JAKARTA, Stabilitas– Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman mengemukakan beberapa keuntungan yang akan diperoleh masyarakat jika memanfaatkan Sukuk Ritel seri SR-011 sebagai produk investasinya. Menurutnya, salah satu keuntungannya yakni minimum pemesanan SR-011 lebih rendah yaitu mulai dari Rp1 juta.
“Yang seri sebelumnya minimal Rp5 juta sehingga agak sulit dijangkau. Tapi kalau ini lebih mudah karena hanya Rp1 juta sehingga bisa dijangkau masyarakat,”kata Luky dalam Grand Launching Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 di Jakarta, Jumat, (1/3/2019).
Pasalnya, melalui penerbitan Sukuk Ritel, Pemerintah juga memberikan kesempatan kepada setiap Warga Negara Indonesia untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi dalam mendukung pembangunan nasional.
“Penerbitan SBN untuk investor individu merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mendorong peningkatan kemandirian sumber pembiayaan APBN dari pasar keuangan domestik, sekaligus pendalaman pasar keuangan,”imbuhnya.
Di sisi lain, penggunaan SR-011 sebagai produk investasi juga memiliki keuntungan karena Pajak yang lebih rendah, yaitu pph final 15 persen atas imbalan. Selain itu juga dapat diperdagangkan (tradable) di pasar sekunder (potensi capital gain).
“Sukuk ritel ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder tapi hanya dapat diperdagangkan antar investor domestik setelah dua periode imbalan sejak tanggal 11 Juni 2019.”kata dia.
Penerbitan sukuk ini juga merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Oleh karena itu, Luky mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kesadaran berinvestasi di masyarakat antara lain dengan menyediakan instrumen investasi syariah berupa Sukuk Ritel dan Sukuk Tabungan yang sekaligus dapatmenjadi instrumen inklusi keuangan di tanahair.
“Selama sepuluh tahun terakhir, Pemerintah telah menerbitkan 10 seri Sukuk Ritel dan 3 seri Sukuk Tabungan. Hal ini tentu merupakan capaian yang luar biasa dan menunjukkan respon yang baik dan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi syariah ini.”paparnya.
Sementara itu, total penerbitan Sukuk Ritel telah mencapai Rp144,7 triliun, dengan jumlah investor sebanyak 243.364 orang yang berasal dai 34 provinsi di tanah air. Sedangkan penerbitan 3 seri Sukuk Tabungan di tahun 2016, 2018 dan 2019 mencapai total Rp10,6 triliun dengan total investor sebanyak 36.861 orang. Penerbitan Sukuk Tabungan terakhir, yaitu ST-003 mencapai Rp 3,13 triliun dengan jumlah investor sebanyak 13.932 investor.

















