• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Figur

A Leader is Not Everything

by Sandy Romualdus
28 Februari 2016 - 00:00
67
VIEWS
A Leader is Not Everything
0
SHARES
67
VIEWS

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

“A person’s success in innovating depends on the idea and the execution. Success is a great idea and great execution”. Kalimat tersebut begitu melekat pada diri Batara Sianturi. Bagi CEO Citi Indonesia yang baru ditunjuk di penghujung tahun lalu itu, sebagai seorang pemimpin yang mengelola perusahaan, dibutuhkan banyak kerja keras dan semangat. “Tak perlu banyak bicara, langsung kepada eksekusinya saja, seperti kata pepatah, sikaplah yang menentukan jabatan Anda,” kata Batara dalam sebuah acara bincang-bincang dengan mahasiswa sekolah bisnis di Jakarta, beberapa waktu lalu. Katanya, untuk menjadi seorang bankir, hal pertama yang wajib diprioritaskan adalah masyarakat. Seorang pemimpin tidak bisa melakukan pekerjaan sendirian jika tak ada karyawan, klien, pemegang saham, dan tentunya masyarakat. Dengan kata lain, a leader is not everything. “Pada dasarnya kami bekerja dengan berbagai macam orang, dari semua lapisan dan tidak mungkin sendirian,” terang pria kelahiran Jakarta, 26 Juni 1960 ini.
Menurut Batara, sebagai pemimpin, salah satu tugas yang harus dijalankan dengan baik adalah menyiapkan pemimpin baru. Batara sendiri mengaku bangga apabila melihat anak buahnya maju, apalagi bisa menggantikan posisinya.
“Saya pikir kesuksesan seseorang tergantung dari dirinya dan timnya, serta dukungan keluarga dan orangtua,” kata suami Debbie Tampubolon ini. Tak hanya itu, sambungnya, ada banyak senior di Citibank yang membimbing dia sampai sekarang. meski demikian, tetap dibutuhkan kapasitas dan kemampuan pribadi untuk mendongkrak karier.
Batara adalah satu dari segelintir bankir nasional yang sukses di lembaga keuangan asing itu. Semua eksekutif di Indonesia tentu tahu perusahaan macam apa Citibank. Bahkan begitu terkemukanya, orang-orang yang menjadi bagian dari Citibank disebut sebagai Citibankers.
Menurut Batara, kalau sudah masuk di Citibank, maka karakter orang-orang yang ada di sana pun menjadi khas. Mereka direkrut lewat sebuah proses yang sangat selektif dan kompetitif. Setelah berada di dalam Citibank, mereka mengalami proses pembentukan yang tiada henti. Kinerja mereka dipacu, dan mereka bekerja dengan sistem yang selalu diperbaharui. Singkatnya mereka punya pemimpin kelas Citibank, anak-anak buah kelas Citibank, kultur Citibank, teknologi Citibank dan insentif sekelas Citibank.
Cara kerja mereka yang mengagumkan membuat mereka selalu menjadi rebutan. Beberapa di antara mereka terbukti sukses menjadi CEO bank atau CEO perusahaan ternama lainnya. Sebut saja nama Robby Djohan ataupun Rini Soemarno. Tapi nampaknya, Batara masih setia dengan Citibank. Tahun 2016 ini menjadi tahun ke 28 dirinya mengabdi di Citibank.

  • Baca juga: Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

Global Banker

Batara merintis karier sejak tahun 1988 di Citi Group New York sebagai karyawan magang. Kala itu, ia baru saja menyelesaikan program MBA Finance St John’s University, New York. Sebelum mengambil program finance di St John’s University, Batara sebenarnya telah menyabet tiga gelar kesarjanaan. Namun, ketiga gelar itu semuanya di bidang ilmu pasti. Antara lain Bachelor of Science di bidang Teknik Kimia dan Polimer (Macromolecul Science) dari Case Western Reserve University serta gelar Master Teknik Kimia dari Steven Institute of Technology.
Ia memilih Citibank bukan tanpa alasan. Menurutnya, perusahaan ini banyak mencetak dan mengembangkan bankir profesional. Alasan ini tak salah lantaran bagi banyak bankir, Citibank ibarat sekolah. “Sejak awal saya sudah memiliki keinginan menjadi bankir,” ujar bapak tiga anak ini.
Pilihan itu memang tak salah, karena selama berkarier di Citibank, Batara banyak diberi kesempatan untuk belajar sebagai bankir profesional. Setelah beberapa tahun merintis karier di Citi Group, New York, Batara lalu di tempatkan di Citibank Indonesia. Di Indonesia, karier Barata terus melesat. Tahun 1992, ia meraih posisi strategis pertamanya sebagai Direktur Keuangan Citi Indonesia.
Selanjutnya selama kurun waktu 1995-1996, ia sempat ditugaskan di Citibank Australia. Lewat program itu, Citibank Group ingin memberi kesempatan kepada pejabat Citibank Indonesia untuk memiliki pengalaman bekerja di luar negeri. Batara pun terpilih untuk bertugas di Negeri Kanguru tersebut. Di Citibank Australia ia menjabat General Cross Border Mortgage. Dengan jabatan tersebut, ia fokus menangani kredit kepemilikan properti. Saat itu, banyak orang-orang Asia, khususnya Indonesia yang berminat memiliki properti di Australia.
Sepulangnya dari Australia, Batara kembali menapaki karier di Citibank Indonesia selama hampir 10 tahun. Dalam masa itu, beberapa jabatan pernah diembannya, mulai dari Retail Branch Director pada 1997 hingga Marketing Director pada 2005. Seorang Citibanker biasanya memang dididik untuk menjadi bankir dengan orientasi global. Dan kesempatan itu pun datang kembali pada diri Batara. Awalnya Batara ingin mencoba kawasan Asia, tapi pada tahun itu belum ada posisi yang cocok. “Saya kemudian minta izin untuk nyebrang ke region lain,” ujar alumnus SMA Kanisius, Jakarta ini.
Citibank Hungaria menjadi tempat berlabuh Batara di tahun 2005, dan dua tahun kemudian Batara ditunjuk sebagai Citi Country Officer & Country Head. “It’s my first Country Head position,” tegasnya.
Tak hanya membawahi Hungaria, Batara juga meng-handle kantor Citibank di 12 negara lain yang masih di kawasan Eropa Timur, yakni Serbia, Montenegro, Bosnia, Makedonia, Albania, Kroasia, Slovenia, Estonia, Lituania, Latvia, Belarus, dan Moldova.
Setelah delapan tahun di Citibank Hungaria, pada 2013, Batara hijrah ke Citibank Filipina. Meski hanya meng-handle satu negara, secara skala ekonomi, jumlah nasabah, dan tanggung jawab lebih besar. “Seingat saya, di Hungaria PDB/GDP-nya 130 miliar dolar AS, Filipina 275 dolar AS miliar. Lebih besar di Filipina dan lebih kompleks bisnisnya,” ungkapnya.
Pada pertengahan 2015 Batara mendapat kepercayaan untuk mengendalikan Citibank Indonesia, persis pada pengujung tahun dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurut dia, ini merupakan kepercayaan besar dari shareholder Citibank pada dirinya. Sebab, dengan kesepakatan MEA, Indonesia akan menjadi pasar utama dengan besarnya potensi market yang ada.
“Challenge lebih besar karena Indonesia is a big country and one the biggest countries in ASEAN. Tentu pergulatannya akan lebih seru. After ten years working abroad, now it’s time for me to contribute back to my country and I’ll do my very best to give the most impact in Indonesia”.
Pengalamannya sebagai global banker dapat dimanfaatkan untuk kebaikan dan kemajuan industri perbankan tanah air. “Hal-hal yang bagus dari luar Indonesia bisa di-adopt di sini, sebaliknya apa yang baik di Indonesia juga banyak yang bisa diekspor untuk kolega saya di Eropa Timur,” papar pria bertubuh atletis yang menjaga kebugaran tubuhnya dengan rutin berolahraga lari ini.

  • Baca juga: Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global
 
 
 
 
 
Previous Post

Ayo Mengimpor

Next Post

3 SUV Baru di Awal 2016

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Modal Asing Masuk US$ 8,5 Miliar di Q2 2026, BI Pastikan Cadangan Devisa Tetap Tebal

Srikandi di Benteng Finansial: Saat Kepemimpinan Intuisi dan Presisi Menjaga Marwah Otoritas

by Sandy Romualdus
10 Agustus 2026 - 20:17

Rupiah melonjak ke level Rp17.753 per dolar AS usai Surpres Gubernur BI diserahkan. Simak analisis lengkap rekam jejak Destry Damayanti...

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

Dari LPPI ke Malta: Siasat CEO Prospero Taklukkan Monopoli GRC Global

by Sandy Romualdus
3 Juni 2026 - 22:47

Stabilitas.id – Panggung Global Startup Awards (GSA) 2026 di Valletta, Malta, pada 7–8 Mei 2026 menjadi saksi runtuhnya dominasi barat...

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

by Stella Gracia
12 Mei 2026 - 14:14

Stabilitas.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) resmi mengumumkan nakhoda baru untuk memimpin perusahaan pembiayaan ultra mikro tersebut. Kindaris ditunjuk...

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

Reni Wulandari, Direktur Operasi Perempuan Pertama SIG: Dobrak Bias Gender di Industri Semen

by Stella Gracia
21 April 2026 - 18:54

Stabilitas.id – Industri semen yang selama ini identik dengan dominasi laki-laki kini memiliki wajah baru dalam kepemimpinannya. Reni Wulandari, seorang...

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

Obituari Michael Bambang Hartono: Berpulangnya Sang Arsitek Diversifikasi Bisnis Djarum

by Stella Gracia
21 Maret 2026 - 16:49

Stabilitas.id – Dunia usaha Indonesia berduka. Michael Bambang Hartono, salah satu pilar utama di balik imperium bisnis Djarum Group dan...

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

Friderica Widyasari Dewi: Menjaga Marwah Otoritas dengan Intuisi dan Presisi

by Sandy Romualdus
12 Maret 2026 - 00:05

Stabilitas.id - Sejarah sering kali ditulis melalui langkah-langkah sunyi yang konsisten sebelum akhirnya meledak dalam sebuah panggung besar. Di lantai...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Bank Kesejahteraan dan Koperasi Nusantara Kerjasama Pola Channeling

Bank Kesejahteraan dan Koperasi Nusantara Kerjasama Pola Channeling

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance