• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Jumat, Oktober 30, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Asuransi

Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5%, Industri Asuransi Jiwa Bayar Manfaat Klaim Rp 75,57 Triliun di Semester I-2026

by Sandy Romualdus
1 September 2026 - 10:15
36
VIEWS
Premi Bisnis Baru Tumbuh 11,5%, Industri Asuransi Jiwa Bayar Manfaat Klaim Rp 75,57 Triliun di Semester I-2026
0
SHARES
36
VIEWS

Industri asuransi jiwa catat pendapatan premi weighted Rp 58,06 triliun dan secara unweighted mencapai Rp 94,75 triliun, Klaim terbayar Rp 75,57 triliun kepada 4,82 juta orang pada Semester I-2026.

Stabilitas.id – Pertumbuhan pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional yang tetap solid terbukti menjadi fondasi utama dalam menopang kapasitas finansial perusahaan untuk memenuhi tanggung jawab pembayaran klaim serta manfaat perlindungan nasabah.

  • Baca juga: Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan, sepanjang periode Januari–Juni 2026, industri mencatatkan total klaim dan manfaat yang telah dibayarkan mencapai Rp 75,57 triliun kepada 4,82 juta orang penerima manfaat.

Kemampuan eksekusi pembayaran klaim yang naik 4,3% secara tahunan (year-on-year) tersebut disokong oleh perolehan total pendapatan premi secara weighted (tertimbang) yang terjaga stabil di level Rp 58,06 triliun. Jika dihitung secara unweighted (tidak tertimbang), perolehan premi industri justru mencatatkan pertumbuhan pesat sebesar 8,2% yoy hingga mencapai Rp 94,75 triliun.

BERITA TERKAIT

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Kawal Disrupsi AI di Asuransi Jiwa: AAJI Gelar Program Eksekutif ‘Future by Design’ bagi Para CEO

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo menyatakan bahwa pencapaian kinerja pada paruh pertama tahun 2026 menegaskan bahwa industri asuransi jiwa memiliki ketersediaan modal dan fundamental yang kuat di tengah dinamika ekonomi global maupun pasar keuangan.

“Pencapaian kinerja semester I-2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia. Kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan tetap terjaga dan industri terus memperluas jangkauan perlindungan,” ujar Albertus di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Laju Premi Bisnis Baru dan Lonjakan Produk Unit Link

Kekuatan likuiditas industri juga ditopang oleh kinerja pemesanan premi bisnis baru (new business). AAJI mencatat premi bisnis baru secara weighted tumbuh 11,5% yoy menjadi Rp 21,06 triliun. Sedangkan secara unweighted, premi bisnis baru melesat 20,5% yoy menembus Rp 57,75 triliun.

Berdasarkan kategori produk, premi bisnis baru unit link mencatatkan akselerasi tertinggi dengan lonjakan 34,5% yoy menjadi Rp 19,78 triliun. Sementara premi bisnis baru produk tradisional tumbuh 14,2% yoy menjadi Rp 37,97 triliun. Berdasarkan tipe pembayaran, premi tunggal (single premium) menjadi pendorong utama dengan peningkatan 26,3% yoy menjadi Rp 40,76 triliun.

Dari kanal distribusi, kemitraan perbankan (bancassurance) masih memimpin kontribusi dengan pendapatan premi mencapai Rp 41,58 triliun (+17,9% yoy), diikuti oleh kanal keagenan sebesar Rp 28,67 triliun (+3,1% yoy).

Perluasan proteksi ini tecermin pula pada lonjakan jumlah tertanggung yang naik 24,8% yoy menjadi 153,58 juta orang. Kenaikan dominan disumbang oleh tertanggung segmen kumpulan yang melonjak 28,5% yoy mencapai 131,20 juta orang, mengerek total nilai uang pertanggungan industri hingga Rp 8.020 triliun (+10,1% yoy).

  • Baca juga: Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Rincian Realisasi Pembayaran Klaim dan Manfaat

Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI, Freddy Thamrin menegaskan bahwa pembayaran klaim merupakan bukti riil pemenuhan janji perlindungan dari 56 perusahaan anggota asuransi jiwa.

Berdasarkan komponen rinciannya:

  • Manfaat Akhir Kontrak: Porsi kenaikan terbesar terjadi pada pembayaran manfaat akhir masa kontrak polis yang melonjak 84,3% yoy menjadi Rp 18,42 triliun.
  • Klaim Kesehatan: Pencairan klaim perlindungan kesehatan (health insurance) tumbuh 11,3% yoy menjadi Rp 13,58 triliun.
  • Klaim Meninggal Dunia: Pembayaran manfaat atas risiko meninggal dunia menguat 25,5% yoy mencapai Rp 6,50 triliun.

“Pembayaran klaim dan manfaat bukan sekadar angka, tetapi bentuk nyata perlindungan yang dirasakan pemegang polis. Hal ini menjadi pengingat bagi industri untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memastikan produk mampu menjawab kebutuhan yang terus berkembang,” jelas Freddy.

Total Investasi Tembus Rp 564,42 Triliun, SBN Jadi Pilihan Utama

Untuk memastikan pemenuhan kewajiban klaim jangka panjang tetap terjamin, industri mengelola ketahanan aset dan portofolio investasi secara disiplin. Total aset industri asuransi jiwa per Juni 2026 tumbuh 2,3% yoy menjadi Rp 645,08 triliun, dengan akumulasi nilai dana investasi mencapai Rp 564,42 triliun (+2,4% yoy).

Instrumen Surat Berharga Negara (SBN) menjadi pilihan alokasi terbesar industri dengan nilai penempatan Rp 251,64 triliun atau memegang porsi 44% dari total dana investasi.

Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, Meylindawati menjelaskan bahwa penempatan berposisi dominan pada SBN membuktikan komitmen industri dalam mengupayakan stabilitas portofolio jangka panjang sekaligus menyokong pembiayaan pembangunan nasional. Sisa alokasi investasi disebar secara terukur pada instrumen saham, reksa dana, sukuk korporasi, deposito, serta penyertaan langsung.

Guna memperkuat ekosistem industri yang adaptif, AAJI terus mengawal implementasi POJK No. 36 Tahun 2025 serta skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ) di sektor kesehatan. Di samping itu, tingkat profesionalisme tenaga pemasar makin diperketat melalui lisensi wajib dari Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia (LSP AAJI) yang telah resmi terdaftar di OJK per 29 Juli 2026. ***

  • Baca juga: Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Indikator Kinerja Keuangan & Operasional Industri Asuransi Jiwa (Semester I-2026)

Parameter Indikator Finansial Realisasi Semester I-2026 Pertumbuhan (yoy) Catatan Strategis AAJI
Pendapatan Premi Weighted Rp 58,06 Triliun Stabil
Unweighted: Rp 94,75 Triliun (+8,2%).
Premi Bisnis Baru (Weighted) Rp 21,06 Triliun +11,5%
Unit Link bisnis baru naik tajam +34,5%.
Total Klaim & Manfaat Dibayar Rp 75,57 Triliun +4,3%
Disalurkan kepada 4,82 Juta Orang.
• Klaim Manfaat Akhir Kontrak Rp 18,42 Triliun +84,3%
Masa proteksi polis berakhir.
• Klaim Kesehatan Rp 13,58 Triliun +11,3%
Pembayaran perlindungan medis.
• Klaim Meninggal Dunia Rp 6,50 Triliun +25,5%
Pemenuhan hak pemegang polis.
Total Aset Industri Rp 645,08 Triliun +2,3%
Menjaga kapasitas kecukupan modal.
Total Dana Investasi Rp 564,42 Triliun +2,4%
44% ditempatkan pada SBN (Rp 251,64 T).
Total Jumlah Tertanggung 153,58 Juta Orang +24,8%
Segmen Kumpulan naik +28,5%.
Total Uang Pertanggungan Rp 8.020 Triliun +10,1%
Proteksi jiwa & kesehatan nasional.
Tags: #Asuransi JiwaaajiAAJI Albertus WiroyoInvestasi SBN Asuransi Jiwa.Kinerja Asuransi Jiwa Semester I 2026klaim asuransi jiwaKlaim Asuransi Jiwa 2026premi asuransi jiwaPremi Bisnis Baru Asuransi Jiwa
 
 
 
 
 
Previous Post

Menakar Dampak dan Implikasi Perampingan BUMN

Next Post

OJK Tetapkan 1.277 Sanksi di Pasar Modal per Agustus 2026, Total Denda Tembus Rp 327 Triliun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Jamin Pembiayaan Rp157,3 Triliun untuk 2,28 Juta UMKM, Kinerja Jamkrindo Melesat di Semester I/2026

Topang 2,97 Juta UMKM, Jamkrindo Catat Volume Penjaminan Rp271,20 Triliun per Kuartal III/2026

by Stella Gracia
28 Oktober 2026 - 16:23

Jamkrindo membukukan volume penjaminan Rp271,20 triliun dan laba sebelum pajak Rp1,1 triliun per September 2026, menjangkau 2,97 juta UMKM-K. Stabilitas.id...

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

Studi Sun Life: 82 Persen Perempuan Generasi Sandwich Terhambat Bangun Ketahanan Finansial

by Stella Gracia
26 Oktober 2026 - 13:13

Studi Sun Life mencatat 82 persen perempuan generasi sandwich terkendala membangun ketahanan finansial akibat beban ganda pengasuhan anak dan orang...

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

Aset Dapen Terpusat di Jakarta, BPA Brokers Bidik Pendampingan Korporasi di Sentra Ekonomi Daerah

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 17:46

BPA Brokers menghadirkan layanan konsultasi tata kelola DPPK dan DPLK guna membantu korporasi menyusun strategi dana pensiun karyawan yang berkelanjutan....

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

Literasi Asuransi di Angka 42,84 Persen, DAI Perkuat Edukasi UMKM di 7 Kota

by Sandy Romualdus
20 Oktober 2026 - 11:53

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) dan asosiasi industri asuransi memperingati Hari Asuransi 2026 dengan menggenjot literasi dan inklusi keuangan di 7...

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

Bantu Pemulihan Gempa NTT, AAJI Kucurkan Donasi Rp315 Juta dan 60 Polis Asuransi Mikro

by Sandy Romualdus
19 Oktober 2026 - 21:55

AAJI bersama 19 perusahaan anggota dan Yayasan Benih Baik menyalurkan donasi Rp315 juta serta 60 polis asuransi mikro bagi warga...

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

by Sandy Romualdus
17 Oktober 2026 - 00:22

LPS menargetkan aktivasi Program Penjaminan Polis asuransi berlaku mulai Juli 2027 dengan menerapkan skema pendaftaran bertahap dan seleksi kesehatan modal....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Laba Bersih Melesat 19 Persen, Bank Danamon Raup Rp3,5 Triliun per Kuartal III/2026

Dukung Usaha Berkelanjutan, BCA Perkuat Literasi Keuangan 100 Peternak Sapi di Malang

RUPSLB Bank Neo Commerce Tunjuk Christian Lesmana Jadi Direktur Utama

Dorong Inovasi Berkelanjutan, CIMB Niaga Danai Tiga Usaha Sosial Terbaik di Community Link 2026

OJK Serahkan Tambahan Data Aliran Dana dan Aset Dana Syariah Indonesia ke Bareskrim

Pakar Hukum: Pengembalian Dana Nasabah oleh Bank BUMN Bukan Kerugian Negara

Perkuat Akuntabilitas Pengawasan Sektor PPDP, OJK Kantongi Sertifikasi ISO 9001:2015 dari SGS

Bulan Inklusi Keuangan 2026 Catat Pembukaan 27,23 Juta Rekening Baru di Seluruh Indonesia

Transaksi wondr Tembus Rp1.774 Triliun, BNI Akselerasi Inovasi Layanan Keuangan Digital

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
BEI Siapkan Penyempurnaan Mekanisme FCA, Batas Auto Rejection Diperluas Jadi 4 Kelompok

OJK Tetapkan 1.277 Sanksi di Pasar Modal per Agustus 2026, Total Denda Tembus Rp 327 Triliun

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance