JAKARTA, Stabilitas — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong industri-industri perbankan untuk melibatkan diri dalam program inklusi keuangan Lembaga Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).
Direktur Departemen Pengawasan Bank (DPB) OJK 3 Jasmi menyatakan proses inklusi keuangan di daerah-daerah tertinggal akan semakin cepat dan merata jika semakin banyak industri bank yang ikut dalam Laku Pandai.
“Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada perbankan agar ikut dalam Laku Pandai. Mari bergabung jika sudah merasa siap untuk berpartisipasi,” ujar Jasmi, sebagaimana Antara, usai menghadiri seminar perbankan di Jakarta, Kamis.
Dia melanjutkan Laku Pandai terbuka untuk diikuti bank-bank syariah. Nantinya, sama seperti persyaratan bank-bank konvensional, OJK akan melakukan pengecekan terhadap rencana penerapan bisnis mereka.
Jika sudah disetujui, maka bank tersebut bisa menjalankan program Laku Pandai dan merekrut para agen di daerah-daerah terpencil yang belum tersentuh layanan perbankan.
Ada pun Laku Pandai adalah program OJK dalam rangka penyediaan layanan perbankan dan/atau layanan keuangan lain melalui kerja sama dengan pihak lain (agen bank) dan didukung dengan penggunaan sarana teknologi informasi.
Konsep Laku Pandai adalah sebuah bank tanpa kantor atau branchless banking dengan sasaran masyarakat di lapisan bawah yang belum memiliki pengetahuan dan jauh dari jangkauan perbankan serta industri keuangan.
Dalam Laku Pandai, kehadiran bank diwakili oleh agen, seorang warga yang telah dilatih secara khusus oleh pihak bank.
Laku Pandai membebaskan nasabah dari syarat-syarat memberatkan layaknya pada bank konvensional seperti uang administrasi dan batas-batas saldo rekening. Seorang nasabah dari agen Laku Pandai bisa menabung dengan besaran setoran awal tanpa jumlah minimal, bisa saja dengan Rp1.000.
Syarat menjadi nasabah pun mudah, hanya perlu membawa KTP dan telepon seluler (bahkan dengan teknologi paling sederhana) karena aktivitas seperti mengecek saldo, mengisi pulsa hingga membayar tagihan listrik bisa dilakukan melalui pesan singkat (SMS) maupun Unstructured Supplementary Service Data/USSD (sistem ini seperti mengecek sisa pulsa,dengan memasukkan kode tertentu).
Hingga akhir 2015, ada sembilan bank yang telah ikut mendukung program Laku Pandai yaitu BRI, Bank Mandiri, BTPN, BCA, BTN, BNI, BRI Syariah, BPD Kaltim dan Bank Sinarmas.
Sementara sampai November 2015, sudah ada 24.865 agen Laku Pandai dengan 1.094.362 nasabah dan jumlah dana pihak ketiga (DPK) Rp41,3 miliar.

















