• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Kamis, Januari 15, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Keuangan

Pertumbuhan Tertanggung dan Penguatan Tata Kelola Warnai Kinerja Industri Asuransi Jiwa Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
9 Desember 2025 - 10:22
45
Dilihat
Pertumbuhan Tertanggung dan Penguatan Tata Kelola Warnai Kinerja Industri Asuransi Jiwa Akhir 2025
0
Bagikan
45
Dilihat

Stabilitas.id — Industri asuransi jiwa menutup kuartal III/2025 dengan sinyal penguatan di hampir seluruh indikator perlindungan dan stabilitas keuangan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja 56 perusahaan anggota yang menunjukkan pertumbuhan tertanggung, stabilitas aset, serta perbaikan kualitas klaim, di tengah dinamika ekonomi dan regulasi yang terus bergulir.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Budi Tampubolon, menyampaikan bahwa peran asuransi jiwa dalam menjaga ketahanan finansial keluarga Indonesia semakin menguat. Hingga September 2025, total tertanggung mencapai 151,56 juta orang, tumbuh 12,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Pertumbuhan ini menjadi sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan jangka panjang,” ujar Budi di Jakata, Senin (8/12).  Pertumbuhan terjadi pada segmen perorangan yang naik menjadi 22,32 juta orang (16,9%) serta segmen kumpulan yang mencapai 129,25 juta orang (12,1%).

BERITA TERKAIT

Premi Asuransi Stagnan, OJK Pastikan Ketahanan Industri Terjaga

Asuransi Kesehatan Diperketat, OJK Atur Premi hingga Skema Cost Sharing

Penjaminan Polis LPS : Sabuk Pengaman Industri Asuransi yang Lama Tertekan

Sun Life Luncurkan SiSuper, Solusi Asuransi dengan Manfaat Tunai hingga 360%

Pendapatan Industri Stabil, Premi Terkoreksi Tipis

Di sisi pendapatan, industri membukukan Rp174,21 triliun selama Januari–September 2025 atau naik 3,2% secara tahunan. Namun, pendapatan premi tercatat terkoreksi tipis 1,1% menjadi Rp133,22 triliun.

Koreksi terutama terjadi pada premi tunggal. Meski begitu, premi reguler justru mempertahankan pertumbuhan positif. “Premi reguler naik 5% menjadi Rp83,04 triliun. Masyarakat lebih memilih pembayaran berkala yang stabil dan terjangkau,” jelas Budi.

AAJI menilai perubahan perilaku pembelian ini sejalan dengan fase pemulihan daya beli masyarakat dan peningkatan kehati-hatian dalam mengelola pengeluaran jangka panjang.

Klaim Turun 7,9%, Retensi Polis Menguat

Sepanjang Januari–September 2025, industri membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp110,44 triliun kepada 6,92 juta penerima manfaat. Nilai tersebut turun 7,9% dibanding periode tahun lalu.

Ketua Bidang Kanal Distribusi dan Inklusi Tenaga Pemasar AAJI, Albertus Wiroyo, menyampaikan bahwa turunnya nilai klaim sebagian besar didorong oleh penurunan klaim surrender sebesar 18,7% menjadi Rp47,26 triliun.

“Penurunan klaim surrender mencerminkan meningkatnya kualitas retensi polis. Pemegang polis kini lebih menahan kebutuhannya untuk mencairkan nilai tunai secara cepat,” ujar Wiroyo.

Pada lini kesehatan, industri membayarkan Rp19,35 triliun kepada 3,19 juta penerima manfaat, turun 7,5% secara tahunan. Nilai klaim rata-rata per orang juga menurun dari Rp7 juta menjadi Rp6,07 juta, menunjukkan perbaikan tata kelola layanan kesehatan.

Aset Industri Menguat, Portofolio Investasi Tetap Solid

Industri asuransi jiwa juga mencatat penguatan stabil dari sisi aset. Hingga September 2025, total aset mencapai Rp648,58 triliun, tumbuh 3,2% secara tahunan. Dari jumlah itu, Rp571,40 triliun atau 88,1% merupakan aset investasi.

Ketua Bidang Operational of Excellence AAJI, Yurivanno Gani, menyatakan bahwa tren investasi tetap menjadi fondasi utama keberlanjutan manfaat jangka panjang. “Diversifikasi portofolio menjadi kunci menghadapi dinamika pasar modal tahun ini,” ujarnya.

Hasil investasi tercatat tumbuh signifikan 25,5% menjadi Rp33,81 triliun, didorong oleh penguatan pasar modal domestik.

Adapun komposisi portofolio industri sepanjang 2025 adalah sebagai berikut:

  • SBN tumbuh 15,2% dengan kontribusi 41,5% (Rp236,88 triliun)
  • Saham terkoreksi 14% dengan kontribusi 21,8% (Rp124,57 triliun)
  • Reksadana turun 2,4% dengan kontribusi 12,4% (Rp70,60 triliun)
  • Sukuk korporasi naik 16% dengan kontribusi 9,4% (Rp53,92 triliun)
  • Deposito turun 4,1% dengan kontribusi 5,8% (Rp33,17 triliun)

Yurivanno menambahkan, “Dominasi produk tradisional membuat industri lebih memilih instrumen yang aman dan berjangka panjang agar manfaat kepada pemegang polis terjamin meski ekonomi berfluktuasi.”

Tata Kelola dan Perlindungan Konsumen

Meski sejumlah indikator keuangan menunjukkan stabilitas, AAJI menegaskan bahwa fondasi industri tetap bertumpu pada kepercayaan publik. Karena itu, memasuki 2026, asosiasi menetapkan tiga pilar transformasi utama untuk memperkuat industri ke depan.

Menurut Budi Tampubolon, industri harus selaras dengan perkembangan kebijakan serta kebutuhan konsumen yang semakin kompleks. “Upaya menjaga dan memperkuat kepercayaan masyarakat harus terus dilakukan melalui penguatan tata kelola yang sejalan dengan regulasi,” ujarnya.

AAJI menyoroti tiga pilar transformasi. Pertama : Penguatan tata kelola perusahaan, termasuk penerapan penuh PSAK 117 dan penyesuaian pengelolaan aset sesuai POJK 26/2025. Kedua : Penyempurnaan ekosistem asuransi kesehatan, khususnya pada regulasi manfaat agar pertumbuhan lebih sehat dan berkelanjutan. Ketiga : Pengembangan SDM berkualitas, selaras dengan Roadmap Perasuransian 2023–2027 dan POJK 34/2024.

Sebagai langkah strategis, AAJI kini tengah menyelesaikan pembentukan Centre of Excellence (CoE) di Grha AAJI, yang akan menjadi pusat pelatihan berbasis KKNI, SKKNI, dan standar internasional. CoE diharapkan mencetak tenaga pemasaran dan pemimpin industri yang lebih profesional dan berintegritas.

Dengan pertumbuhan signifikan jumlah tertanggung, stabilitas aset, peningkatan hasil investasi, serta penurunan klaim surrender yang menandakan perbaikan kualitas polis, industri asuransi jiwa memasuki 2026 dengan fondasi yang lebih solid.

AAJI menyebut arah industri ke depan akan bertumpu pada transformasi struktural yang menekankan tata kelola, kesinambungan manfaat kesehatan, dan peningkatan kualitas SDM. Sentimen positif ini diharapkan memperkuat kepercayaan publik dan menjaga peran strategis industri dalam ketahanan ekonomi keluarga Indonesia. ***

Tags: #Asuransi Jiwaaajiaset industri asuransiCentre of Excellence AAJIEkosistem Asuransi Kesehatanhasil investasi asuransiindustri asuransi Indonesiaindustri keuangan 2025Investasi Asuransi Jiwakinerja asuransi jiwa 2025klaim asuransi jiwaklaim kesehatanPendapatan PremiPOJK 26 2025premi asuransiPremi RegulerPSAK 117retensi polisSBN asuransitotal tertanggung asuransi jiwatransformasi industri asuransi
 
 
 
 
Sebelumnya

130 Tahun Melayani, BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Negeri Melalui 7.405 Kantor dan 1,2 Juta AgenBRILink

Selanjutnya

Financial Integrity Rating 2025: KSP Sahabat Mitra Sejati Raih Peringkat 1 Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

oleh Stella Gracia
14 Januari 2026 - 10:16

Stabilitas.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35 Tahun 2025 (POJK 35/2025) tentang Perubahan...

Respons Bencana, TASPEN Pastikan Hak JKM ASN di Aceh Tamiang Terpenuhi

Respons Bencana, TASPEN Pastikan Hak JKM ASN di Aceh Tamiang Terpenuhi

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 15:16

Stabilitas.id — PT TASPEN (Persero) menyalurkan Manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada keluarga almarhumah Dea Alfionika, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja...

Kuatkan Integritas Pegawai, TASPEN Dorong Target Zero Fraud 2026

Kuatkan Integritas Pegawai, TASPEN Dorong Target Zero Fraud 2026

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 15:14

Stabilitas.id — PT TASPEN (Persero) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas melalui penyelenggaraan kegiatan Integrity...

CFX Mencatat Transaksi Derivatif Kripto Tembus Rp11,24 Triliun

OJK Catat Akselerasi ITSK dan Aset Kripto, Sandbox hingga Transaksi Tembus Ratusan Triliun

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 15:04

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akselerasi signifikan pada pengembangan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK), Aset Keuangan Digital, dan...

Satgas PASTI Hentikan Kegiatan Usaha Omnicom Group (OMC) Palsu

OJK: Multifinance hingga Pindar Tumbuh, Risiko Tetap Terkendali

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 14:59

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa...

Premi Asuransi Stagnan, OJK Pastikan Ketahanan Industri Terjaga

oleh Stella Gracia
13 Januari 2026 - 14:56

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan kinerja sektor Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) secara umum tetap stabil dengan...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RUPSLB Bank Mandiri Tegaskan Dukungan Pemegang Saham dan Penguatan Strategi Menuju 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRI Umumkan Dividen Interim Rp137 per Saham Tahun Buku 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Terbitkan POJK 32/2025 tentang Penyelenggaraan Buy Now Pay Later

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Natal dan Akhir Tahun, BI Perpanjang Jam BI-RTGS hingga 23.55 WIB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Pembiayaan Emas Bank Muamalat Melonjak 33 Kali Lipat

BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam – Sumatera Barat

Penjualan Eceran Masih Tumbuh, BI Waspadai Tekanan Harga Ramadan

Insentif Perpajakan Dinilai Dukung Daya Beli dan Daya Saing Usaha

Kejar Indonesia Emas 2045, Menkeu Dorong Sinkronisasi Fiskal, Keuangan, dan Investasi

BRI Hadirkan One Stop Pension Solution DPLK BRI di BRImo

OJK Dorong Keterbukaan Informasi Pasar Modal lewat Akses AKSes KSEI

POJK 35/2025 Terbit, OJK Longgarkan Aturan Perusahaan Pembiayaan

OJK Terbitkan POJK 31/2025, Perkuat Tata Kelola SRO Pasar Keuangan

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
Financial Integrity Rating 2025: KSP Sahabat Mitra Sejati Raih Peringkat 1 Nasional

Financial Integrity Rating 2025: KSP Sahabat Mitra Sejati Raih Peringkat 1 Nasional

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance