Bank BSN resmi menandatangani PKS dengan Kementerian UMKM untuk menyalurkan KUR syariah didukung pertumbuhan pembiayaan Rp64,6 triliun.
Stabilitas.id – PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) resmi memperluas penetrasi pembiayaan ke segmen usaha produktif dengan menjadi bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ekspansi ini dimeteraikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembiayaan KUR bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Sinergi ini ditujukan untuk membuka keran permodalan syariah yang terjangkau bagi para pedagang dan pelaku usaha kecil di berbagai daerah.
Prosesi penandatanganan dihadiri oleh Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor, Sekretaris Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM sekaligus Pelaksana Tugas Kuasa Pengguna Anggaran KUR Fixy, serta Asisten Deputi Pembiayaan Usaha Mikro Fitri Rinaldi.
BERITA TERKAIT
Alex Sofjan Noor menegaskan bahwa pembiayaan UMKM merupakan motor utama penggerak perekonomian riil. Sektor ini tercatat menyerap hampir 97 persen tenaga kerja nasional dan berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
“Ke depan, kami ingin Bank BSN hadir lebih luas di aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari pedagang, pengusaha kecil, merchant, hingga berbagai ekosistem usaha di daerah,” ujar Alex di sela acara penandatanganan.
Melalui kerja sama ini, Bank BSN mengoptimalkan basis data dan pemetaan karakteristik pelaku usaha dari kementerian agar penyaluran pembiayaan berjalan tepat sasaran.
Kesiapan perseroan menjangkau pelaku usaha ditopang oleh pertumbuhan ekosistem transaksi digital yang pesat. Hingga September 2026, Bank BSN telah mengakuisisi sekitar 6.645 merchant QRIS, tumbuh 10 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan. Sepanjang tahun berjalan, volume transaksi merchant QRIS telah menembus Rp178,8 miliar dari 2,44 juta transaksi.
Akselerasi serupa terlihat pada aplikasi Bale Syariah by BSN yang kini memiliki 258 ribu pengguna aktif, tumbuh 8,6 persen secara bulanan (month-on-month/MoM). Frekuensi transaksi di aplikasi ini mencapai 3,84 juta kali dengan volume transaksi melampaui Rp7,4 triliun per September 2026, naik 13,8 persen dibandingkan posisi Agustus 2026.
Langkah perluasan KUR ini diperkuat oleh kinerja intermediasi yang solid. Penyaluran pembiayaan perseroan melesat 26,32 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) mencapai sekitar Rp64,6 triliun. Di sisi liabilitas, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,86 persen YoY menyentuh Rp65,4 triliun.
“Angka-angka ini tentu kami syukuri, tetapi pertumbuhan itu baru memiliki arti apabila diikuti dengan perluasan manfaat. Kami ingin memulainya dengan baik, menjalankannya dengan prudent, dan mudah-mudahan dari waktu ke waktu kontribusi Bank BSN terhadap UMKM Indonesia semakin besar,” pungkas Alex. ***

















