• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Ekonomi

Bayang-bayang The Fed: Pemerintah Akui Suku Bunga AS Bakal Picu Repricing Surat Utang Negara

by Stella Gracia
18 September 2026 - 17:55
12
VIEWS
Realisasi Pembiayaan APBN Januari Capai Rp105 Triliun, Fokus Perkuat Cadangan Pangan
0
SHARES
12
VIEWS

Pemerintah mengantisipasi terjadinya repricing pada instrumen Surat Utang Negara (SUN) sebagai imbas dari kenaikan suku bunga The Fed ke level 3,75%-4,00%.

Stabilitas.id – Manuver pengetatan moneter bank sentral Amerika Serikat (The Fed) diproyeksikan membawa efek rambatan terhadap beban pembiayaan utang Indonesia. Pemerintah secara terbuka mengakui bahwa kenaikan suku bunga global ini bakal memicu repricing atau penyesuaian tingkat imbal hasil (yield) pada instrumen Surat Utang Negara (SUN).

  • Baca juga: Rebound Tipis ke US$4.128: Harga Emas Uji Level Psikologis di Tengah Sikap Hawkish The Fed

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memandang perubahan konstelasi suku bunga global tersebut pasti memengaruhi kalkulasi harga dan biaya penerbitan obligasi pemerintah. “Ya, saya kira itu tentu saja ada repricing ya, tapi saya kira kita masih dalam level yang wajar lah,” tegas Juda saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2026).

Kebutuhan pembiayaan pemerintah melalui penerbitan obligasi untuk menambal celah anggaran sejatinya masih cukup masif. Perubahan ekuilibrium suku bunga global otomatis mendikte tingkat yield yang wajib ditawarkan pemerintah demi menjaga selera investor asing maupun domestik. Menyikapi tantangan berat ini, pemerintah bersiasat mengoptimalkan diversifikasi sumber pembiayaan, salah satunya dengan mempertahankan penerbitan instrumen Panda Bond yang berdenominasi yuan di pasar modal Cina.

BERITA TERKAIT

Rebound Tipis ke US$4.128: Harga Emas Uji Level Psikologis di Tengah Sikap Hawkish The Fed

Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Rapor APBN Agustus 2026: Keseimbangan Primer Surplus Rp154 Triliun di Tengah Defisit Fiskal

Menyangkut rencana penyerapan sisa kuota penerbitan global bond pemerintah yang saat ini berkisar di angka US$2 miliar, Juda memilih untuk menahan rincian waktu eksekusinya. Pihaknya berjanji akan segera memberikan pembaruan informasi terkait jadwal eksekusi obligasi valas tersebut.

  • Baca juga: Jaga Defisit di Bawah 3 Persen: Kemenkeu dan Bank Indonesia Kunci 5 Pilar Sinergi Hadapi Gejolak Global

Respons The Fed dan Reaksi Pasar Obligasi

Keputusan The Fed mengerek suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00% pada Rabu (16/9/2026) memang menjadi katalis utama gejolak pasar keuangan global pekan ini. Manuver agresif yang pertama kali terjadi sejak Juli 2023 tersebut lahir dari kekhawatiran atas laju inflasi AS yang masih membandel di atas level 3 persen selama setahun terakhir.

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa pengetatan ini mutlak diperlukan demi menjinakkan harga kembali ke target jangka panjang bank sentral. “Kami mengurangi tingkat akomodasi kebijakan agar kondisi keuangan dan kredit lebih sesuai dengan tujuan akhir kami. Tindakan hari ini menunjukkan bahwa kami serius menjaga stabilitas harga,” papar Warsh.

Pernyataan lugas Warsh terkait pengurangan akomodasi kebijakan langsung memantik spekulasi tajam di kalangan pelaku pasar. Kepala Ekonom Morgan Stanley Michael Gapen menangkap sinyal hawkish yang sangat kuat dari retorika pemimpin bank sentral tersebut. “Jika ketua The Fed menilai kebijakan saat ini masih akomodatif, berarti masih ada pekerjaan yang harus dilakukan,” analisis Gapen.

  • Baca juga: Minat Investor Membeludak, Pemerintah Serap Dana Segar Rp11 Triliun dari Lelang SBSN

Pasar surat utang AS merespons instan sentimen pengetatan tersebut dengan aksi jual. Tingkat imbal hasil obligasi US Treasury bertenor dua tahun terpantau langsung melonjak lebih dari 12 basis poin ke level 4,73 persen. Sementara itu, yield Treasury tenor 10 tahun ikut terbang menembus batas psikologis 5 persen, mencerminkan tingginya ekspektasi pasar terhadap era suku bunga tinggi yang lebih panjang. ***

Tags: kementerian keuanganKevin WarshPanda Bondpembiayaan utang pemerintahrepricing obligasisuku bunga The Fed 2026Surat Utang Negara (SUN)the fedWakil Menteri Keuangan Juda Agungyield US Treasury
 
 
 
 
 
Previous Post

Babak Akhir Krisis 1998: Surplus BI Rp55 Triliun Bawa Pemerintah Lunasi Utang BLBI

Next Post

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:17

Inflasi IHK September 2026 terjaga di level 3,28 persen yoy berkat konsistensi kebijakan moneter BI dan pengendalian harga pangan nasional....

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 14:10

Pemerintah menawarkan 76 proyek KPBU senilai US$63,45 miliar dalam PPP Book 2026 mencakup jalan tol, kereta perkotaan, hingga tanggul laut...

Kekayaan RI US$343 Miliar Lari ke LN, Presiden Prabowo Tabuh Genderang Perang Lawan Fraud Ekspor

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

by Sandy Romualdus
5 Oktober 2026 - 14:08

Pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi Rp31 triliun mencakup bansos beras 10 kg, BSU Rp300 ribu, dan insentif PPh 21 hingga 2027....

Garuda – Citilink Indonesia Kuasai Pangsa Pasar Domestik

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

by Stella Gracia
5 Oktober 2026 - 13:56

Garuda Indonesia, Kemenpar, dan Mastercard merilis program stopover bebas biaya terbang domestik guna memperluas distribusi turis asing ke daerah prioritas....

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

Tembus 75 Ribu Unit, Polytron Pamerkan Fox-Series dan Guyur Subsidi Rp6 Juta di GIIAS Semarang

by Sandy Romualdus
2 Oktober 2026 - 10:37

Penjualan motor listrik Polytron sukses menembus 75 ribu unit secara nasional. Perusahaan agresif menebar subsidi Rp6 juta pada ajang GIIAS...

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

Pacu Strategi ‘Beyond Mortgage’: BTN Rangkul Inovasi Rumah Masa Depan Ala Gen Z

by Sandy Romualdus
30 September 2026 - 13:08

Bank BTN membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 di UI dengan target 1.500 ide bisnis untuk mendukung ekosistem perumahan nasional....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Daftar Forbes 2026: BCA Peringkat 1 Bank Terbaik RI, SeaBank Juara di Kategori Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Kerek Cuan Penenun Baduy, BCA Promosikan Wastra Ramah Lingkungan ke Nasabah Kaya

Ubah Sampah Jadi Biogas: DPRD DKI Apresiasi Inovasi Biodigester Bank Jakarta di Rusunawa Rorotan

Inflasi September 2026 Terjaga 3,28 Persen: Bank Indonesia Kunci Target Sasaran 2,5 Persen

Laba Turun 19 Persen: Astra Tetap Guyur Dividen Interim Rp3,9 Triliun di Tengah Buyback Jumbo

Tercepat Sejak Pandemi: Ekonomi Vietnam Tumbuh 9,95 Persen di Kuartal III/2026

Tawarkan 76 Proyek Strategis: Pemerintah Buka Peluang Investasi KPBU Senilai US$63 Miliar

Guyur Stimulus Rp31 Triliun: Prabowo Siapkan Bansos Beras, BSU, dan Diskon Pajak

Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

Targetkan 5 Bank Syariah Jumbo pada 2027: OJK Dorong Konversi dan Wajibkan Merger Bank Kecil

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post
Inflasi di Atas Target, The Fed Didesak Tunda Akselerasi Pemangkasan Suku Bunga

Lawan Intervensi Trump, The Fed Kerek Suku Bunga Acuan ke Level 4 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance