Mayoritas BEI Wajib Lewati Skrining Ketat OJK

IHSG Sesi I Tertekan ke Level 6.439, Aksi Jual Asing dan Sentimen Suku Bunga Jadi Pemicu

Tantangan Ganda Himbara: OJK Soroti Transmisi Bunga Kredit dan Risiko Pembiayaan Megaproyek Pemerintah

Kompak Kerek Harga, BBM Non-Subsidi Pertamina dan Swasta Kompak Tembus Rekor Baru

Konsisten Terapkan ESG, SIG Jaga Profitabilitas Lewat Praktik Tata Kelola Standar ACGS

Kinerja Semester I 2026 Mengkilap, KB Bank Catat Pertumbuhan Aset Menjadi Rp86,11 Triliun

Krisis Modal dan Likuiditas Tak Tertolong, OJK Resmi Cabut Izin Usaha BPR Pasarraya Kuta Bali

Transaksi QRIS Tembus Rp600 Triliun, BI Soroti Kesenjangan Literasi dan Darurat Anti-Scam

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance