JAKARTA, Stabilitas.id – Inisiatif untuk memanfaatkan limbah batok kelapa sebagai bahan baku utama telah membawa perubahan besar bagi kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi di Banjar Dinas Waliang, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali. Terbentuk sejak tahun 2008, kelompok ini, yang merupakan klaster usaha binaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), berhasil memberdayakan 26 perempuan dalam menciptakan kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.
Menurut A.A Ayu Mahesarani Karang, ketua kelompok, ide ini muncul dari keinginan untuk meningkatkan kondisi ekonomi warga di sekitar kampungnya yang memprihatinkan. “Kami tak ingin melihat mereka semakin terpuruk, jadi kami mengumpulkan para perempuan di kampung kami dan memberdayakan mereka untuk ikut serta dalam berkarya dan berdikari,” ujar A.A Ayu Mahesarani Karang, ketua kelompok dalam siaran pers yang dikutip Jumat (1/3/2024).
Pemanfaatan limbah batok kelapa sebagai produk utama bukanlah hal yang lazim. Namun, Rani, panggilan akrab Ayu Mahesarani Karang, dan timnya, mengolahnya kembali menjadi berbagai kerajinan tangan seperti tempat tisu, tempat permen, keranjang buah, dan tempat sesajen upacara. “Produk-produk yang dihasilkan dapat menyesuaikan permintaan dari para konsumen. Jadi, apa yang para pembeli mau, nanti kami buatkan,” tambahnya.
BERITA TERKAIT
Meskipun awalnya mengalami kendala dalam pemasaran dan permodalan, kelompok ini mendapatkan bantuan dana senilai Rp70 juta beserta peralatan pendukung dari BRI Peduli. Rani mengatakan bahwa bantuan ini sangat menguntungkan bagi kelompoknya, yang awalnya kesulitan memajang produk karena tidak memiliki etalase.
“Dengan bantuan dari BRI Peduli, omzet kami jadi semakin meningkat dan menyentuh di kisaran Rp25 juta per bulan. Setiap BRI mengadakan acara, kelompok usaha kami juga selalu dilibatkan di dalamnya,” ungkap Rani.
Supari, Direktur Bisnis Mikro BRI, menambahkan bahwa melalui program “Klasterkuhidupku”, BRI berkomitmen untuk mendampingi dan membantu para pelaku usaha perempuan dengan memberikan bantuan modal usaha, pelatihan, dan program pemberdayaan lainnya.
“Kami berharap kisah yang ditunjukkan oleh kelompok usaha perempuan Sinar Mulia Abadi menjadi motivasi dan cerita inspiratif bagi kelompok-kelompok usaha perempuan lainnya di berbagai daerah,” tegasnya.
Dukungan dari BRI Peduli membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bukanlah sekadar retorika, tetapi aksi nyata yang mampu mengubah kehidupan masyarakat secara signifikan. ***

















