Stabilitas.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (Maybank Indonesia) melalui Unit Usaha Syariah (UUS) memperkuat posisinya sebagai enabler ekonomi syariah dengan menghadirkan solusi keuangan terintegrasi. Bank berkode emiten BNII ini fokus menghubungkan berbagai sektor strategis guna membangun ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Unit Usaha Syariah Maybank Indonesia, Romy Buchari, menjelaskan bahwa strategi bank kini bergeser dari sekadar penyedia produk menjadi penghubung rantai nilai ekonomi syariah. Salah satu implementasi nyatanya telah berjalan di sektor kesehatan.
“Pengembangan ekosistem halal membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Kami menghadirkan solusi keuangan syariah yang tidak hanya relevan secara bisnis, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh,” ujar Romy dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
BERITA TERKAIT
Di sektor kesehatan, Maybank Indonesia tidak hanya menyalurkan pembiayaan prasarana, tetapi juga mengintegrasikan sistem pengelolaan payroll karyawan, transaksi operasional harian, hingga layanan investasi. Pendekatan ini memastikan institusi kesehatan memiliki sistem keuangan yang menopang keberlanjutan operasional secara utuh.
Selain kesehatan, Maybank Indonesia tengah memperluas model integrasi serupa ke sektor pendidikan, food & beverage (F&B), hingga komunitas berbasis syariah. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan konektivitas yang lebih kuat antar pelaku ekonomi riil di Indonesia.
Fokus ESG dan UMKM
Inisiatif pengembangan ekosistem halal ini juga diselaraskan dengan prinsip Environment, Social & Governance (ESG). Maybank Indonesia memandang penguatan sektor-sektor esensial akan berdampak langsung pada produktivitas masyarakat dan membuka peluang pertumbuhan bagi UMKM yang menjadi bagian dari rantai pasok halal.
Hingga Desember 2025, Maybank Indonesia mencatatkan total aset senilai Rp193,72 triliun dengan dana simpanan nasabah mencapai Rp116,19 triliun. Melalui misi Humanising Financial Services, UUS Maybank Indonesia menargetkan kepemimpinan global dalam perbankan syariah melalui layanan digital M2U dan M2E yang kian diperkuat.
“Bagi kami, ini adalah komitmen jangka panjang untuk menghadirkan layanan keuangan yang inklusif serta berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Romy.***
















