Asia Tenggara, khususnya Indonesia, selama ini menjadi pasar yang menarik bagi banyak perusahaan Jepang. Hal ini terlihat dari nilai ekspor Jepang ke Indonesia yang terus meningkat. Berdasarkan Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia, ekspor Jepang ke Indonesia periode Januari hingga Mei 2012 tercatat sebesar US$9,7 miliar. Angka ini naik 37,38% dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar US$7,1 miliar.
Potensi ini mendorong PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) dan Hachijuni Bank, salah satu grup perbankan regional asal Jepang, meluncurkan aliansi strategis diantara kedua institusi.Penandatanganan kesepakatan aliansi strategis diantara kedua institusi telah ditandatangani pada 27 Maret 2012 lalu. Melalui kerjasama ini, nasabah Hachijuni Bank dapat memanfaatkan seluruh layanan jasa keuangan dari CIMB Niaga, yang didukung jaringan CIMB Group secara regional.
Keputusan Hachijuni Bank menggandeng CIMB Niaga, bukan tanpa alasan. Pertimbangan utamanya adalah CIMB Niaga tercatat sebagai bank lokal pertama di Indonesia yang telah memiliki Japanese Desk. Japanese Desk berfungsi untuk memberikan dukungan perbankan bagi para investor Jepang yang berminat berinvestasi di Indonesia.
BERITA TERKAIT
Saat ini, beberapa dari nasabah Hachijuni Bank telah memanfaatkan layanan perbankan dari CIMB Niaga. Antara lain Epson, dan beberapa supplier dari pabrikan Honda. Pengusaha-pengusaha Jepang ini memanfaatkan layanan jasa keuangan di Indonesia, yang belum dilayani oleh Hachijuni Bank.
Tampak dari kiri ke kanan: L Wulan Tumbelaka – Direktur Compliance, Corporate Affairs & Legal PT Bank CIMB Niaga Tbk; Yoshiyuki Yamaura – President The Hachijuni Bank Ltd; Arwin Rasyid – Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk; dan Haruhiko Takeuchi – International & Treasury Department General Manager The Hachijuni Bank Ltd,.

















