Stabilitas.id — KSP Sahabat Mitra Sejati (KSP SMS) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam penilaian Financial Integrity Rating on Money Laundering and Terrorism Financing (FIR on ML/TF) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), KSP SMS berhasil meraih Peringkat 1 untuk kategori Koperasi Simpan Pinjam.
Capaian ini diumumkan dalam acara Diseminasi Hasil Penilaian FIR on ML/TF Tahun 2025 yang digelar di Auditorium Yunus Husein, Gedung PPATK, Jakarta. FIR on ML/TF merupakan instrumen penilaian nasional yang mengukur integritas dan kepatuhan lembaga pelapor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) serta Tindak Pidana Pendanaan Terorisme (TPPT).
FIR FIR on ML/TF ini dibagi dalam beberapa kategori, di antaranya: Bank Asing, Bank nasional, BPD, BPR, PJK Non-Bank (Perusahaan Efek & Leasing, Perusahaan Fintech, Valuta Asing, Aset Cripto dan Koperasi Simpan Pinjam).
BERITA TERKAIT
Penilaian FIR tahun ini dilakukan oleh tim FIR PPATK bersama konsultan independen dan sejumlah akademisi dari berbagai universitas. Evaluasi mencakup tiga dimensi utama, yaitu komitmen pelaporan proaktif, implementasi kebijakan dan prosedur APU PPT, serta tingkat kepatuhan dan kualitas pelaporan yang disampaikan kepada PPATK.
Pada kesempatan tersebut, penghargaan Peringkat 1 FIR on ML/TF Tahun 2025 diterima oleh Sekretaris I KSP SMS, Bapak Rizal Agil, didampingi oleh pengelola dari Unit Kerja APU PPT, Rendy Rizqi Ramadhan. Penerimaan penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas upaya kolektif seluruh pengurus, manajemen, dan unit terkait dalam memperkuat integritas dan kepatuhan lembaga.
Dalam kesempatan itu, Bapak Rizal Agil menyampaikan apresiasinya atas penghargaan yang diberikan PPATK. Ia menegaskan komitmen KSP SMS untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pelaporan dan pengendalian risiko.
“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh tim KSP SMS, yang konsisten memastikan kepatuhan dan integritas proses pelaporan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sistem, meningkatkan akurasi pelaporan, serta mendukung upaya nasional dalam pencegahan TPPU dan TPPT,” ujar Rizal. ***





.jpg)










