Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Askrindo, dan Perum Jamkrindo kemarin menandatangani perjanjian kerja sama pemanfaatan teknologi informasi (TI) untuk mengintegrasikan penjaminan kredit usaha rakyat (KUR). Pemanfaatan teknologi tersebut berguna untuk mengurangi kemungkinan kesalahan kerja manual dan menjadikan penjaminan KUR lebih efektif dan efisien.
Menurut Direktur UMKM BRI Djarot Kusumajakti, kerja sama ini merupakan perpanjangan kerja sama penjaminan KUR yang sudah diteken ketiganya pada 2010 lalu. Dengan tambahan kerja sama TI ini, ini proses pengelolaan penjaminan, kaim, pelaporan, sampai dengan collecting data akan lebih cepat dan akurat.
"Peran Askrindo dan Jamkrindo dalam penyaluran kredit sangat sentral. Selama ini, selisih waktu penjaminan diharapkan bisa tereduksi, akan ada optimalisasi hak klaim, kontrol recoveries dan subrogasi, berapa saja besarnya," kata Djarot pada penandatanganan kerja sama tersebut awal pekan ini.
BERITA TERKAIT
Direktur Teknik dan Operasional Askrindo Didiet S Pamungkas mengatakan, online system yang diberlakukan akan membuat penjaminan lebih baik walaupun memakan biaya investasi. "Memang ada biaya di depan, tapi ujung-ujungnya pelyanan terhadap nasabah bisa lebih cepat dan akurat," kata Didit.
Sementara itu, Direktur Pengembangan Bisnis Jamkrindo Bakti Prasetyo mengatakan, kerja sama ini merupakan potensi besar bagi perusahaannya untuk mengembangkan sistem online. Jamkrindo menggunakan fasilitas cash management system. Ia berharap, pada perkembangannya, BRI dan kedua perusahaan akan mengembangkan sistem online untuk penjaminan kredit lainnya di luar KUR.
"Sistem ini telah diuji coba oleh unit-unit kami pada triwulan I kemarin, udah siap untuk full fledge tanpa kesalahan," ujar Bakti.
Seperti diketahui, BRI merupakan penyalur KUR terbesar dengan target penyaluran 2012 sebesar Rp 15 triliun. Sampai dengan April 2012, ekspansi KUR BRI telah bertambah Rp 5,7 triliun sehingga total kredit BRI mencapai Rp 44,9 triliun. Total nasabah KUR BRI 5,8 juta. "Dari total realisasi itu, non performing loan (NPL) hanya 2,78%, jauh di bawah rasio yang ditetapkan BI sebesar 5%," kata Djarot.
Nilai penjaminan KUR Askrindo dari 2007 sampai dengan triwulan I-2012 merupakan Rp 19,8 triliun dengan volume penjaminan pada triwulan I tahun ini sendiri sebesar Rp 9 triliun. Dari total target KUR pemerintah tahun ini yang Rp 30 triliun, Askrindo menargetkan dapat memberikan volume penjaminan sebesar Rp 15 triliun.
Adapun volume penjaminan KUR 2011 Jamkrindo ialah sebesar Rp 18,5 triliun. Target penjaminan KUR 2012 Rp 15 triliun. Sampai dengan triwulan I, volume penjaminan mencapai Rp 6,7 triliun di mana sebesar Rp 4 triliunnya merupakan KUR BRI.

















