Stabilitas.id – Musim Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) emiten perbankan kembali memacu gairah pasar. Di tengah tingginya volatilitas global, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi sorotan utama setelah mengusulkan total dividen tahun buku 2025 sebesar Rp52 triliun.
Angka fantastis tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 92%, meningkat dibandingkan rasio tahun buku 2024 yang sebesar 86%. Stockbit Sekuritas mengestimasi potensi dividen final berada di angka Rp206,4 per saham. Jika mengacu pada harga penutupan Rabu (25/3) di level Rp3.450, maka dividend yield final yang ditawarkan mencapai kisaran 6%.
Perlu diingat, bank spesialis kredit mikro ini sebelumnya telah mencairkan dividen interim sebesar Rp137 per saham pada Januari 2026 lalu.
Kinerja 2025: Laba Terkoreksi, Kredit Tumbuh
Sepanjang tahun buku 2025, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp57,13 triliun. Angka ini menunjukkan penurunan tipis sebesar 5,26% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang menembus Rp60,30 triliun.
Penurunan laba ini dipicu oleh pembengkakan biaya pencadangan (impairment) sebesar 20,8% menjadi Rp46,09 triliun. Meski demikian, fungsi intermediasi tetap berjalan agresif dengan penyaluran kredit yang tumbuh 12,3% (YoY) mencapai Rp1.521 triliun.
| Indikator Keuangan (FY2025) | Capaian | Perubahan/Posisi |
| Pendapatan Bunga Bersih | Rp150,5 Triliun | +5,5% (YoY) |
| NIM (Margin Bunga Bersih) | 6,54% | Turun dari 6,75% |
| NPL Gross | 3,29% | Naik dari 2,94% |
| LDR (Loan to Deposit Ratio) | 91,96% | Naik dari 89,39% |
Struktur Modal Tetap Kokoh
Manajemen BBRI menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga struktur permodalan yang kuat meski royal dalam membagikan dividen. Rasio kecukupan modal (CAR) perseroan saat ini berada di level 17%, masih di atas ketentuan minimum regulasi.
Dalam jangka panjang, BRI membidik target CAR di kisaran 20% sembari secara konsisten meningkatkan nilai dividen per saham (dividend per share/DPS) untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI tercatat sebesar Rp1.466 triliun dengan komposisi dana murah (CASA) yang sangat mendominasi di level 70,61%. Hal ini menunjukkan likuiditas perseroan tetap stabil dalam menopang ekspansi kredit ke depan. ***
















