Laju IHSG melemah 0,35 persen ke level 6.439 pada sesi pertama Jumat (2/10/2026). Aksi jual bersih asing pada saham perbankan raksasa menjadi pemicu utama.
Stabilitas.id – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpuruk ke zona merah menjelang penutupan perdagangan sesi pertama pada Jumat (2/10/2026). Indeks komposit tertahan pada level 6.439,75 setelah memangkas 22,69 poin atau terkoreksi 0,35 persen. Angka ini mencerminkan fluktuasi pasar yang bergerak sempit pada rentang 6.435 hingga 6.452 sepanjang sesi pagi.
Aksi ambil untung (profit taking) menjelang akhir pekan sukses menekan pergerakan bursa saham domestik. Tekanan jual bersih pemodal asing (foreign net outflow) makin membebani laju saham perbankan berkapitalisasi raksasa (big caps). Pelaku pasar tampak memilih sikap wait and see seraya mencermati transmisi kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah memasuki kuartal keempat.
Saham perbankan unggulan kompak memimpin pelemahan indeks pada sesi perdagangan siang ini. Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merosot 50 poin menjadi Rp6.300 akibat penyesuaian alokasi portofolio regional oleh investor asing. Emiten PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) turut terkoreksi 40 poin ke level Rp4.920 menyusul maraknya aksi ambil untung teknikal oleh pelaku pasar.
BERITA TERKAIT
Tekanan serupa menyeret saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 20 poin menuju level Rp3.310. Saham raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) juga kehilangan 30 poin menjadi Rp2.560 akibat pelemahan teknikal lanjutan. Pergerakan saham TLKM ini resmi menembus batas bawah rata-rata pergerakan harian (intraday).
Koreksi harga komoditas logam dasar global memaksa saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 75 poin ke posisi Rp7.125. Saham PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) justru tampil stagnan pada level Rp390 berkat akumulasi selektif pada area batas penopang. Emiten lapis tiga PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS) malah melesat 38 poin menjadi Rp185 dan memimpin jajaran saham pencetak keuntungan tertinggi (top gainer).
Peta teknikal memproyeksikan area 6.425 hingga 6.430 sebagai batas penopang (support) krusial IHSG pada sesi perdagangan kedua. Indeks membuka peluang pemantulan teknikal (technical rebound) terbatas menuju batas resisten 6.445 hingga 6.450 apabila sanggup bertahan di atas area tersebut. Penembusan level penopang justru berisiko memperlebar ruang koreksi indeks menuju batas psikologis 6.400. ***

















