Keterlibatan karyawan diakui memang belum menjadi pilihan utama untuk meningkatkan kinerja bisnis sebuah perusahaan di Indonesia. Padahal kebanyakan para pemimpin bisnis ataupun manajer dunia setuju bahwa keterlibatan karyawan adalah salah satu faktor kunci suksesnya sebuah bisnis.
Karyawan adalah sumber daya yang paling potensial dalam menciptakan inovasi. Mereka mengemban tanggung jawab dalam menciptakan produk atau jasa yang aman dan valuable untuk para konsumen perusahaan.
Namun bagi perusahaan, menciptakan dan meningkatkan keterlibatan karyawan bisa dibilang juga cukup menantang, termasuk juga bagi perusahaan yang memiliki merek dagang cukup terkenal. Berdasarkan penyelenggaraan Indonesia Employee Engagement Award (IEEA) 2016 yang dihelat oleh Majalah Stabilitas dan Blessing White Indonesia, ada beberapa kiat untuk meningkatkan keterlibatan karyawan di perusahaan. Namun satu yang harus menjadi perhatian utama adalah terus membangun hubungan yang baik antar karyawan maupun stakeholder.
Strategi yang pertama dan yang paling umum adalah komunikasi yang baik. Banyak pakar sumber daya manusia dan banyak referensi menyebut bahwa komunikasi adalah faktor pendorong employee engagement yang paling penting di mana karyawan dapat menyuarakan pendapatnya kepada tingkatan yang lebih tinggi. Selain itu juga perasaan dari setiap individu di perusahaan yang selalu diberi informasi juga disebut sebagai komponen komunikasi perusahaan yang penting.
Komunikasi, namun demikian, harus terjadi dua arah antara atasan dan bawahan, sehingga bawahan juga memiliki peluang untuk berpendapat. Komunikasi juga harus terjalin secara jelas dan konsisten. Atasan harus selalu menghargai masukan dari bawahan. Melibatkan bawahan dalam pengambilan keputusan akan meningkatkan rasa memiliki akan perusahaan dan meningkatkan employee engagement.
Akan tetapi di atas semua itu, strategi employee engagement itu seharusnya selalu berpedoman untuk memanusiakan manusia. Bank Maybank Indonesia mengaku menerapkan strategi tersebut dengan slogan humanizing fnancial services atau memanusiakan layanan keuangan Framework ini kemudian dikemas dalam empat pilar program dalam employee value proposition (EPV).
Pertama, adalah go a head to grow. Pilar kedua dalam EPV, adalah Global Maybank Aprentice Program. Pilar ketiga, adalah mendorong karyawan untuk senantiasa berinovasi dan keempat adalah go take care.
Dengan keempat program tersebut, Maybank Indonesia ingin mendorong seluruh karyawannya agar tidak hanya bersemangat dalam meningkatkan kapabilitas secara fsik namun juga memiliki keterikatan secara hati dan personal terhadap perusahaan.
Dengan demikian, karyawan nantinya diharapkan dapat menjalankan seluruh aktiftas layanan keuangannya terhadap nasabah dengan sepenuh hati. Jika hal itu berjalan, maka nasabah juga dengan sendirinya akan merasa nyaman dan kemudian semakin loyal untuk senantiasa menjadikan Maybank Indonesia sebagai pilihan pertama bagi seluruh aktiftas keuangannya. Strategi employee engagement yang lain, adalah mendekatkan jajaran direksi dengan para pekerja front liner sekaligus untuk memecahkan permasalahan di lapangan, dengan program Director Result. “Bentuknya adalah direktur dating langsung ke cabang dan berbincang langsung dengan teller, dengan customer service dan lainnya, berbincang tentang kinerja di lapangan. Kita cari solusi bersama. Di tahun 2016 lalu Board of Director (BoD) kami telah bertemu total 4.000 karyawan melalui program ini,” papar Human Capital Director PT Bank Maybank Indonesia, Irvandi Ferizal.
Namun dari sekian banyak program yang dimiliki perusahaan, menurut Irvandi, ada satu program yang sangat diminati oleh seluruh karyawan PT Bank Maybank Indonesia. Program tersebut diberi nama Tiger Camp, yaitu sebuah program di mana karyawan dibagi dalam beberapa tim dan diberikan biaya tertentu untuk menggarap sebuah project. Dalam program tersebut di dalamnya terkandung banyak kegiatan, mulai dari team gathering hingga juga pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR). Program ini diselenggarakan tiap tahun, dan pada tahun 2016 lalu temanya adalah men-driving inovasi untuk costumer satisfaction.
Sementara itu, BNI, bank milik negara menggunakan strategi unik untuk membuat karyawan terutama mereka yang berasal dari gen Y, bisa mengeluarkan potensi terbaiknya. Dalam satu lantai di kantor pusat BNI, manajemen menyulap ruangan kantor menjadi sedemikian nyaman, sehingga karyawan tidak merasa sedang di kantor, tetapi sedang di rumah atau di tempat yang menyenangkan. “Di tempat itu kami membuat tempat kerja dengan desain seperti sebuah ruang tamu, dan ada tempat bersantai lengkap dengan fasilitas olah raga atau karaoke. Tujuannya agar para gen Y ini nyaman bekerja,” kata Yuni Setyaningsih, AVP Human Capital Strategis BNI.
Di ruangan itu, lanjut dia, meja-meja kerja tidak dibatasi dengan sekat-sekat dan pekerja boleh menempati tempat dimana yang disuka dan tidak harus menetap di tempat yang sama setiap harinya.
Generasi Millennials
Strategi meningkatkan employee engagement lainnya adalah mengelola karyawan masa depan dengan bijaksana. Sebagaimana diketahui, saat ini generasi Y mulai mendominasi jumlah karyawan di setia perusahaan. Mengelola karyawan yang kini masuk dalam range umur antara 26-30 tahun, dianggap krusial saat ini. berdasarkan pengalaman PT Pegadaian (Persero), yang meraih Best of Millennials Program pada ajang IEEA 2016, pihaknya selalu membuka diskusi dengan karyawan Gen Y karena mereka memiliki sifat terbuka dan senang
berdiskusi.
“Sejak 2001, Pegadaian membuka forum diskusi karyawan via portal atau online. Setiap ide yang masuk, akan diakomodir oleh manajemen. Kami juga melaksanakan kompetensi taksiran oleh seluruh outlet, membuat Pegadaian Innovation Award yang salah satu produknya adalah inovasi berbasis gadget seperti gadai yang tidak pakai cash dan gadai flexi. Pegadaian juga melaksanakan Employee Value Proposition, dan melaksanakan digitalisasi sosialisasi peraturan perusahaan,” kata Sugeng Suratno, GM Operational Human Capital PT Pegadaian.
Upaya lain membuat karyawan supaya betah adalah dengan menarik lagi tenaga pensiun yang berkinerja bagus sebagai karyawan di anak perusahaan atau ditawari menjadi agen/mitra Pegadaian. “Kami enggak banyak buka kantor lagi, tapi lebih ke memberdayakan sumber daya manusianya,” jelas Sugeng. Selain dari segi operasional, Sugeng juga menyampaikan sejumlah antisipasi lain yang akan dilakukan PT Pegadaian (Persero).
“Dari sisi mental juga harus dipersiapkan, karena persaingan sudah jelas terbuka, dari sisi orangnya harus dipersiapkan sematang mungkin kompetensi dan keterampilannya,” ucap Sugeng. “Lalu dari sisi teknologi, kami juga sudah mulai mendaringkan seluruh sistem. Salah satunya seperti memudahkan pembayaran.”
BERITA TERKAIT
Papan Apresiasi
Sementara itu, ada tips lagi untuk meningkatkan employee engagement. Di luar negeri, Legal Monkeys, sebuah konsultan hukum untuk record management menemukan pendekatan yang sederhana namun cukup efektif untuk memberikan penghargaan kepada karyawan. Berdasarkan laman pengelolaan SDM, shiftindonesia.com, perusahaan itu memberi penghargaan dengan sebuah frame kaca berukuran 8×10 cm.
Aturan mainnya adalah, jika ada seorang karyawan yang ingin memberikan penghargaan kepada karyawan lainnya, baik itu karena bantuan kecil atau berhasil mencapai target dari projek yang dijalankan, mereka hanya perlu menulis sebuah catatan di kaca frame dengan spidol permanen dan memberikannya kepada orang tersebut. Karyawan yang menerima frame tersebut bebas menyimpannya di meja kerja mereka.
Begitupun selanjutnya, jika karyawan yang menerima frame tersebut juga ingin memberikan penghargaan kepada karyawannya, maka dia melakukannya dengan cara yang sama. Setiap kali “papan penghargaan” ini berjalan, akan diambil sebuah foto dan kemudian menyebarkannya melalui media sosial sehingga karyawan lainnya dapat melihat.















