• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Senin, Oktober 26, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478, Rupiah Parkir di Rp 17.615/USD, Minyak Brent Kokoh di US$ 106 per Barel

by Stella Gracia
18 September 2026 - 17:40
20
VIEWS
Hari Ini BEI Mulai Pencatatan Obligasi Tiga Emiten
0
SHARES
20
VIEWS

IHSG Tutup Pekan Terkoreksi ke 6.478: Sentimen Transisi Menkeu, Short Selling, dan Reli Minyak Mentah Tekan Sektor Perbankan

Stabilitas.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengakhiri perdagangan sesi akhir pekan ketiga September (Jumat, 18 September 2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis menembus level psikologis ke 6.478,65, tertekan aksi profit taking akhir pekan, penyesuaian pasar terhadap pos Menteri Keuangan baru, serta volatilitas uji coba instrumen short selling.

  • Baca juga: Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

IHSG & Macro Drivers: Evaluasi Akhir Pekan Bursa Domestik

Tekanan jual pada saham-saham perbankan berkapitalisasi pasar besar (big-cap) menjadi faktor utama yang menahan laju IHSG di zona merah sepanjang Sesi II.

BERITA TERKAIT

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG

Pembekuan Indeks Berlanjut, EBC Financial Group Ingatkan Risiko ‘Price In’ Reklasifikasi MSCI

Faktor Pemicu Utama (Market Drivers):

  • Penyesuaian Pasar atas Arah Kebijakan Fiskal: Pasar modal terus mencerna transisi kepemimpinan di Kementerian Keuangan. Pelaku pasar institusi menantikan kepastian bahwa batas defisit APBN di bawah 3% dan rasio utang tetap dipertahankan secara ketat demi menjaga peringkat utang (sovereign credit rating).
  • Dinamika Regulasi Short Selling: Implementasi bertahap skema pembiayaan short selling oleh BEI memicu peningkatan volume jual pada saham-saham likuid bervaluasi premium, mempercepat proses penyesuaian harga (price discovery).
  • Beban Biaya Impor Akibat Lonjakan Minyak: Bertenggernya harga minyak mentah Brent di kisaran US$ 106 per barel meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi pembengkakan subsidi energi APBN dan tekanan imported inflation.

Realisasi Indeks & Arus Modal: IHSG terkoreksi -0,35% (-22,80 poin) ke level 6.478,65, setelah bergerak pada rentang harian 6.468,10 – 6.512,40. Total nilai transaksi harian mencapai Rp 12,45 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 22,8 miliar saham. Investor asing membukukan penjualan bersih (net foreign sell) sebesar Rp 485 miliar, terutama terkonsentrasi pada sektor keuangan (financials).

Valuta Asing: Rupiah Bertahan di Rp 17.615/USD

Nilai tukar Rupiah di pasar spot antarbank ditutup di level Rp 17.615 per Dolar AS, melemah tipis dibandingkan posisi prapembukaan di kisaran Rp 17.595/USD.

  • Baca juga: Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

Morgan Stanley & Goldman Sachs: Catatan riset global Bloomberg memperlihatkan kuatnya Indeks Dolar AS (DXY di level 104,2) yang ditopang tingginya yield US Treasury tenor 10-tahun (4,22%). Goldman Sachs mencatat bahwa intervensi aktif Bank Indonesia melalui lelang instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan intervensi pasar DNDF berhasil membatasi pelemahan kurs agar tidak melampaui batas psikologis Rp 17.650/USD.

Evaluasi Kinerja Top 10 Saham Pilihan

(Hasil Perdagangan Harian & Rekomendasi Pekan Depan)

Kode Nama Emiten Harga Closing Perubahan Evaluasi Analis Desk Bursa & Action Plan
BMRI Bank Mandiri Rp 6.750 -1,46% Menyentuh area batas bawah buy range. Accumulate on weakness untuk target rebound Rp 6.950.
BBRI BRI Rp 5.100 -0,97%
Portofolio kredit mikro dan ekosistem Holding UMi (33,8 juta debitur) menjaga resiliensi margin laba. Hold.
BBCA Bank Central Asia Rp 9.950 -0,75% Tertembus tipis ke bawah Rp 10.000 akibat foreign outflow. Area support krusial berikutnya di Rp 9.850.
TLKM Telkom Indonesia Rp 2.980 +0,34% Menunjukkan pembalikan arah teknikal (technical rebound) dari batas valuasi terdiskon. Hold.
ASII Astra International Rp 5.125 0,00% Sideways di area demand zone. Bertahan solid di atas batas stop loss Rp 5.025.
INDF Indofood Sukses Rp 6.775 +0,37% Karakteristik defensif barang konsumsi primer terbukti menahan volatilitas bursa. Hold.
MEDC Medco Energi Rp 1.585 +2,26% Menjadi saham terkuat (top gainer) di Top 10, terakselerasi reli minyak Brent US$ 106/barel. TP lanjut: Rp 1.670.
ANTM Aneka Tambang Rp 1.490 -0,67% Terkonsolidasi mengikuti jeda kenaikan harga emas fisik. Batas support terjaga di Rp 1.450.
BRMS Bumi Resources Min. Rp 378 -0,53% Transaksi volume stabil di akhir sesi. Disiplin stop loss ketat di bawah Rp 370.
AMRT Sumber Alfaria Trijaya Rp 2.880 -0,35% Konsolidasi wajar di jalur uptrend jangka menengah. Area akumulasi: Rp 2.840–Rp 2.860.

Pasar Komoditas (Penutupan Perdagangan Akhir Pekan)

Harga emas fisik Antam hari ini bertahan di level Rp 2.592.000 per gram. Di bursa spot internasional (XAU/USD), emas ditransaksikan menguat terbatas pada posisi US$ 2.448 per troy ounce, ditopang permintaan aset lindung nilai (safe haven) menjelang akhir pekan.

Minyak Mentah Dunia: Kontrak minyak mentah acuan Brent Crude bertengger di US$ 106,35 per barel, sementara WTI Crude berada di level US$ 102,15 per barel. Isu pembatasan kuota produksi OPEC+ dan ketegangan distribusi pasokan Timur Tengah terus menahan harga di zona atas.

Pembedahan Risiko & Potensi Pekan Depan (3 Sudut Pandang)

  • Baca juga: BREN, DSSA, hingga BYAN Masuk Daftar 80 Saham HSC yang Dikeluarkan dari IHSG
  • Pelaku Pasar & Investor:
    • Potensi: Penutupan IHSG di level 6.478 telah memasuki area jenuh jual (oversold). Saham perbankan big-cap (BMRI, BBRI) menawarkan rasio valuasi menarik untuk akumulasi bertahap menyambut rilis kinerja kuartal III.
    • Risiko: Sentimen pasar global selama libur akhir pekan (dinamika inflasi AS dan harga komoditas) berpotensi memicu volatilitas pada pembukaan Senin pagi. Investor disarankan mempertahankan rasio kas minimal 20%.
  • Regulator (BEI, OJK, & Bank Indonesia):
    • Potensi: Rata-rata nilai transaksi harian yang stabil di atas Rp 12 triliun mengonfirmasi kedalaman likuiditas pasar modal domestik yang terjaga.
    • Risiko: BI perlu mengantisipasi jam-jam pembukaan valas awal pekan depan guna memastikan depresiasi kurs Rupiah tertahan di bawah Rp 17.650/USD, sementara BEI wajib memantau realisasi volume transaksi short selling agar tidak menimbulkan tekanan jual anomali.

***

Editor : Sandy Romualdus
Tags: #IHSGberita bursa sore.bursa efek indonesia 18 september 2026evaluasi saham BMRIharga emas Antam hari iniharga minyak mentah Brent hari iniIHSG penutupan sore hari inikurs penutupan RupiahSaham BBRIsaham MEDCshort selling BEI
 
 
 
 
 
Previous Post

Kucuran US$650 Juta dari ADB: Suntikan Dana Segar untuk Modernisasi Fiskal Daerah

Next Post

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI (BBNI) Serap USD700 Juta dari Global Bond, Oversubscribe hingga 3,6 Kali

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

by Sandy Romualdus
23 Oktober 2026 - 15:33

BNI melanjutkan aksi buyback saham dan mencermati peluang perpanjangan periode pelaksanaan, ditopang aset Rp1.434,1 triliun dan laba Rp14,33 triliun. Stabilitas.id...

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

by Stella Gracia
23 Oktober 2026 - 15:22

OJK menegaskan sanksi denda Rp2,1 triliun pada kasus saham DSSA, BREN, dan CUAN bukan batas akhir, serta siap menjerat pidana...

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

Pacu Nilai Tambah Investor, Bank Mandiri Tebar Dividen Rp50,63 Triliun dan Buyback Saham

by Sandy Romualdus
22 Oktober 2026 - 18:58

Bank Mandiri membagikan dividen Rp50,63 triliun sepanjang 2026 dan merealisasikan buyback 91,75 juta saham seiring laba bersih yang melesat 22,3...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

PT SMT Didenda Rp1,5 Triliun di Kasus Saham DSSA, OJK Juga Sanksi AH Ltd dan TC Pte Ltd

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:10

OJK bersama Bareskrim Polri menyerahkan surat sanksi denda Rp2,1 triliun kepada pelanggar kasus saham DSSA, BREN, dan CUAN serta menindak...

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

Respons Konsultasi MSCI, OJK Sudah Gelar 16 Dialog Investor dan Pacu Aturan Free Float 15 Persen

by Sandy Romualdus
21 Oktober 2026 - 20:06

OJK menggelar dialog bersama investor institusional global untuk menegaskan komitmen 8 aksi reformasi pasar modal dan penegakan sanksi denda Rp2,5...

Tanggapi Hasil Review MSCI, OJK Sebut Daya Tahan Investor Lokal Mampu Redam Outflow

Saham HSC Keluar dari IHSG, Analis: Investor Asing Butuh Bukti Penegakan Hukum Nyata

by Stella Gracia
21 Oktober 2026 - 14:16

Analis menilai langkah BEI mengeluarkan 80 saham HSC dari IHSG harus diiringi transparansi kepemilikan dan penegakan hukum guna menjaga kepercayaan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Himpun Dana Lebih dari Rp5 Miliar di FinFest 2026, OJK Apresiasi Bank Jakarta Dorong Inklusi Keuangan

Jakarta Financial Festival 2026: Bank Jakarta Dinobatkan Jadi PUJK Literasi Keuangan Teraktif

Kredit Tembus Rp1.605 Triliun, Laba Bersih Bank Mandiri Melesat 20,7 Persen di Kuartal III/2026

Transformasi Digital dan Perang Talenta: Strategi BTN Merebut Takhta Bank Konsumer Terbesar

Sikapi Dinamika Bursa, BNI Pacu Aksi Buyback Terukur Berlandaskan Aset Rp1.434 Triliun

Di Rakornas TPAKD 2026, Presiden Prabowo Janji Siapkan Pembiayaan Rakyat Rp400 Triliun

OJK Tegaskan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun Bukan Akhir, Buka Peluang Jerat Pidana Pasar Modal

Redam Volatilitas Pasar, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Senilai Rp1 Triliun

Perkuat Diplomasi Ekonomi, BRI Dorong Korporasi dan UMKM Lokal Masuk Rantai Pasok Global

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Dunia Masih Tertekan, BI Ungkap 3 Tantangan Besar yang Menghadang Ekonomi RI

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance