Jakarta – PT Electronic City Indonesia,Tbk, peritel modern barang-barang elektronik, menawarkan harga saham perdana di kisaran Rp.4.050 – Rp.5.400 per saham. Adapun total saham yang bakal dielepas sebanyak-banyaknya 333 juta saham, atau sekitar 25% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Perseroan juga akan melaksanakan program employee stock allocation (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang ditawar dan 1% untuk program MSOP. "Harga saham perdana ditawar pada kisaran Rp.4.050 – Rp.5.400 per saham. Kita optimis bahwa PER kompetitif dengan industri. Kalau rata indsutri 16-17 kali, kita tawar di kisaran 12-17 kali," papar Iman Hilmansah, Direktur PT Danareksa Sekuritas, dalam public expose rencana IPO Electronic City di Jakarta, Rabu (5/6).
Dia mengungkapkan, masa penawaran awal dimulai sejak 5 Juni hingga 14 Juni, sembari menanti ijin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan yang diharapkan diperoleh pada 21 Juni mendatang. "Kalau semua proses tersebut selesai maka akan dilanjutkan dengan masa penawaran umum pada 25 – 27 Juni, tanggal penjatahan pada 1 Juli, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada 3 Juli," ungkap Iman.
BERITA TERKAIT
Direktur Electronic City, Fery Wiraatmadja mengungkapkan, 10% dari dana hasil IPO akan digunakan untuk pembayaran utang Perseroan di Bank Victoria dan Bank CIMB Niaga. Dalam prospektus Perseroan yang dirilis Selasa (4/6), disebutkan pembayaran utang ke Bank Victoria senilai Rp 15 miliar dan ke CIMB Niaga senilai Rp 10 miliar.
Kemudian, dari sisa dana IPO yang sebesar 90%,"Sebesar 85% untuk capex (capital expenditure) yakni biaya pembangunan gerai baru (stand alone) dan beberapa akuisisi lahan. Sementara sisanya 15% bakal ditempatkan ke dalam pos modal kerja, termasuk didalamnya upgrade IT kita," papar Fery.
Adapun total capex yang dianggarkan Perseroan untuk tahun yang sebesar Rp800 miliar, naik signifikan dari posisi capex 2012 yang hanya sebesar Rp.80 miliar. "Itu karena kita banyak ekspansi ditahun ini. Kita rencanakan tahun ini bangun 30 toko. Sudah dibuka 13 toko.
Toko baru itu ada yag di dalam mall, ruko, dan stand alone seperti bintaro dan SCBD. Tahun lalu kita sudah punya 23 toko," pungkas Direktur Utama Electronic City, Ingrid Pribadi. Dengan penambahan sejumlah toko baru hingga akhir tahun nanti, Ingrid optimis pertumbuhan penjualan mencapai lebih dari 50%. Tahun lalu pendapatan penjualan Perseroan mencapai Rp.1,43 triliun. Laba Bersih Rp125 miliar, atau setara dengan margin pendapatan bersih sebesar 8,7% "Dengan growth penjualan 50% kita harapkan dapat meraih pertumbuhan income di level 9%-10%," harap Ingrid.
Berdasarkan dat Euromonitor, Electronic City memimpin pasar peritel moderen elektronik dengan pasar 41,5%. Hingga Mei 2013, toko Electronic City telah mencapai 36 toko.





.jpg)










