• Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
Minggu, Oktober 18, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
 
Home Laporan Utama

Fiskal dan Shinta

by Sandy Romualdus
24 November 2016 - 00:00
12
VIEWS
0
SHARES
12
VIEWS

oleh Hardiwinoto, Dekan FE Universitas Muhammadiyah Semarang

 

  • Baca juga: Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

SEJENAK kita simak cerita tentang Shinta dalam kisah Ramayana. Rahwana, Raja Alengka, sesumbar jika memiliki anak perempuan maka akan dikawininya sendiri karena tidak rela anaknya diambil satria manapun. Pasalnya dia yakin tak ada yang bisa menandingi kesaktiannya. Ternyata anaknya lahir perempuan.

BERITA TERKAIT

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Maka langit geger. Para dewa mengatur siasat supaya Rahwana tidak jadi menikahi anaknya kelak. Akhirnya diputuskan, diambilah jabang bayi itu oleh para dewa, kemudian digantikan bayi laki-laki. Shinta menjadi dewasa yang menjadi idola setiap satria di Alengka maupun di Ayodya.

Singkat cerita Shinta diperistri Rama. Suatu ketika Rama pergi berburu ke hutan, Shinta ikut serta. Ketika Rama hendak memanah hewan buruan ke tengah hutan, Shinta dititipkan kepada adiknya, Lesmana. Akhirnya, seperti yang sering diceritakan Shinta diculik Rahwana ke Alengka. Ayodya berkabung. Rama kehilangan Shinta.

Fiskal, sebagaimana Shinta, adalah idola bagi semua tanpa kecuali, dari raja sampai rakyat. Fiskal menjadi rebutan. Dalam konteks ini, “Rahwana” adalah siapa saja yang merebut anggaran dengan cara batil. Terutama adalah yang berkuasa dan memiliki kewenangan. “Rama” adalah pemegang amanah yang sangat ceroboh karena tak mampu menempatkan penjaga yang kuat. Dan “Lesmana” adalah penjaga fskal yang sangat loyo.

Fiskal kini menjadi ladang korupsi dan yang mengorupsi adalah “Rahwana” masa kini. Rahwana bukan liyan, bukan di luar kita. Korupsi adalah niat awal, sejak ia sesumbar ingin menikahi sendiri anaknya jika perempuan. Jika sejak awal seseorang yang ingin menjadi raja (presiden, gubernur, bupati/walikota) sudah berniat akan menggarong fskal, sejatinya adalah Rahwana di era demokrasi ini. Korupsi sudah diniatkan sejak awal dengan mencalonkan diri menjadi raja. Masih hangat di telinga kita kisah mega proyek Hambalang. Berapa “Rahwana” yang mencuri “Shinta” dalam proyek itu.

Instrumen fskal sebagai alat kebijakan sudah terasa aus. Ibarat mobil sudah sering ngadat, ibarat pisau sudah tidak tajam, dan ibarat lampu sudah tidak terang. Karena itu perlu operasi total, atau kalau perlu semua komponen diganti, bahkan diganti dengan yang baru. Sejenak kita replay pengetahuan tentang fscal policy.

Gagasan otak atik anggaran atau kebijakan fskal diyakini akan mencapai kestabilan ekonomi. Sebelum tahun 1930-an, pengeluaran pemerintah dipahami sebagai instrumen pembiayaan program pemerintah. Belum dipahami untuk meningkatkan pendapatan nasional. Pajak dipandang sebagai sumber pembiayaan negara, tidak dipahami sebagai pengaruh kontraksi pendapatan nasional. Ketika penerimaan negara menurun, maka pengeluaran pemerintah pun harus menurun.

  • Baca juga: Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

Akibatnya penurunan pengeluaran negara membuat pendapatan nasional menurun juga. Berikutnya hal itu akan menurunkan penerimaan negara. Artinya bahwa meskipun penerimaan negara menurun, pengeluaran negara tidak boleh menurun, sehingga dapat mempertahankan pendapatan nasional.

Dari sini, pemerintah mulai melakukan kebijakan defsit anggaran atau menutup kekurangan anggaran melalui utang. Di samping utang, pemerintah secara pragmatis menutup defsit anggaran melalui intensifkasi dan ekstensifkasi pajak. Pemerintah berkreasi mencari sumber baru penerimaan pajak. Di sana terdapat paradoks yang tak kunjung usai.

Utang dan pajak adalah instrumen penutup defsit. Tapi kita lihat banyak negara bangkrut karena jebakan utang dan lilitan pajak yang harus dibayar rakyatnya. Secara teoritis utang dan pajak akan menyusutkan pendapatan nasional. Utang menyebabkan melemahnya kedaulatan ekonomi dalam negeri dan pajak akan mengurangi gairah investasi.

Kebijakan fskal dihadirkan untuk memecahkan masalah perekonomian nasional. Kebijakaan fskal tidak dapat disamakan dengan individu. Individu akan mengurangi pengeluaran ketika penerimaan menurun, namun pemerintah tidak demikian. Apabila pemerintah mengurangi pengeluaran, ekonomi akan terkontraksi. Pengeluaran pemerintah yang menurun akan berakibat pendapatan masyarakat menurun berarti akan menurunkan penerimaan pemerintah. Artinya fskal harus selalu terjaga.

Peluang Baru Fiskal

Kini ada peluang untuk menjaga fskal. Pertama, adalah program tax amnesty. Mampukah pemerintah memanfaatkan momentum tax amnesty untuk mendongkrak fskal kita. Sebuah prestasi yang luar biasa jika tax amnesty benar-benar menjadi intrumen fskal yang ampuh untuk membiayai infrastruktur.

Kedua, sumber fskal yang kita peroleh dari pemberantasan korupsi. Dan yang ketiga yaitu dana zakat yang belum dioptimalkan. Selain zakat adalah ghanimah, yaitu jenis barang bergerak yang bisa dipindahkan yang diperoleh dalam hasil peperangan, dalam konteks ini adalah harta rampasan dari koruptor dan para pelanggar hukum.

  • Baca juga: Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

Jika dioptimalkan akan menjadi salah satu dari instrumen penerimaan Negara dalam kebijakan fskal. Dan yang keempat adalah berasal dari harta karun. Berupa apakah harta karun tersebut? Yaitu hasil pertambangan jika dikelola oleh Negara untuk kepentingan masyarakat. Tentu melalui kebijakan fskal kita. Jika diolah sendiri tentu pendapatan lebih besar dibandingkan oleh asing. Maka hatihati dengan “Rahwana”-nya yaitu bisa oleh pihak asing yang difasilitasi oleh “Rahwana” dalam negeri.  

***

 
 
 
 
 
Previous Post

Fiskal dan Moneter Saling Menyandera

Next Post

Tren Kendaraan Komersial Menurun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

Bank BSN Perkuat Ekosistem UMKM Halal, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan yang Inklusif

by Sandy Romualdus
21 Juli 2026 - 07:47

Bank BSN mendorong penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan kewirausahaan, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan Stabilitas.id - Direktur Network...

Berantas Judi Online, OJK Perintahkan Bank Blokir 33.000 Rekening Penampung

Suku Bunga Tinggi dan Rupiah Loyo, OJK Evaluasi Revisi Rencana Bisnis 105 Bank

by Sandy Romualdus
10 Juli 2026 - 12:52

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengevaluasi revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2026 yang diajukan oleh sekitar 105 bank akibat penyesuaian...

Respons Aturan KUR 5% Presiden Prabowo, OJK Minta Himbara Pertebal Pencadangan

by Sandy Romualdus
21 Mei 2026 - 14:50

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang meminta perbankan pelat merah (Himbara) untuk...

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

Virsem LPPI #107: Bukan Sekadar Religi, Hijrah Finansial Jadi Tren Baru Ekonomi Berkelanjutan

by Sandy Romualdus
13 April 2026 - 14:54

Stabilitas.id — Industri perbankan syariah nasional terus menunjukkan tren pertumbuhan positif meski masih menghadapi tantangan penetrasi pasar yang belum optimal....

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

Menaker Terbitkan SE WFH 1 Hari Sepekan, Dorong Ketahanan Energi Nasional

by Stella Gracia
1 April 2026 - 21:53

Stabilitas.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli resmi mengimbau perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Badan Usaha Milik Daerah...

Bank Neo Commerce

OJK Cabut Izin Mitra Pemasaran Efek Bank Neo Commerce (BBYB), Ini Alasannya

by Sandy Romualdus
27 Maret 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif berupa pembatalan surat tanda terdaftar kepada PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB)....

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    Transaksi Repo Tembus Rp17,5 Triliun per Hari, BI Luncurkan Tri-Party Agent Repo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK dan Bappebti Perkuat Sinergi dalam Pengawasan Derivatif Keuangan Berbasis Efek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • LinkUMKM Tembus 14 Juta User, BRI Dorong Kerajinan Ramah Lingkungan Go International

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menyiapkan Talenta Hijau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keras Dan Menghantam

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nakhoda Baru Askrindo: Mahelan Prabantarikso Gantikan M. Fankar Umran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pacu Belanja Turis Asing ke Daerah, Garuda Indonesia Luncurkan Skema Multi-Destinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

Tak Serta-merta Otomatis, LPS Siapkan Syarat Kesehatan bagi Peserta Penjaminan Polis

BNI Sabet Peringkat 4 BUMN Layanan Terbaik di Danantara Indonesia CX100 Award 2026

Laba Tembus Rp1 Triliun: Bank BPD Bali Pacu Kredit UMKM Rp14,43 Triliun hingga Kuartal III/2026

Minta Pasar Tak Panik Sikapi Wacana MSCI, Peluang Bursa RI Turun Kelas Sangat Mustahil

Bongkar Manipulasi Saham dan Penjatahan Semu: OJK Denda DSSA, BREN, dan CUAN Total Rp2,1 Triliun

Filosofi Bahtera di Atas Laut, Pemprov DKI Resmikan Masjid Apung An-Nur di Pantai Ancol

Ancaman Eksodus Dana Asing: Simak Pemicu Usulan Reklasifikasi Standalone Market oleh MSCI

Tekanan Ganda Pasar Finansial: BI Gelontorkan Intervensi Hadapi Sentimen Risk-Off dan Isu MSCI

Tersengat Wacana MSCI dan Inflasi AS: IHSG Kena Trading Halt di Awal Sesi I

STABILITAS CHANNEL

 
 
Next Post

FWD Luncurkan Asuransi Jiwa Syariah Berbasis Digital

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Finance
  • Asuransi
  • Danantara
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Interview
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Leadership
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance