KUALA LUMPUR, Stabilitas — Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, hari ini mengumumkan laba bersih Group untuk tahun finansial yang berakhir 31 Desember 2015 naik 1,8% dari RM6,72 miliar tahun lalu menjadi RM6,84 miliar, didukung kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 14,6% pada tahun 2015. Laba sebelum pajak (PBT) sebesar RM9,15 miliar dari RM9,11 miliar tahun lalu.
Pendapatan operasional bersih meningkat menjadi RM21,24 miliar dari RM18,53 miliar sehubungan divisi bisnis utama mencatat kinerja yang lebih baik, yaitu International Banking (+14,3%), Community Financial Services (+8,9%) dan Global Banking (+3,3%).
Pendapatan bunga (fund based income) naik 15,3%, didorong kenaikan kredit Group sebesar 12,0% serta posisi marjin bunga bersih (NIM) yang stabil. Kredit Group juga didukung kenaikan operasional Internasional sebesar 20,8% dan 5,3% dari operasional Malaysia. Operasional Singapura mencatat kenaikan kredit 6,0%, Indonesia 5,0% dan pasar internasional lain sebesar 22,2%.
Pendapatan fee juga bertumbuh kuat sebesar 13,2%, dengan didukung premi asuransi net yang lebih tinggi, laba valuta asing, komisi, biaya dan service charge serta kenaikan fee dari operasional Islamic.
President & CEO Group, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan pada paruh kedua tahun keuangan 2015 telah terjadi volatilitas yang tinggi dalam iklim perekonomian, dan Maybank telah mengadopsi strategi dengan meningkatkan likuiditas dan posisi modal untuk dapat melalui iklim perekonomian yang dinamis.
“Dinamika yang terjadi membuat kami mengambil langkah-langkah proaktif termasuk menilai kembali strategi risiko untuk memastikan kami sedapat mungkin tidak terkena dampak perekonomian saat ini. Selain mengembangkan portofolio bisnis kami, fokus yang lebih intensif juga dilakukan dalam pengelolaan biaya, kualitas aset dan marjin bunga,” kata Farid melalui siaran pers, Kamis (25/2).
Group juga telah mengoptimalkan jaringan untuk mencapai kenaikan simpanan gross 12,8%, yang dicapai dengan dukungan kenaikan 5,0% dari operasional Malaysia, kenaikan 10,2% di Singapura dan kenaikan di Indonesia sebesar 12,8%. Pertumbuhan simpanan yang melampaui pertumbuhan kredit, membantu membawa rasio simpanan-terhadap-pinjaman (loan-to-deposit) pada tingkat yang sehat sebesar 91,5%.
Rasio simpanan current account & saving account (CASA) terhadap total simpanan tetap terjaga di tingkat 33,7%. Liquidity coverage ratio (LCR) bagi Maybank, Maybank Islamic Bank dan Maybank Indonesia tetap terkelola dengan sehat di atas 100%.
Likuiditas yang lebih baik dan pengelolaan aset dan kewajiban secara aktif juga memungkinkan Group untuk menjaga marjin bunga bersih pada tingkat yang stabil sebesar 2,31% – tetap stabil sejak Desember 2014.
Datuk Farid lebih lanjut menambahkan kedisiplinan dalam pengelolaan biaya secara berkelanjutan telah menyebabkan pertumbuhan pendapatan operasional bersih melampui overheads, menghasilkan cost-to-income ratio menurun menjadi 48,2% dari 48,9% pada 2014.
Meskipun demikian, kualitas aset terkena dampak iklim perekonomian global yang tidak stabil serta harga komoditas yang fluktuatif. Rasio net impaired loans (NIL) Group sebesar 1,38% dari 1,04% pada Desember 2014. Meskipun demikian, kualitas aset untuk dua pasar utama, yakni operasional Malaysia dan Singapura tetap baik dengan rasio NIL di bwah level industri. Group terus melakukan pengawasan portofolio kredit secara ketat untuk memastikan kualitas aset yang baik.
Sementara, Chairman Maybank Tan Sri Megat Zaharuddin Megat Mohd Nor mengatakan Group akan tetap bertahan di tengah iklim perekonomian makro yang penuh tantangan.
“Upaya kami untuk mencari peluang peningkatan revenue di seluruh portofolio segmen bisnis di beberapa negara di mana kami beroperasi, disertai dengan inisiatif restrukturisasi biaya yang sedang berjalan akan terus meningkatkan produktivitas. Ini juga termasuk smart investment di bidang teknologi informasi,” kata Tan Sri.

















