Stabilitas.id — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (IDX: BBNI) kian agresif memantapkan posisinya sebagai motor utama intermediasi global bagi korporasi dan pelaku usaha nasional. Emiten perbankan pelat merah ini berkomitmen memperluas penetrasi pasar internasional dengan mengandalkan integrasi ekosistem digital dan jaringan kantor cabang luar negeri.
Komitmen tersebut ditegaskan oleh Direktur Treasury & International Banking BNI Abu Santosa Sudradjat dalam sesi diskusi panel Business Talk bertajuk “The Bankers” pada rangkaian Jogja Financial Festival 2026 (JFF 2026) di Jogja Expo Center, Yogyakarta.
Abu mengungkapkan, lanskap industri perbankan modern telah bergeser secara fundamental. Fungsi bank tidak lagi sekadar menjadi lembaga penghimpun dan penyalur dana konvensional, melainkan wajib bertransformasi menjadi mitra strategis (strategic partner) yang mampu membukakan jalan bagi penetrasi produk lokal ke pasar internasional.
BERITA TERKAIT
“Sebagai bank dengan mandat global, BNI berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku usaha nasional dengan rantai pasok global (global supply chain). Kami tidak hanya menyediakan pembiayaan struktural, tetapi juga memfasilitasi transaksi internasional, trade finance, skema business matching, hingga pembukaan akses informasi pasar global,” ujar Abu dalam siaran pers resminya, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Akselerasi UMKM Go-Global
Salah satu pilar utama yang diusung BNI dalam mendorong inklusi ekonomi adalah program BNI Xpora. Ini merupakan one-stop solution hub yang didesain khusus untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu naik kelas dan menembus pasar ekspor.
Melalui jaringan kantor cabang luar negeri (KCLN) BNI yang tersebar di berbagai pusat finansial dunia—seperti Singapura, Hong Kong, Tokyo, London, hingga New York—BNI Xpora mempertemukan para produsen lokal dengan pembeli potensial (buyer) di luar negeri melalui program kemitraan yang terukur.
Selain membuka jalur pasar, program ini mengawal digitalisasi tata kelola operasional UMKM agar kualitas produk dan standardisasi keuangan mereka memenuhi kualifikasi perdagangan internasional.
Perkuat Fondasi Open Banking
Di sektor domestik, emiten bersandi saham BBNI ini terus mempertebal keunggulan kompetitifnya dengan membangun arsitektur open banking ecosystem. Langkah ini diwujudkan melalui penguatan solusi manajemen kas (cash management) terpadu serta peluncuran platform digital mutakhir:
-
wondr by BNI: Dioptimalkan untuk mengamankan ceruk pasar nasabah ritel dan konsumer lewat kemudahan transaksi harian, pengelolaan portofolio investasi, serta inklusi sistem pembayaran.
-
BNIdirect: Menjadi andalan lini bisnis korporasi, komersial, dan UMKM untuk mengeksekusi transaksi massal, pemantauan likuiditas real-time, hingga memfasilitasi aktivitas perdagangan internasional secara digital (e-trade).
Abu menegaskan, ke depan BNI akan terus menaikkan skala kolaborasi lintas sektor serta memperbanyak porsi pembiayaan pada sektor-sektor produktif yang berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG). Inovasi digital dan penguatan konektivitas global ini diharapkan menjadi katalisator utama untuk membawa perekonomian Indonesia tumbuh lebih inklusif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di kancah global.***

















