Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) yang berlangsung hari ini (10/4) telah menerima baik pengunduran diri Arwin Rasyid dari jabatannya selaku Presiden Direktur, dan menyetujui pengangkatan Tigor M Siahaan selaku Presiden Direktur CIMB Niaga yang baru.
Adapun masa jabatan Tigor M Siahaan akan berlaku efektif terhitung sejak tanggal yang ditetapkan dalam surat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan dalam surat OJK dimaksud (Tanggal Efektif), sampai dengan penutupan RUPST yang keempat setelah Tanggal Efektif.
Selain itu, RUPST juga menyetujui dan menerima baik Laporan Tahunan CIMB Niaga tahun buku 2014, termasuk laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris CIMB Niaga, dan mengesahkan Laporan Keuangan Konsolidasian CIMB Niaga dan Anak Perusahaan tahun buku 2014.
Pada 2014, CIMB Niaga mencatatkan laba bersih konsolidasi (audited) sebesar Rp2,3 triliun. Dalam periode yang sama, CIMB Niaga berhasil menghimpun dana pihak ketiga sebesar Rp174,7 triliun, dan menyalurkan kredit sebesar Rp176,4 triliun. CIMB Niaga juga melanjutkan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset dengan total aset mencapai Rp233,2 triliun.
Wakil Presiden Direktur CIMB Niaga D James Rompas mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia sepanjang 2014 sangat menantang, dan CIMB Niaga relatif dapat beradaptasi dengan tantangan-tantangan tersebut. “Kami akan melanjutkan investasi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengelolaan risiko, infrastruktur, dan meningkatkan sistem perbankan untuk mendukung tahap pertumbuhan selanjutnya,” ujar James.
RUPST kali ini juga menyetujui penetapan penggunaan laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2014, yaitu diputuskan bahwa seluruh laba bersih CIMB Niaga tahun buku 2014 sebesar Rp2,3 triliun akan dicatat sebagai laba yang ditahan, dan akan digunakan untuk memperkuat modal dalam rangka membiayai kegiatan usaha CIMB Niaga.
Adapun hasil RUPST lainnya adalah menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik “TANUDIREDJA, WIBISANA, RINTIS & REKAN” (a member firm of PricewaterhouseCoopers International Limited) sebagai Akuntan Publik untuk mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasi CIMB Niaga untuk tahun buku 2015.
Pada agenda lain, lanjut James, juga disetujui perubahan ketentuan Anggaran Dasar CIMB Niaga menyesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan terbaru. Selanjutnya, CIMB Niaga menyusun kembali seluruh ketentuan Anggaran Dasar-nya sehubungan dengan perubahan tersebut.
















