Semarang – Bank Jateng dan Bank Mandiri menerbitkan kartu e-money dan kartu kredit co-branding untuk mengembangkan bisnis. Kartu e-money dan kartu kredit co-branding yang diluncurkan pada 25 April 2015 ini, ditargetkan dapat meningkatkan penetrasi kartu mandiri di wilayah Jawa Tengah. Sementara bagi Bank Jateng, kerjasama ini merupakan perluasan layanan dan fasilitas pembayaran dan transaksi bagi nasabah.
Peluncuran kartu kredit dan e-money co-branding yang bertepatan dengan hari ulang tahun Bank Jateng ke-62 ini dilakukan oleh Senior Vice President Transaction Banking Retail Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji, Senior Vice President Consumer Card Bank Mandiri Boyke Yurista dan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (25/4).
Kartu e-money co-branding bertajuk e-bima card. Kartu ini dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di seluruh merchant mandiri e-money seperti tol, bus trans, toko retail, dan beberapa restoran serta tempat rekreasi.
Untuk kartu kredit co-branding menggunakan desain Candi Borobudur, salah satu icon pariwisata Jawa Tengah. Hal ini sejalan dengan motto Bank Jateng untuk menjadi Banknya orang Jawa Tengah dan semangat Bank Mandiri untuk meningkatkan financial inclusion masyarakat Indonesia. Kartu kredit co-branding tersebut dilengkapi fitur umum mandiri kartu kredit seperti powercash, powerbill, powerpoint, powerbuy dan fitur umum lainnya.
Sementara bagi pemegang kartu Platinum, selain fitur layanan tersebut, nasabah juga dapat menggunakan fasilitas airport lounge dan asuransi perjalanan gratis untuk setiap tiket yang pembeliannya menggunakan kartu kredit ini.
Menurut Boyke Yurista, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan kartu e-money. Berdasarkan data BPS, wilayah Jawa Tengah dengan total populasi lebih dari 33 Juta jiwa merupakan pasar yang besar dengan rata-rata pengeluaran rumah tangga mencapai Rp 65 Juta per tahun. Dari data tersebut, kartu e-bima card dan mandiri kartu kredit di Jawa tengah dapat lebih melengkapi kebutuhan finansial masyarakat.
Perkembangan berbagai bisnis di Jawa Tengah seperti industri kerajinan dan manufaktur untuk ekspor terus diikuti dengan pertumbuhan kelas menengah yang signifikan. “Sektor perdagangan umum di Jawa Tengah juga berkembang sangat baik. “Hal ini, menguatkan komitmen kami untuk bersama-sama dengan Bank Jateng mengembangkan kartu kredit di provinsi ini,” kata Boyke.
Hingga Maret 2015, Bank Mandiri telah menerbitkan mandiri e-money sebanyak lebih dari 5,4 juta. Jumlah tersebut meningkat 48% dibandingkan dengan posisi Maret 2014. Adapun merchant yang menerima transaksi mandiri e-money sebanyak 917 merchant dengan 39.250 outlet yang tersebar di Indonesia.
Sedangkan untuk kartu kredit, Bank Mandiri telah menerbitkan sebanyak 3,7 juta kartu. Dari jumlah tersebut, transaksi yang dilakukan pengguna kartu kredit Bank Mandiri mencapai 8,1 juta transaksi, naik 9 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 7,5 juta transaksi.
Sementara itu, nilai transaksi penggunaan kartu kredit Bank Mandiri hingga Maret 2015 mencapai Rp. 6,5 Triliun, tumbuh 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2014 sebesar Rp. 5,4 Triliun
Menurut Regional CEO Bank Mandiri wilayah VII Semarang Jacob Maitimu, Bank Jateng saat ini merupakan Bank Daerah yang memiliki basis nasabah yang sangat potensial yang tersebar di kota kabupaten, dan bahkan kecamatan di seluruh Jawa Tengah. “Kami optimis melalui kerjasama ini, penetrasi bisnis kartu kredit dan e-money dapat berkembang secara signifikan,” ujar Jacob.
Semangat kerjasama co branding ini adalah tumbuh dan berkembang bersama. Bank Jateng bertanggungjawab di garda depan untuk pemasaran kartu dan juga program-program khusus untuk kartu e-bima card dan mandiri kartu kredit, sedangkan seluruh operasional seperti proses pengiriman dan pencetakan kartu, layanan call center 24 jam dan underwriting akan ditangani oleh Bank Mandiri.
Melalui kerjasama co-branding ini, kami yakin bisnis kartu kredit dapat terus tumbuh secara berkelanjutan serta dapat memberikan nilai tambah yang baik bagi nasabah,” ujar Jacob.
Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno mengemukakan, penerbitan kartu kredit co-branding dengan Bank Mandiri merupakan sinergi yang dapat membantu pengembangan bisnis Bank Jateng.
Dengan jaringan, pengalaman dan infrastruktur yang dimiliki Bank Mandiri, kami optimis bisnis e-bima card juga Bank Jateng dapat tumbuh signifikan, dan dapat memberikan nilai tambah yang lebih baik bagi masyarakat Jawa Tengah,” ujar Rahmat.
Peluncuran kartu kredit Co-Branding ini juga sejalan dengan program pemerintah melalui Bank Indonesia yang telah mencanangkan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Pencanangan tersebut dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat, pelaku bisnis, dan juga lembaga-lembaga pemerintah untuk menggunakan sarana pembayaran non-tunai dalam melakukan transaksi keuangan yang mudah, aman, dan efisien. Dengan adanya kartu ini diharapkan kepuasan, kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi nasabah Bank Jateng dan Bank Mandiri akan semakin meningkat.

















