Fitch Ratings menurunkan peringkat PT Pos Indonesia ke level ‘C(idn)’ yang mengindikasikan risiko gagal bayar, menyusul penolakan restrukturisasi oleh pemegang sukuk.
Stabilitas.id – Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia memangkas Peringkat Nasional Jangka Panjang PT Pos Indonesia (Persero) menjadi ‘C(idn)’. Penurunan peringkat secara drastis ini menandakan perseroan telah terperosok ke dalam kondisi gagal bayar atau proses yang menyerupai gagal bayar (default).
Fitch turut memangkas Peringkat Nasional Jangka Pendek perseroan dengan afirmasi pada level yang sama, yakni ‘C(idn)’. Penyesuaian risiko kredit ini memukul telak Program Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia yang memiliki plafon maksimum Rp1,5 triliun. Pemangkasan peringkat secara spesifik menyasar Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I dan II, serta instrumen Obligasi I Pos Indonesia Tahun 2022.
Manajemen Fitch melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (16/9/2026), menegaskan bahwa level ‘C’ merepresentasikan kapasitas pembayaran entitas telah menjadi lemah secara permanen. Fitch juga mengingatkan publik bahwa tidak ada jaminan surat utang pada program berkelanjutan tahap berikutnya akan terus mendapat peringkat serupa dari lembaga penilai.
BERITA TERKAIT
Restrukturisasi Buntu, Danantara Turun Tangan
Terperosoknya peringkat utang ini sejalan dengan penolakan investor terhadap skema penyelamatan keuangan perseroan. Pemegang Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 senilai Rp500 miliar secara resmi menyatakan tidak menyetujui rencana restrukturisasi manajemen. Keputusan mengikat tersebut lahir dari Rapat Umum Pemegang Sukuk Ijarah (RUPSI) pada Jumat (4/9/2026), yang berujung pada penolakan agenda kedua dan ketiga.
Menyikapi karut-marut finansial ini, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) langsung mengambil langkah intervensi. BPI Danantara menempatkan PT Pos Indonesia sebagai salah satu BUMN prioritas yang wajib segera dibenahi, khususnya pada klaster logistik. Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, menargetkan proses transformasi struktural di tubuh Pos Indonesia dapat rampung pada akhir tahun ini guna mencegah pembengkakan risiko keuangannya. ***
















