JAKARTA, Stabilitas — PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) melaporkan perolehan laba bersih konsolidasi (audited) Business As Usual (BAU) yang berakhir 31 Desember 2015 sebesar Rp856 miliar, menghasilkan earning per share (EPS) BAU sebesar Rp34,07.
Laba bersih BAU tersebut tidak termasuk exceptional expenses sebesar Rp571 miliar, yang berasal dari biaya untuk Program Purna Karya Sukarela (PPKS), rekalibrasi bisnis mikro dan penggabungan perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor. Kinerja CIMB Niaga pada tahun 2015 dipengaruhi oleh keadaan ekonomi di kawasan regional yang melambat serta situasi usaha yang menantang.
Pendapatan operasional tumbuh sebesar 3,6% year-on-year (Y-o-Y) didukung oleh adanya kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 6,5% Y-o-Y dikarenakan penerapan struktur harga yang tepat meskipun terjadi perlambatan pertumbuhan pada pendapatan non bunga sebesar 8,6% Y-o-Y sebagai akibat dari melambatnya aktivitas pasar treasuri.
Penurunan laba bersih pada FY15 terjadi karena adanya kenaikan beban pencadangan sebesar 54,7% Y-o-Y. CIMB Niaga telah meningkatkan rasio Loan Loss Coverage (LLC) menjadi 111,53% per 31 Desember 2015 dari 88,78% pada periode yang sama tahun lalu.
Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M. Siahaan mengatakan, tahun 2015 adalah tahun yang penuh tantangan bagi CIMB Niaga. Namun demikian, bisnis inti kami terus tumbuh sebagaimana terlihat dari pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang pertumbuhannya dipertahankan dengan kenaikan 6,5% Y-o-Y.
“Upaya kami untuk terus mengembangkan perbankan digital telah menuai hasil, terbukti dengan naiknya dana tabungan sebesar 10,1% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Melalui strategi Rekalibrasi T18 CIMB Group yang diluncurkan tahun 2015, sejumlah langkah juga telah diambil guna memperkuat landasan sehingga CIMB Niaga dapat terus tumbuh dan meningkatkan efisiensi serta memperbesar skala usaha. Kami akan fokus pada prioritas tahun 2016 yaitu pemilihan aset, pertumbuhan Current Account dan Savings Account (CASA), efisiensi biaya, dan pengelolaan kualitas aset,” kata Tigor dalam siaran pers, Rabu (24/2).
Dengan total aset mencapai Rp238,85 triliun per 31 Desember 2015, atau meningkat sebesar 2,4% Y-o-Y, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank terbesar kelima di Indonesia dari sisi aset. Jumlah kredit bruto yang disalurkan tercatat flat sebesar Rp177,36 triliun per 31 Desember 2015, dikarenakan CIMB Niaga menerapkan strategi pertumbuhan yang lebih hati-hati.
Dari total penyaluran kredit tersebut, kredit Korporasi memberikan kontribusi terbesar senilai Rp56,95 triliun (32%), menyusul kredit Konsumer sebesar Rp51,98 triliun (30%), kredit Komersial sebesar Rp34,25 triliun (19%) dan selebihnya kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebesar Rp34,18 triliun (19%).
“Kami telah menggabungkan PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) dan PT Kencana Internusa Artha Finance (KITAF) yang bertujuan menciptakan perusahaan pembiayaan kendaraan bermotor yang lebih besar sehingga mampu menawarkan produk maupun layanan yang lebih lengkap dan beragam kepada para nasabah. Kami juga telah memulai rekalibrasi bisnis MikroLaju untuk meningkatkan produktivitas,” Tigor menambahkan.
Jumlah dana pihak ketiga (DPK) CIMB Niaga tercatat sebesar Rp178,53 triliun, tumbuh 2,2% Y-o-Y per 31 Desember 2015 yang diperoleh dari pertumbuhan CASA sebesar 6,6% Y-o-Y, dan berdampak positif terhadap rasio CASA CIMB Niaga yang meningkat 194 basis poin (bps) menjadi 46,81%. Loan to Deposit Ratio (LDR) CIMB Niaga tercatat sebesar 97,98% per akhir Desember 2015, dibandingkan posisi 99,46% pada periode yang sama tahun lalu.
Hingga akhir tahun 2015, 94,5% dari total transaksi nasabah Perbankan Konsumer telah dilakukan melalui layanan branchless banking seperti CIMB Clicks, Go Mobile, ATM, dan produk inovatif Rekening Ponsel. Jumlah pengguna CIMB Clicks tumbuh 22,3% Y-o-Y mencapai 1,2 juta pengguna, adapun pengguna Go Mobile mencapai 1,2 juta pengguna, naik 42,1% Y-o-Y.
Sedangkan jumlah pengguna Rekening Ponsel meningkat 104,6% Y-o-Y menjadi 1,4 juta pengguna hingga akhir tahun lalu. CIMB Niaga juga telah meluncurkan OctoPay, layanan transaksi perbankan secara online berbasis aplikasi Facebook yang aman dan andal.
“Kami telah resmi menggunakan core banking system yang baru yang akan membantu CIMB Niaga memperkuat aspirasi menjadi bank digital terdepan di Indonesia serta menjamin kami siap berkompetisi di masa depan,” kata Tigor.
Capital Adequacy Ratio (CAR) CIMB Niaga terjaga baik pada level 16,28% per 31 Desember 2015.
“Kami berharap Bank Indonesia dapat melonggarkan kebijakan moneternya mengingat saat ini laju inflasi terkendali dan ada indikasi positif bahwa perekonomian tumbuh. Hal ini ditambah dengan dilaksanakannya program insentif dan adanya paket stimulus yang terus disediakan pemerintah, sehingga pada waktunya membuat kondisi ekonomi membaik,” ujar Tigor.

















