JAKARTA, Stabilitas – PT PP Tbk (PTPP) berencana mengurangi kepemilikan sahamnya di tiga proyek pembangunan jalan tol guna mendapatkan dana segar untuk membiayai proyek-proyek barunya di tahun ini. Tiga proyek yang bakal didivestasi tersebut meliputi jalan tol Pandaan-Malang, tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi dan juga Pelabuhan Kuala Tanjung. DIharapkan dari proses divestasi tersebut, PTPP dapat mengantongi dana segar sedikitnya Rp500 miliar.
“Nantinya dana (segar) itu bakal kami gunakan untuk memperkuat anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) perusahaan,” ujar Direktur PTPP, Agus Purbianto, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perusahaan, di Jakarta, Selasa (30/4).
Pada tahun ini, menurut Agus, pihaknya telah menganggarkan capex sebesar Rp9 triliun dengan 70 persen diantaranya bakal dipenuhi dari pinjaman. Sedangkan 30 persen lagi bakal ditutup dengan menggunakan kas internal perusahaan. Dari keseluruhan anggaran capex tersebut, sebesar Rp3,3 triliun bakal digunakan untuk sektor energi.
Lalu ada juga alokasi sekitar Rp2,4 triliun untuk penggarapan proyek infrastruktur. Sementara untuk proses divestasi, Agus masih belum mau menjelaskan dengan rinci perkiraan komposisi saham yang bakal dilepas perusahaan. “Belum ada (keputusan soal porsi saham yang bakal dilepas). Yang jelas, divestasi ini akan kami lakukan untuk aset dengan kepemilikan kami di atas 20 persen. Kami akan kurangi secara bertahap seiring dengan mulai beroperasinya kinerja operasional aset tersebut,” tutur Agus.
Dalam kesempatan yang sama, manajemen juga mengumumkan perolehan kontrak baru di sepanjang triwulan I/2019 yang mencapai Rp9,79 triliun. Dengan capaian tersebut, perusahaan merasa optimistis bakal mampu merealisasikan target perolehan tahun baru di sepanjang tahun ini yang telah dipatok sebesar Rp50 triliun. “Dengan melihat kondisi yang ada saat ini, kami meyakini kinerja di tahun 2019 ini bakal berjalan cukup baik dan berimbas positif terhadap catatan keuangan kami ke depan,” tegas Agus. (TS)

















