• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Market

Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun

oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 11:17
201
Dilihat
Tertahan di Level ‘Gocap’, GOTO Kebut Restu Buyback Saham Rp3,5 Triliun
0
Bagikan
201
Dilihat

Stabilitas.id – Setelah pergerakan harga sahamnya tertidur pulas di level terendah Rp50 per lembar alias “gocap” selama lebih dari sebulan, emiten teknologi raksasa PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) langsung menyiapkan jurus tangkisan. Perseroan resmi mengumumkan rencana aksi korporasi pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp3,5 triliun.

Langkah taktis penyelematan nilai pasar ini akan diputuskan secara final dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (18/6/2026).

  • Baca juga: Batal Jadi Saham ESOP, GOTO Pangkas Modal Lewat Pembatalan 32,19 Miliar Saham Tresuri

Jika mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham, manajemen GOTO akan mengeksekusi buyback dalam lini masa maksimal 12 bulan, terhitung mulai 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.

BERITA TERKAIT

Batal Jadi Saham ESOP, GOTO Pangkas Modal Lewat Pembatalan 32,19 Miliar Saham Tresuri

Manajemen GOTO menegaskan, seluruh pendanaan aksi korporasi ini murni bersumber dari kantong kas internal perusahaan, termasuk alokasi penutupan biaya transaksi, komisi broker, dan biaya administrasi lainnya.

“Perseroan telah mempertimbangkan ketersediaan kas internal dan kewajiban keuangan lainnya. Perseroan memiliki kas yang memadai untuk melaksanakan pembelian kembali saham, walaupun masih mencatat rugi bersih pada Tahun Buku 2025,” tulis manajemen GOTO dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Rabu (17/6/2026).

Proyeksi Metrik Eksistensi Saham Pasca-Buyback

Secara teknis, volume saham yang akan diserap kembali oleh pasar dipatok tidak akan melewati ambang batas 10% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh, termasuk kalkulasi posisi saham tresuri (treasury stock) saat ini.

Parameter Aksi Korporasi Nilai Proyeksi Pasar GOTO
Alokasi Dana Maksimal Rp3,5 Triliun (All-in Kas Internal)
Asumsi Harga Pembelian Rp50 – Rp51,4 per Lembar Saham
Estimasi Volume Saham Seri A Diserap 68 Miliar hingga 70 Miliar Lembar
Posisi Saham Tresuri Awal (31 Mei 2026) 39,43 Miliar Lembar (3,31% dari Total)
Target Akhir Saham Tresuri 108 Miliar – 110 Miliar Lembar (9,1% – 9,2%)

Manajemen berargumen, eksekusi buyback ini krusial untuk memberikan fleksibilitas tinggi dalam tata kelola modal, mengoptimalkan struktur permodalan jangka panjang, serta merangsang harga saham di papan perdagangan agar bergerak mencerminkan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya.

Lini Masa Penting Agenda Buyback GOTO:

  • Baca juga: Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok
  • 18 Juni 2026: Pelaksanaan RUPSLB Pemintaan Restu Investor.

  • 22 Juni 2026: Publikasi Ringkasan Risalah RUPSLB via BEI & KSEI.

  • 17 Juli 2026: Penyerahan Dokumen Risalah Final RUPSLB kepada OJK.

Terdepak dari Indeks Global FTSE Russell dan Pembekuan MSCI

Rencana agresif buyback Rp3,5 triliun ini mencuat di tengah terpaan sentimen negatif bertubi-tubi dari lembaga pemeringkat internasional. Emiten hasil merger Gojek dan Tokopedia ini baru saja dilaporkan terdepak dari keanggotaan indeks global bergengsi, FTSE Russell, untuk kategori saham berkapitalisasi menengah (mid cap).

Selain GOTO, FTSE juga mendepak tiga emiten besar Indonesia lainnya, yakni PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL), PT BUMA Internasional Tbk. (DOID), dan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (CNMA) yang akan diefektifkan per 22 Juni 2026.

Alasan utama pendepakan massal ini dipicu oleh posisi pencatatan keempat emiten tersebut yang kini berada di Papan Pengembangan BEI. Berdasarkan regulasi internal FTSE, klaster papan tersebut dikategorikan sebagai segmen pasar yang tidak memenuhi kriteria kelayakan masuk ke dalam FTSE Global Equity Index Series (GEIS).

  • Baca juga: Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

Sebelum dihantam sentimen FTSE, raksasa indeks global lainnya, Morgan Stanley Capital International (MSCI), telah lebih dulu mengambil langkah ekstrem dengan membekukan aktivitas penataan ulang (rebalancing) saham GOTO. MSCI menilai, pengendapan harga GOTO di level gocap memicu risiko replikasi indeks yang tinggi akibat anjloknya volume likuiditas perdagangan saham perseroan secara drastis. ***

Tags: Aksi Buyback Saham GOTOEmiten Papan Pengembangan BEIHarga Saham GOTO GocapIndeks Global FTSE RussellPembekuan Rebalancing MSCIRUPSLB GOTO Juni 2026Saham Tresuri GOTO
 
 
 
 
 
Sebelumnya

Bidik 75 Juta Rumah Tangga, CIMB Niaga Rilis 4 Jurus Solusi Finansial Keluarga

Selanjutnya

KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Rupiah Berpotensi Jaga Tren Positif di Tengah Kejatuhan USD

Imbas Penurunan Keyakinan Konsumen dan Eskalasi Iran-AS, Kurs Rupiah Kembali Anjlok

oleh Stella Gracia
12 Agustus 2026 - 15:20

Rupiah pasar spot anjlok ke Rp17.861/US$ pada 11 Agustus 2026. Penurunan IKK ke 116,8 dan krisis Selat Hormuz jadi pemicu...

Harga Emas Melesat, Pendapatan HRTA Melonjak 125% dan Laba Tembus Rp 700 Miliar

Putus Siklus Impor Berantai, Otoritas Keuangan Kanalkan 1.800 Ton Emas Pribadi Bentengi Rupiah

oleh Sandy Romualdus
12 Agustus 2026 - 14:07

Fenomena 1.800 ton emas rumah tangga memicu pendarahan devisa akibat impor batangan. OJK, BI, dan BUMN resmi kanalisasi emas lewat...

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

Membedah Potensi ETF Emas Syariah Sebagai Instrumen Baru Pasar Modal

oleh Sandy Romualdus
11 Agustus 2026 - 14:06

Ekonom INDEF A. Hakam Naja bedah potensi ETF Emas Syariah sebagai alternatif investasi pasar modal. Simak keuntungan, aspek halal MUI,...

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

HUT Ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK Perkuat Integritas dan Hadiahkan ETF Emas

oleh Stella Gracia
11 Agustus 2026 - 09:43

HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia: OJK luncurkan ETF Emas dan perkuat integritas pasar. Jumlah investor SID tembus 30,27 juta di...

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

Buka RDN Ajaib via OCTO, Nasabah CIMB Niaga Berkesempatan Raih Cashback Saham BNGA

oleh Sandy Romualdus
7 Agustus 2026 - 17:42

CIMB Niaga dan Ajaib Group jalin kemitraan strategis integrasikan investasi saham Ajaib di OCTO, buka akses RDN, hingga penawaran cashback...

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

Ekonomi Q2 Tembus 5,29%, Ajaib Sekuritas Cermati Sektor Perbankan hingga Utilitas

oleh Sandy Romualdus
5 Agustus 2026 - 16:45

PDB Indonesia kuartal II 2026 tumbuh 5,29% YoY, melampaui ekspektasi pasar. Analis Ajaib Sekuritas soroti peluang sektor perbankan, konsumer, dan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Keras Dan Menghantam

    Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tekanan Geopolitik Membayangi, Sinergi Fiskal-Moneter Jadi Kunci Stabilitas Sektor Keuangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bidik US$ 1 Miliar, Pemerintah Terbitkan Panda Bonds Berperingkat AAA di Pasar China Hari Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenkeu Monitor 490 Daerah Tertekan Fiskal, Siapkan Suntikan Dana Belanja Pegawai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Ekonomi Banyumas Raya Tumbuh Kuat di Triwulan I-2026, BI Waspadai Risiko Kekeringan

Ekspansi Global BUMN: K&K Advocates dan Bird & Bird Bedah Mitigasi Risiko Hukum Lintas Negara

Pacu Semen Hijau dan Bahan Bakar Alternatif, SIG Buktikan Competitive Advantage Berbasis ESG

Dominasi Sektor Pertanian 42,6%, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp103,81 Triliun per Juni 2026

Dari Den Haag hingga Amsterdam, BNI Dampingi Waroeng Padang Lapek Bawa Cita Rasa Minang ke Eropa

Pacu Ekonomi Syariah di Kawasan FTZ, CIMB Niaga Syariah Resmikan Syariah Digital Branch di Batam

Momentum Hari UMKM Nasional, Bank Mandiri Dorong 56 Ribu Debitur KUR Naik Kelas

BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO

Kesenjangan Tembus 24,04 Poin: Phi Institute Peringatkan Risiko Inklusi Keuangan Semu

STABILITAS CHANNEL

 
 
Selanjutnya
KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

KUR BRI Tembus Rp84,36 Triliun, Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance