• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Sabtu, Februari 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Perbankan

Ciamik! Bank NTT Raub Laba Rp188,05 Miliar di 2024, Tumbuh 70,72%

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2025 - 12:13
47
Dilihat
Ciamik! Bank NTT Raub Laba Rp188,05 Miliar di 2024, Tumbuh 70,72%

Pj. Dirut Bank NTT, Yohanis Landu Praing berbicara dalam diskusi dengan Diaspora NTT - Jabodetabek, belum lama ini. (Foto: Sandy)

0
Bagikan
47
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) berhasil mencatatkan laba yang mengesankan di tahun 2024, dengan laba bersih yang meningkat sebesar 70,72 persen secara tahunan (yoy), dari Rp110,15 miliar pada 2023 menjadi Rp188,05 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Bank NTT yang dirilis pada Senin, 3 Februari 2025, kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 4,16 persen dan penurunan beban bunga yang signifikan. Pendapatan bunga bersih Bank NTT naik dari Rp1,04 triliun menjadi Rp1,08 triliun. Pendapatan bunga tetap stabil meskipun hanya naik sedikit sebesar 0,48 persen, sementara beban bunga turun sebesar 6,67 persen. Hal ini berdampak positif terhadap perbaikan net interest margin (NIM), yang meningkat dari 6,50 persen menjadi 7,02 persen.

Selain itu, Bank NTT berhasil menekan beban operasional lainnya, yang mengalami penurunan sebesar 4,79 persen, dari Rp891,05 miliar menjadi Rp848,39 miliar. Walaupun rasio BOPO meningkat dari 87,07 persen menjadi 91,25 persen, penurunan beban operasional ini menunjukkan upaya efisiensi dalam operasional bank.

BERITA TERKAIT

Babak Baru Konsolidasi Bank Daerah: Bank Jatim Resmi Suntik Modal, Bank NTT Siap Berbenah

Kinerja Moncer! Bank NTT Perpanjang Masa Jabatan Plt Dirut, Yohanis Landu Kembali Pimpin Hingga 2026

Bank NTT: 63 Tahun Menenun Asa, Membangun Negeri dari Timur

KRN Bank NTT Resmi Usulkan Nama Komisaris dan Direksi ke OJK: Antara Figur Karier Versus ‘Titipan’ Politik

Dalam hal kinerja kredit, Bank NTT mencatatkan peningkatan kredit sebesar 2,34 persen, dari Rp12,47 triliun menjadi Rp12,77 triliun. Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan, dengan penurunan NPL Gross dari 3,44 persen menjadi 2,87 persen, meskipun NPL Net relatif stabil pada angka 1,21 persen berbanding 1,23 persen.

Di sisi lain, meski terjadi penurunan modal inti sebesar 6,71 persen yang menyebabkan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) dari 27,31 persen menjadi 25,35 persen, Bank NTT tetap mempertahankan level modal yang aman. Total aset Bank NTT juga mengalami penurunan 5,29 persen, dari Rp17,32 triliun menjadi Rp16,41 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) turun sebesar 7,05 persen.

Meskipun demikian, ada pergeseran dalam komposisi dana, dengan giro turun 1,95 persen, tabungan naik 1,70 persen, dan deposito mengalami penurunan tajam sebesar 14,66 persen. Penurunan dana mahal dari deposito menunjukkan perbaikan dalam struktur dana, dengan rasio dana murah terhadap DPK meningkat dari 50,83 persen menjadi 54,86 persen.

Meskipun rasio loan to deposit ratio (LDR) turun dari 106,50 persen menjadi 96,73 persen, bank ini masih mampu menjaga likuiditas dengan baik, mengingat LDR ideal berada di kisaran 78 persen hingga 92 persen. Fokus utama tetap pada pengelolaan dana murah untuk menjaga kestabilan likuiditas.

Meski rasio Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mengalami penurunan masing-masing dari 1,39 persen menjadi 0,65 persen dan dari 7,92 persen menjadi 4,95 persen, laba bersih yang meningkat mencerminkan kemampuan Bank NTT dalam mengelola portofolio bunga dan memaksimalkan pendapatan.

Kinerja keuangan Bank NTT pada 2024 menggambarkan keberhasilan bank ini dalam meraih pertumbuhan laba yang signifikan, meskipun menghadapi tantangan dalam pengelolaan biaya operasional dan likuiditas. ***

Tags: Bank NTTLaba Bank NTT 2024Yohanis Landu Praing
 
 
 
 
Sebelumnya

Generasi Sandwich Realistis, Pilih Hunian yang Ramah Keluarga & Potensi Bisnis

Selanjutnya

Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

oleh Sandy Romualdus
21 Februari 2026 - 19:52

Stabilitas.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggelar Customer Gathering Imlek 2026 sebagai ajang silaturahmi sekaligus apresiasi...

Bank Indonesia Tetapkan Jadwal Rapat Dewan Gubernur Bulanan 2026, Fokus Transparansi Kebijakan

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

oleh Stella Gracia
20 Februari 2026 - 15:11

Stabilitas.id – Bank Indonesia (BI) menegaskan ketahanan sektor perbankan nasional tetap kokoh di tengah langkah Moody’s Ratings yang merevisi outlook...

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan dari Sisi Demand

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 10:32

Stabilitas.id – Industri perbankan nasional masih memiliki ruang yang solid untuk menopang pertumbuhan kredit ke depan dengan kondisi likuiditas dan...

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

Laba Danamon Tumbuh 14% Jadi Rp4 Triliun pada 2025, Kredit Naik 9%

oleh Sandy Romualdus
19 Februari 2026 - 19:20

Stabilitas.id — PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025, tumbuh 14% secara...

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

Transaksi SeaBank Tembus 10 Juta per Hari, Deposito Digital Jadi Tren Penahan Konsumsi Gen Z

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 12:11

Stabilitas.id – Tren digitalisasi perbankan yang semakin lekat dengan gaya hidup generasi muda mendorong perbankan digital untuk memperkuat strategi pengelolaan...

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

Terjerat Fraud & Modal Cekak, Izin Usaha BPR Kamadana Dicabut OJK

oleh Stella Gracia
19 Februari 2026 - 10:47

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi mencabut izin usaha PT Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Kamadana yang berlokasi di Kintamani,...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

Outlook Moody’s Negatif, BI Pastikan Likuiditas Perbankan Jumbo Tetap Solid

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance