• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Juni 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Market

BEI Bakal Delisting Empat Emiten

oleh Sandy Romualdus
14 Agustus 2012 - 00:00
10
Dilihat
BEI Tampilkan Indeks Khusus Perbankan
0
Bagikan
10
Dilihat

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia akan menjatuhkan sangsi penghapusan pencatatan dari papan bursa secara paksa (force delisting) kepada 4 emiten. Alasannya, keempat tersebut tidak menunjukkan going concern di pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen mengatakan bahwa ada empat perusahaan yang terlambat memasukkan laporan keuangan sejak tahun 2010 dan belum membayar denda atas keterlambatan tersebut.

Adapun keempat emiten tersebut antara lain PT Renewable Power Indonesia Tbk (RINA), PT Surya Intrindo Makmur (SIMM), PT Zebra Nusantara (ZBRA), PT Arpeni Pratama Ocean Line (APOL).

BERITA TERKAIT

Jangkau Permukiman Padat, SIG Sediakan Layanan Beton Siap Pakai MiniMix

Investasi SDM Jangka Panjang BNI Hantar Devin/Faathir ke Final Macau Open 2026

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

"Emiten-emiten tersebut sudah disuspensi selama 2 tahun. Kita terus pantau dan ternyata tidak menunjukkan going concern di pasar modal. Jadi kita akan lakukan delisting," ujarnya dalam sosialisasi kepatuhan emiten dalam menyampaikan laporan keuangan, di BEI, Jakarta, Senin (13/8).

Dia menyebutkan bahwa bursa akan mendelisting RINA pada September mendatang. Perusahaan tersebut tidak menunjukkan perbaikan pada bisnisnya.

Usai RINA, lanjuutnya, BEI akan mendelisting SIMM pada Oktober 2012. Kemudian di November, ZBRA terancam delisting, dan APOL di bulan Desember.

"Untuk SIMM, kami sudah berkomunikasi bahwa mereka (SIMM) akan ada penambahan bisnis properti disamping bisnis konveksi sepatu. Namun, rencana tersebut tertunda karena ada permasalahan izin lahan. Lalu mereka bilang ada kontrak usaha baru. Nah, ini artinya SIMM ada green concern jadi bisa kita pertimbangkan untuk tidak delisting," tuturnya.

Sesuai data di BEI, jumlah emiten yang melakukan pelanggaran keterlambatan laporan keuangan semakin banyak. Hal ini menunjukkan tingkat kepatuhan emiten dalam menyampaikan laporan keuangan semakin rendah.

Jumlah emiten yang melakukan keterlambatan laporan keuangan triwulan I tahun ini sebanyak 74 emiten. Sedangkan tahun 2010 dan 2011, hanya 54 emiten melakukan pelanggaran laporan keuangan.

Kemudian untuk keterlambatan laporan keuangan Triwulan II, sebanyak 29 emiten yakni 27 emiten saham, dan 2 obligasi. Sementara tahun 2010 dan 2011, jumlah emiten yang melanggar masing-masing 21 emiten dan 24 emiten.

"Kebanyakan pelanggaran emiten ini karena penyesuaian terhadap beberapa perubahan aturan PSAK. Periode pembanding tidak sesuai dalam neraca, catatan laporan keuangan tidak lengkap, dan klasifikasi akun tidak sesuai. Aturan tersebut baru diberlakukan mulai 2011 lalu," tuturnya.

Pelanggaran lainnya adalah angka dalam laporan keuangan tidak dapat dibuktikan kebenarannya, kejadian setelah laporan keuangan belum memadai. "Kebanyakan memang emiten-emiten belum selesai buat laporan keuangannya," tandasnya.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan BEI senantiasa mengundang direksi dan komisaris independen perusahaan yang terlambat menyampaikan LK. “Disetiap keterlambatan, perusahaan yang bersangkutan selalu kami umumkan kepada publik,” katanya.

Ini bertujuan agar publik mengetahui kondisi perusahaan yang bersangkutan. Tujuannya memberikan shock therapy agar perusahaan segera memperbaiki kesalahan perusahaannya. Perusahaan yang terlambat menyampaikan LK biasanya perusahaan dengan lini bisnis grup yang heterogen. Jika homogen, seperti PT Astra Internasional Tbk (ASII), biasanya tepat waktu.

Jenis sanksi yang dikenakan BEI terkait keterlambatan penyampaian laporan keuangan diawali dengan peringatan tertulis. Peringatan tertulis I untuk keterlambatan 30 hari. Peringatan tertulis II dan denda Rp 50 juta untuk keterlambatan 60 hari. Peringatan tertulis III dan denda Rp 150 juta untuk keterlambatan 90 hari. Suspensi efek perusahaan tercatat di BEI, untuk keterlambatan 90 hari.

 
 
 
 
 
Sebelumnya

ASSA Berencana Tambah 1.500 Armada

Selanjutnya

Semester I, Laba BTN Tumbuh 39,59 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:17

Stabilitas.id – Setelah pergerakan harga sahamnya tertidur pulas di level terendah Rp50 per lembar alias "gocap" selama lebih dari sebulan,...

Rupiah, Capital Outflow dan Trikotomi Friedmen*

Tiga Motor Penopang Beraksi, Rupiah Dibidik Menguat ke Rp17.500 per Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Langkah sinkronisasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal sukses membangun benteng pertahanan yang solid bagi mata uang Garuda....

Ketika Sungai Mulai Mengering

Proyeksi Valas Q3/2026: Euro dan Poundsterling Bersiap Unjuk Gigi Lawan Dolar AS

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Pergerakan pasar valuta asing (valas) utama dunia diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS)....

Rombak Direksi, RUPST Bukit Asam (PTBA) Setujui Dividen Tunai Rp1,32 Triliun

Selat Hormuz Dibuka, Harga Emas Global US$4.325 & Antam Dibidik Tembus Rp3,1 Juta

oleh Stella Gracia
17 Juni 2026 - 17:13

Stabilitas.id – Pamor logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (hedging) utama dunia kembali bersinar terang. Kendati tensi geopolitik Timur Tengah...

Perluas Akses Investasi Global, BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

Perluas Akses Investasi Global, BRI Hadirkan Reksa Dana USD Batavia

oleh Stella Gracia
15 Juni 2026 - 16:23

Stabilitas.id -  PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat layanan wealth management dengan menghadirkan pilihan investasi global...

Bidik Kredit Konsumer, BRI (BBRI) Tebar Promo KPR Bunga Mulai 2,50% dan Tenor 20 Tahun

BRI Siapkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

oleh Stella Gracia
15 Juni 2026 - 07:41

Stabilitas.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dalam kondisi pasar yang...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Manjakan Investor Ritel, BBCA Berencana Bagikan Dividen Interim Setiap Kuartal

    Tekanan Rebalancing MSCI Mereda, Saham BCA (BBCA) Siap Rebound ke Level Rp6.000

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danamon-Manulife Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Freeport Indonesia Setor Rp4,8 Triliun ke Pemda Papua, Total Kontribusi Negara Tembus Rp75 T

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Plus Minus Perdagangan Karbon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gebrakan Ekonomi Desa, Presiden Prabowo Resmikan Operasional 1.061 Koperasi Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Jangkau Permukiman Padat, SIG Sediakan Layanan Beton Siap Pakai MiniMix

Investasi SDM Jangka Panjang BNI Hantar Devin/Faathir ke Final Macau Open 2026

Sasar Komunitas Muda Blok M, CIMB Niaga Tebar Cashback 50% di ‘Ada OCTO Land’

BNI Dukung Penanganan Stunting di Pangalengan Lewat Program Desa Sehat

Andalkan AI dan Platform Elevate, SIG Rombak Total Sistem Manajemen Performa

Kemenkeu Kantongi Dukungan Beijing, Penerbitan Panda Bond Dipercepat

Kedok IPO Fiktif & Jasa Pelunasan Pinjol Dibongkar, Satgas PASTI Sikat Dua Entitas Ini

Perkuat Beyond Mortgage, BTN (BBTN) Gandeng Pemprov DKI dan Kementerian UMKM

Jaga Stabilitas PVML, OJK Longgarkan Aturan Modal Asing & Batasi Pemain Paylater

STABILITAS CHANNEL

 
Selanjutnya
Semester I, Laba BTN Tumbuh 39,59 Persen

Semester I, Laba BTN Tumbuh 39,59 Persen

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance