Jakarta – Perusahaan multifinance syariah PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) mengumumkan pencapain kinerja positif sepanjang semester pertama tahun 2015. Tercatat hingga Juli 2015 ALIF membukukan pembiayaan baru sebesar Rp 370 miliar. Pelemahan ekonomi global dan nasional, meski berdampak terhadap proyeksi bisnis perusahaan, namun tidak menurunkan optimisme pertumbuhan.
“Hingga akhir tahun target pejualan atau pembiayaan baru ALIF mencapai Rp1 triliun. Aset kita tumbuh dari Rp 627 miliar di Desember 2014 menjadi Rp 705 miliar pada Juni 2015 dengan membukukan laba sebesar Rp 6,6 miliar,” ungkap Iman Pribadi, Direktur Utama ALIF dalam Media Gathering Milad ALIF ke 8 di Jakarta, Kamis 27 Agustus 2015.
Dia menjelaskan, pencapaian ini berkat komitmen perseroan menuntaskan seluruh aktivitas dalam prioritas utama sepanjang semester I tahun 2015. Dan secara year to date, hingga Juli 2015 penjualan ALIF terus tumbuh mencapai Rp 370 miliar dengan profit mencapai Rp 7,4 miliar.
Adapun dari tiga produk andalan ALIF, pembiayaan terbesar pada produk Alif Cicilan Syariah Mobil & Motor yakni hingga 72,62% dengan segmen mobil yang lebih mendominasi. Sementara Produk Alif Cicilan Syariah Multiguna, yang lebih banyak di segmen motor, menyumbang pembiayaan 23,30%. Sedangkan produk Alif Cicilan Syariah Elektronik & Furniture tercatat hanya 0,08% karena dalam tahap penetrasi pasar dan focus ke group customer (non retail)
“Hingga akhir tahun ALIF mencanangkan penjualan sebesar Rp 1 triliun dengan fokus utama pada pembiayaan R4 dan R2, yang ditopang juga dengan pembiayaan komersial untuk sektor UMKM. Pertumbuhan penjualan ini dilakukan dengan mengedepankan kekhasan ALIF sebagai perusahaan pembiayaan yang secara konsisten menjalankan prinsip-prinsip syariah,” jelas Iman.
Prioritas Utama
Iman menambahkan, manajemen ALIF yang mulai bertugas sejak Oktober 2014 telah mencanangkan tahun 2015 sebagai tahun penguatan inti dan infrastruktur. Manajemen mencanangkan pertumbuhan aset yang sehat dengan berbasis kepada manajemen risiko. Langkah manajemen baru ALIF ini diawali dengan penyempurnaan stuktur organisasi serta sistem informasi dan teknologi yang memungkinkan peningkatan peran manajemen risiko.
“Adapun prioritas utama di tahun 2015 adalah peningkatan kualitas pembiayaan dan recovery, perbaikan pendanaan dan permodalan, pengembangan produk dan peningkatan efisiensi dan produktifitas,” ungkap Iman.
Terkait dengan peningkatan kualitas pembiayaan dan recovery, sejak awal tahun 2015 ALIF sudah meluncurkan Overdue Cluster System (OCS) serta melakukan penyegaran pada team collection dan recovery dengan merekrut beberapa tenaga kunci (key persons). Di samping itu, perusahaan juga mengadakan program pelatihan “star collection” untuk meningkatkan kompetensi serta membangun budaya kerja collection dan recovery yang menjadi khas ALIF.
“Secara perlahan aktivitas ini sudah berhasil meningkatkan kualitas portofolio pembiayaan, sehingga NPF dapat ditekan pada kisaran 3% per Juni 2015 dan diharapkan dapat berada di kisaran 2 – 2,5% pada akhir tahun ini,” harap Iman.
Sementara dalam rangka perbaikan pendanaan dan permodalan, selama semester pertama tahun 2015 ALIF sudah menandatangani sejumlah kerjasama pendanaan dari beberapa bank syariah termasuk Bank Muamalat Indonesia sekitar Rp 300 miliar. Hingga akhir tahun, ALIF mengharapkan komitmen pendanaan tambahan Rp 500 – 600 miliar yang tidak hanya bersumber dari perbankan tapi juga dari penerbitan Medium Term Notes (MTN).
Di samping itu perusahaan juga berencana untuk menerbitkan 125 juta lembar saham baru di kuartal ke-3 tahun ini atau sekitar Rp 125 miliar untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan dalam rangka menghadapi rencana pertumbuhan di tahun 2016.
Terkait dengan pengembangan produk, pada bulan Maret 2015 ALIF meluncurkan produk co-branding bersama Bank Muamalat Indonesia yaitu KPM IB Muamalat yang melengkapi produk-produk pembiayaan yang sudah ada, yaitu Alif Cicilan Syariah Mobil & Motor, Alif Cicilan Syariah Multiguna, Alif Pembiayaan Komersial & UMKM, serta produk terbaru yang diluncurkan di akhir tahun 2014 yaitu Alif Cicilan Syariah Elektronik & Furniture.
“Selain produk baru, saat ini ALIF juga tengah mengembangkan skema pembiayaan Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) yang diharapkan dapat diluncurkan pada kuartal ke-4 tahun ini untuk melengkapi skema Murabahah, Ijarah dan Ijarah Muntahiyya Bitamlik (IMBT) yang sudah berjalan saat ini,” papar Iman.
Perusahaan juga mengadakan sejumlah event untuk meningkatkan brand awareness, yang diawali dengan Gelar Akbar ALIF pada tanggal 29 Maret 2015 yang menjadi awal rebranding perusahaan menjadi “ALIF” dengan tagline “Cicilan Syariah”. Pada pertengahan Ramadhan lalu tepatnya 27-28 Juni 2015, perusahaan juga mengadakan Gelar Akbar Bursa Otomotif ALIF di 10 kota di Indonesia, yang mana event ini memperoleh penghargaan Rekor MURI sebagai Bursa Mobil dan Motor Pertama dengan Pembiayaan Syariah Secara Serentak di Lokasi Terbanyak.
“Sejumlah aktivitas di sales dan merketing telah berhasil mencatatkan penjualan di S1 sebesar Rp 320 miliar atau tumbuh 64% dibandingkan tahun 2014,”ungkap Iman.

















