Jakarta – PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membukukan laba bersih Rp1,34 triliun pada 2011 atau kenaikan sebesar 12,23% bila dibandingkan 2010 sebesar 1,19 triliun. Perseroan juga mencatat pendapatan usaha sebesar 4,96 triliun pada 2011 atau meningkat 13,3% dibandingkan 2010 senilai Rp4,38 triliun di 2010.
Menurut Direktur Utama PT Jasa Marga Adityawarman hal itu didukung pertumbuhan lalu lintas di ruas tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi), Jakarta-Cikampel, dan Bogor Outer Ring Road (BORR). "Volume transaksi tahun 2011 mencapai 1,1 miliar kendaraan atau naik 14,10% dibandingkan tahun 2010," katanya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (9/5).
Ia mengungkapkan PT Jasa Marga mendapatkan konsesi untuk membangun sembilan ruas jalan tol di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. "Terdapat dua ruas yang telah beroperasi di 2011, yakni ruas tol Semarang-Solo serta Surabaya-Mojokerto," paparnya.
BERITA TERKAIT
Adapun, beberapa ruas jalan tol potensial, yakni Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (60km), Medan-Binjai (16km), Pekanbaru-Kandis-Dumai (126 km), Kayu Agung-Palembang-Betung (137 km), dan Padang-Sicincin (27 km).
Sementara itu, PT Jasa Marga Tbk berhasil membukukan laba bersih Rp 371,7 miliar atau naik 21% jika dibandingkan dengan kuartal I 2010 senilai Rp 291 miliar. Di sisi lain, Adityawarman menyatakan akan membagikan dividen sebesar Rp536 miliar atau 40% dari laba bersih yang didapatnya pada 2011 lalu. "Dividen Rp 536 miliar dan akan langsung dibagikan. Dividen per saham adalah sebesar Rp 78 per lembar," terangnya.
Ia menambahkan PT Jasa Marga telah merekrut 642 petugas tol tambahan sejak Mei 2012. Hal itu dilakukan mengurangi kemacetan di pintu tol. "Kita rekrut 642 orang, dan total investasinya Rp 25 miliar untuk gaji mereka dari Mei sampai Desember 2012," paparnya. Perbaikan layanan itu, jelas Adityawarman, untuk wilayah Jakarta dan Surabaya.
















