JAKARTA, Stabilitas.id — PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatat penyaluran kredit di akhir kuartal I 2021 tumbuh sebesar 2,85 persen dari posisi akhir tahun 2020 (year to date) yaitu dari Rp 1,72 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 1,76 triliun pada kuartal I 2021.
Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga terlihat pertumbuhan yang konsisten, yaitu dari Rp 2,9 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 3,3 triliun pada kuartal I 2021 sehingga likuiditas bank tergolong baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) pada kuartal I 2021 tercatat sebesar 1.681,39 persen.
Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengungkapkan, dengan kondisi likuiditas tersebut dan CAR yang relatif tinggi sebesar 37,63 persen, Bank memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan kredit tentunya dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian.
BERITA TERKAIT
“Bank juga melihat adanya sentimen positif dari kalangan pengusaha untuk meningkatkan kinerja bisnis yang tertunda dan konsumsi masyarakat yang perlahan turut meningkat,”ujarnya.
Sementara dari sisi profitabilitas, kinerja kredit yang baik mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 82 Miliar atau meningkat 37,39 persen dibanding dengan periode Kuartal IV 2020 yang tercatat sebesar Rp 60 Miliar. Hal ini dipengaruhi oleh penyaluran kredit Bank yang meningkat sejak akhir tahun 2020 sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga. Selain itu, biaya dana (cost of fund) yang turun juga turut berkontribusi terhadap profitabilitas.
“Namun demikian, pertumbuhan ini tidak membuat Bank kehilangan kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian kedepannya. Walaupun vaksin sudah mulai didistribusikan, perekonomian masih secara perlahan menunjukan perputaran balik yang positif,”pungkasnya.

















