• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Mei 21, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Finance

Ciamik! Bank NTT Raub Laba Rp188,05 Miliar di 2024, Tumbuh 70,72%

oleh Sandy Romualdus
4 Februari 2025 - 12:13
55
Dilihat
Ciamik! Bank NTT Raub Laba Rp188,05 Miliar di 2024, Tumbuh 70,72%

Pj. Dirut Bank NTT, Yohanis Landu Praing berbicara dalam diskusi dengan Diaspora NTT - Jabodetabek, belum lama ini. (Foto: Sandy)

0
Bagikan
55
Dilihat

JAKARTA, Stabilitas.id – Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) berhasil mencatatkan laba yang mengesankan di tahun 2024, dengan laba bersih yang meningkat sebesar 70,72 persen secara tahunan (yoy), dari Rp110,15 miliar pada 2023 menjadi Rp188,05 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan Bank NTT yang dirilis pada Senin, 3 Februari 2025, kenaikan laba ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 4,16 persen dan penurunan beban bunga yang signifikan. Pendapatan bunga bersih Bank NTT naik dari Rp1,04 triliun menjadi Rp1,08 triliun. Pendapatan bunga tetap stabil meskipun hanya naik sedikit sebesar 0,48 persen, sementara beban bunga turun sebesar 6,67 persen. Hal ini berdampak positif terhadap perbaikan net interest margin (NIM), yang meningkat dari 6,50 persen menjadi 7,02 persen.

Selain itu, Bank NTT berhasil menekan beban operasional lainnya, yang mengalami penurunan sebesar 4,79 persen, dari Rp891,05 miliar menjadi Rp848,39 miliar. Walaupun rasio BOPO meningkat dari 87,07 persen menjadi 91,25 persen, penurunan beban operasional ini menunjukkan upaya efisiensi dalam operasional bank.

BERITA TERKAIT

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Babak Baru Konsolidasi Bank Daerah: Bank Jatim Resmi Suntik Modal, Bank NTT Siap Berbenah

Kinerja Moncer! Bank NTT Perpanjang Masa Jabatan Plt Dirut, Yohanis Landu Kembali Pimpin Hingga 2026

Bank NTT: 63 Tahun Menenun Asa, Membangun Negeri dari Timur

Dalam hal kinerja kredit, Bank NTT mencatatkan peningkatan kredit sebesar 2,34 persen, dari Rp12,47 triliun menjadi Rp12,77 triliun. Kualitas kredit juga menunjukkan perbaikan, dengan penurunan NPL Gross dari 3,44 persen menjadi 2,87 persen, meskipun NPL Net relatif stabil pada angka 1,21 persen berbanding 1,23 persen.

Di sisi lain, meski terjadi penurunan modal inti sebesar 6,71 persen yang menyebabkan penurunan rasio kecukupan modal (CAR) dari 27,31 persen menjadi 25,35 persen, Bank NTT tetap mempertahankan level modal yang aman. Total aset Bank NTT juga mengalami penurunan 5,29 persen, dari Rp17,32 triliun menjadi Rp16,41 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) turun sebesar 7,05 persen.

Meskipun demikian, ada pergeseran dalam komposisi dana, dengan giro turun 1,95 persen, tabungan naik 1,70 persen, dan deposito mengalami penurunan tajam sebesar 14,66 persen. Penurunan dana mahal dari deposito menunjukkan perbaikan dalam struktur dana, dengan rasio dana murah terhadap DPK meningkat dari 50,83 persen menjadi 54,86 persen.

Meskipun rasio loan to deposit ratio (LDR) turun dari 106,50 persen menjadi 96,73 persen, bank ini masih mampu menjaga likuiditas dengan baik, mengingat LDR ideal berada di kisaran 78 persen hingga 92 persen. Fokus utama tetap pada pengelolaan dana murah untuk menjaga kestabilan likuiditas.

Meski rasio Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) mengalami penurunan masing-masing dari 1,39 persen menjadi 0,65 persen dan dari 7,92 persen menjadi 4,95 persen, laba bersih yang meningkat mencerminkan kemampuan Bank NTT dalam mengelola portofolio bunga dan memaksimalkan pendapatan.

Kinerja keuangan Bank NTT pada 2024 menggambarkan keberhasilan bank ini dalam meraih pertumbuhan laba yang signifikan, meskipun menghadapi tantangan dalam pengelolaan biaya operasional dan likuiditas. ***

Tags: Bank NTTLaba Bank NTT 2024Yohanis Landu Praing
 
 
 
 
Sebelumnya

Generasi Sandwich Realistis, Pilih Hunian yang Ramah Keluarga & Potensi Bisnis

Selanjutnya

Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:46

Stabilitas.id — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM) atau Bank Jatim mencatatkan lompatan aset konsolidasi yang signifikan mencapai...

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:17

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan cetak biru manfaat strategis dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) bagi penguatan jangkar...

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

oleh Sandy Romualdus
20 Mei 2026 - 19:05

Stabilitas.id — Emiten bank digital milik Kredivo Group, PT Krom Bank Indonesia Tbk (IDX: BBSI), memutuskan untuk tidak membagikan dividen...

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

Genjot Inklusi Keuangan Pelajar, Bank Jakarta Kelola Dana Simpanan Rp1,81 Triliun

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 19:49

Stabilitas.id — Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) DKI Jakarta 2026 yang diorkestrasi oleh Bank Jakarta bersama Otoritas Jasa Keuangan...

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

Bank Mandiri Kukuhkan Peran di Ekonomi Kerakyatan, Realisasi KUR Tembus Rp14,54 Triliun hingga April 2026

oleh Sandy Romualdus
19 Mei 2026 - 16:34

Stabilitas.id - Bank Mandiri memperkuat komitmennya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat...

Survei BI: Kenaikan Harga Bahan Baku Bakal Dongkrak Inflasi Ritel Per Juni 2026

Kredit Mobil Listrik Melejit 70%, BI Siapkan Insentif GWM 1% untuk Bank Pelopor Hijau

oleh Stella Gracia
19 Mei 2026 - 10:58

Stabilitas.id — Otoritas moneter dan fiskal memperkuat fondasi arsitektur keuangan berkelanjutan (sustainable finance) tanah air demi memitigasi dampak risiko perubahan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    Romy Wijayanto Resmi Terpilih Jadi Direktur Utama Bankaltimtara 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPS Lippo Karawaci: Indra Yuwana Jabat Presiden Direktur, Bamsoet Masuk Jajaran Komisaris

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Manajemen Kinerja Kualitatif vs Kuantitatif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPST Bank Jateng Angkat Bambang Widiyatmoko Jadi Dirut, Adnas Jabat Komut

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasar Properti On The Track, Penjualan Rumah Second Jadi Penopang Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari AO Jadi Dirut, Kindaris Resmi Pimpin PNM Gantikan Arief Mulyadi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Resmi Berlaku! PMK 23/2026: Aturan Baru Penagihan hingga Pelunasan Piutang Negara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Lampung Masuk 10 Besar Investor Terbanyak, OJK Ingatkan Rumus 2L Atasi Investasi Bodong

Aset Konsolidasi Tembus Rp168,85 Triliun, KUB Bank Jatim Gerbang Aliansi Ekonomi Lintas Daerah

Kuartal I/2026: Aset BPD Tembus Rp1.036 Triliun di Tengah Evaluasi Ketat KUB oleh OJK

Kinerja Kuartal I/2026 Melesat: Laba Sebelum Pajak Krom Bank Meroket 99%

Gempuran Geopolitik Global, Bank Indonesia Kerek Suku Bunga BI-Rate ke 5,25%

Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%

Pasca-Lebaran: Penjualan Mobil Melonjak 55%, Optimisme Ekonomi Kuartal II Menguat

Tekan Emisi Konstruksi, SIG Gandeng BRIN Kembangkan Beton Pintar hingga Beton Maritim

Setoran PPN Melonjak 40%, Menkeu Purbaya Patahkan Isu Daya Beli Hancur

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

Sepanjang 2024 Transaksi Kripto Indonesia Tembus Rp650 Triliun, Tumbuh 4 Kali Lipat

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance