• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Intip Catatan S&P Terkait Tantangan Struktural dan Risiko Perubahan Kebijakan RI

by Stella Gracia
13 Juli 2026 - 13:57
9
VIEWS
Ekspanansi Dalam Pelemahan Ekonomi
0
SHARES
9
VIEWS

Lembaga pemperingkat S&P Global Ratings mempertahankan sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, serta memproyeksi ekonomi tumbuh 5%.

Stabilitas.id – Lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings resmi mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Republik Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek. Bersamaan dengan itu, S&P juga menyematkan prospek (outlook) peringkat Indonesia tetap stabil.

  • Baca juga: Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Dalam laporan resminya yang dirilis Senin (13/7), S&P menyatakan bahwa prospek stabil ini didasarkan pada ekspektasi pemulihan penerimaan pemerintah sepanjang tahun ini. Pemulihan tersebut didorong oleh lonjakan (rebound) pendapatan ekspor yang dipicu oleh kenaikan harga komoditas global.

S&P menilai kebijakan pemerintah dalam mendongkrak penerimaan negara dan memaksimalkan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam (SDA) akan menjadi penopang utama perbaikan fiskal jangka panjang. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada konsistensi dan kepastian implementasi kebijakan tersebut.

BERITA TERKAIT

Sarjito Resmi Dilantik Jadi KE Pengawas BMKS, Bidik Status Price Maker Komoditas Global

Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara

Paradox Likuiditas dan Misi “Sinergi Merah Putih” Destry Damayanti 

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Jangkar Defisit 3% dan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi

Selain pendapatan komoditas, S&P menyoroti komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal sebagai faktor krusial. Kebijakan menjaga batas defisit anggaran di bawah 3% terhadap Produk Domestik Buto (PDB) dinilai menjadi jangkar penting dalam mempertahankan kredibilitas fiskal Indonesia di mata dunia.

Secara umum, peringkat BBB ini mencerminkan beberapa kekuatan fundamental Indonesia:

  • Prospek pertumbuhan ekonomi domestik yang dinilai tetap kuat.

  • Penerapan kebijakan makroekonomi yang secara umum dikelola secara prudent (hati-hati).

  • Beban utang luar negeri bersih serta utang pemerintah yang relatif rendah jika dibandingkan dengan negara-negara dengan peringkat sekelas (peers).

Dengan fundamental tersebut, S&P memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap melaju di kisaran 5% per tahun untuk dua hingga tiga tahun ke depan, meskipun ada tekanan dari kenaikan harga bahan bakar di pasar domestik. Langkah hilirisasi mineral juga dinilai berpotensi besar meningkatkan pundi-pundi penerimaan negara.

Tantangan Struktural dan Risiko Kurs

Meskipun fundamental dinilai kokoh, S&P memberikan catatan terkait sejumlah tantangan struktural yang masih membayangi Indonesia, di antaranya:

  • Tingkat pendapatan per kapita masyarakat yang relatif masih rendah.

    • Baca juga: Perkuat Resiliensi Makro, Kemenkeu Dorong Sinergi Kebijakan KSSK dan Konsolidasi BUMN Danantara
  • Basis ekspor dan penerimaan fiskal negara yang cenderung sempit.

  • Sektor keuangan domestik yang belum dalam dan belum terdiversifikasi dengan baik, sehingga berisiko meningkatkan beban pembayaran bunga utang pemerintah.

S&P juga memberikan peringatan agar pemerintah tidak melakukan perubahan kebijakan secara mendadak. Ketidakpastian dalam eksekusi regulasi dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan investor global dan memberikan tekanan pada nilai tukar rupiah serta pasar keuangan.

Trigger Naik-Turun Rating Utang Indonesia

Lebih lanjut, S&P membeberkan batasan indikator ekonomi yang bisa mengubah posisi rating utang Indonesia di masa mendatang:

Faktor Pemicu Penurunan Peringkat (Downgrade):

  • Utang bersih pemerintah membengkak secara konsisten di atas 3% terhadap PDB per tahun.

  • Beban pembayaran bunga utang bertahan tinggi di atas 15% dari total penerimaan negara.

  • Penerimaan ekspor melemah secara struktural, sehingga memicu lonjakan kebutuhan pembiayaan eksternal.

Faktor Pemicu Kenaikan Peringkat (Upgrade):

  • Defisit fiskal mampu menyempit menuju level 1% terhadap PDB secara berkelanjutan.

  • Terjadinya peningkatan signifikan pada penerimaan negara dan penurunan biaya pembiayaan (cost of fund).

  • Stabilitas nilai tukar rupiah terjaga dengan baik.

    • Baca juga: Paradox Likuiditas dan Misi "Sinergi Merah Putih" Destry Damayanti 
  • Utang luar negeri bersih dan kebutuhan pembiayaan eksternal berhasil ditekan hingga di bawah 50% dari penerimaan transaksi berjalan serta cadangan devisa. ***

Tags: defisit fiskalHilirisasiPeringkat Utang IndonesiaPertumbuhan Ekonomi Indonesiarating utang BBBS&P Global Ratings
 
 
 
 
 
Previous Post

Investasi ORI030 Lewat wondr by BNI Bisa Dapat Cashback hingga Rp15 Juta

Next Post

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

ULN Indonesia Agustus 2026 Terjaga US$459,3 Miliar, BI Tegaskan Struktur Tetap Sehat

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:51

Bank Indonesia mencatat ULN Indonesia Agustus 2026 tetap sehat sebesar US$459,3 miliar (tumbuh 5,6% yoy) dengan rasio PDB 30,9% didominasi...

Pilar Inklusi dari Binjai Utara: Kisah Shifa Celluler Perluas Akses dan Literasi Keuangan Lansia

Indonesia Peringkat Pertama Modest Fashion Dunia, BI dan Kemendag Pacu Ekspor Wastra Nusantara

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 12:00

Indonesia peringkat 1 dunia sektor modest fashion SGIE 2025/2026. Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman buka IN2MOTIONFEST x JMFW...

Porsi Kredit UMKM BRI Capai 83,86%, Bukti Komitmen BRI pada Pemberdayaan Usaha Mikro

Riset Paramadina: 8 Juta UMKM Pangan Belum Tersertifikasi, Wajib Halal Serentak Berisiko Tekan Daya Beli

by Stella Gracia
15 Oktober 2026 - 08:18

Riset Paramadina memproyeksikan kewajiban sertifikasi halal serentak berisiko membebani 8 juta UMKM pangan dan menekan daya beli rumah tangga. Stabilitas.id...

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

Camino de Flores: Menyusuri Spiritualitas dan Pemulihan Ekonomi di Tanah Flores

by Stella Gracia
13 Oktober 2026 - 13:23

Kementerian Pariwisata meluncurkan rute wisata Camino de Flores. Program ini bertujuan meratakan distribusi wisatawan dan memulihkan ekonomi masyarakat Nusa Tenggara...

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

IKK September 2026 Bertengger di 118,1: Bank Indonesia Catat Konsumsi Rumah Tangga Meningkat

by Stella Gracia
12 Oktober 2026 - 12:21

Survei Konsumen BI September 2026 mencatat IKK tetap optimis di level 118,1 di tengah kenaikan rasio belanja konsumsi masyarakat menjadi...

Kikis Inefisiensi, Kemenkeu Selamatkan Anggaran Rp170 Triliun Tanpa Ganggu Birokrasi

Defisit APBN Tembus Rp319 Triliun per September 2026, Menkeu Pastikan Postur Fiskal Tetap Kredibel

by Stella Gracia
9 Oktober 2026 - 14:13

APBN membukukan defisit Rp319 triliun atau 1,24 persen PDB per September 2026, Menkeu Suahasil Nazara pastikan disiplin fiskal terjaga. Stabilitas.id...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

Kas Tak Memadai, Pos Indonesia Tunda Bayar Kupon Sukuk Rp 24,11 Miliar

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance