• Redaksi
  • Iklan
  • Majalah Digital
  • Kontak Kami
Minggu, Februari 22, 2026
  • Login
Stabilitas
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata
No Result
View All Result
Stabilitas
No Result
View All Result
Home Bursa

Geliat Reksa Dana di Tahun Naga

oleh Sandy Romualdus
16 Januari 2012 - 00:00
5
Dilihat
Geliat Reksa Dana di Tahun Naga
0
Bagikan
5
Dilihat

Di tengah ancaman krisis global dan tren turunnya suku bunga di dalam negeri, instrumen reksa dana dinilai sebagai salah satu pilihan tepat bagi investor. Mengapa?

Oleh : Lila Intana

 

BERITA TERKAIT

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Bagi para pemilik dana, akhir tahun selalu menjadi momentum untuk menghitung kembali investasi yang sudah dilakukan. Momen tersebut sekaligus juga digunakan untuk merencanakan investasi di tahun yang baru. Lalu dimanakah keranjang investasi yang paling potensial memberikan keuntungan di Tahun Naga Air ini atau minimal agar “telur” investasi bisa menetas dengan aman tahun ini?

Tahun ini, investor tampaknya akan berhitung lebih hati-hati sebelum menempatkan dananya di saat kisruh sektor keuangan di dua kutub perekonomian, Eropa dan Amerika Serikat, belum mereda. Di samping tentunya faktor-faktor makroekonomi dalam negeri, seperti inflasi, tingkat bunga serta pertumbuhan ekonomi.

Bagi para risk taker, makin besar potensi keuntungan makin baik meskipun searah dengan besarnya risiko. Meski dana yang dimiliki terbatas, pilihan menaruh uang di bank menjadi opsi ke sekian karena suku bunga deposito yang rendah. Sebaliknya kondisi pasar modal yang belum stabil bisa jadi malah membuat investor lebih tertarik karena potensi keuntungan yang besar.

Namun berinvestasi di saham memerlukan keahlian khusus dan modal yang tidak sedikit. Tapi jangan takut, investor yang modalnya terbatas dan belum berpengalaman bisa memilih berinvestasi di reksa dana saham (RDS). Investasi ini menempatkan hampir 80 persen dana pada instrumen saham.

Memang secara total, tahun lalu instrumen RDS kalah kinclong dari tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang Januari- November kemarin, rata-rata return RDS, baik konvensional maupun syariah minus 4,35 persen. Meskipun demikian jika ditilik lebih dalam lagi, angka total itu tidak sepenuhnya menggambarkan RDS yang lesu karena terdapat 15 RDS yang sukses membukukan return di atas pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 2011.

Di antara yang untung itu adalah RDS Makinta Mantap milik PT Makinta Securities yang mampu membukukan pertumbuhan return sebesar 16,04 persen. Pertumbuhan return tertinggi kedua dibukukan RDS Panin Dana Maksima milik PT Panin Asset Management sebesar 6,92 persen. RDS Millenium Equity milik PT Millenium Danatama Indonesia mencatatkan return 6,47 persen, menduduki peringkat ketiga terbesar.

Setidaknya begitulah berdasarkan data PT Infovesta Utama, perusahaan penyedia jasa informasi dan riset independen untuk reksa dana dan obligasi. Menurut sumber yang sama pada 2010, return RDS mampu mencapai 30,63 persen, yang terutama ditunjang oleh kenaikan IHSG yang mencapai 46,13 persen. Imbal hasil tertinggi sempat terjadi pada 2009 tatkala return RDS mencapai 80 persen. Bahkan, beberapa RDS sekuritas mencetak return di atas 150 persen setahun!

Bagaimana peluang RDS di 2012? Infovesta Utama memproyeksikan pertumbuhan return-nya akan mampu menyentuh level 18-20 persen meski krisis Eropa masih menghantui. Proyeksi itu sejalan dengan prediksi IHSG yang akan terapresiasi hingga ke level 4.600-4.700.

“Rata-rata return RDS itu dengan asumsi indeks 4.600. Memang saat ini semua juga berdasar asumsi. Cuma memang mesti hati-hati ngomong, kami melihat dari berbagai sisi,” kata analis riset Infovesta Utama, Edbert Suryajaya.

Bahkan dengan laporan dari lembaga pemeringkat Fitch yang menaikkan peringkat Indonesia ke level investment grade, membuat peluang naiknya indeks saham makin terbuka.

Fitch Ratings menaikkan peringkat utang menjadi BBB- dari BB+ dengan outlook atas kedua peringkat tersebut Stabil. Country Ceiling juga dinaikkan menjadi ‘BBB”, dan Short-Term Foreign-Currency dinaikkan menjadi F3 yang membuat Indonesia sejajar dengan beberapa negara maju.

Dengan kondisi itu pula maka banyak pelaku yang optimistis kinerja RDS juga akan meningkat seiring dengan kenaikan indeks saham, meski kondisi Eropa tetap menjadi perhatian. “Dari sisi valuasi mestinya lebih murah dari awal tahun. Kalau dibandingkan dengan deposito itu earning yield-nya 8 persen, obligasi 6 persen, RDS ke depan kami rasa cukup baik,” kata Direktur Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia Putut Andanawarih.

Jangka Panjang

Tetapi bukan berarti tidak ada peluang instrumen investasi itu tidak memberikan hasil seperti yang diharapkan terutama dalam waktu singkat. Meski begitu Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abipriyadi Riyanto tetap merekomendasikan investor untuk tetap berinvestasi di reksa dana karena dalam jangka panjang tetap menguntungkan.

“Untuk berinvestasi di reksa dana itu tidak cukup hanya setahun. Tapi setidaknya butuh waktu lima tahun hingga 10 tahun,” kata dia.

Dia mengibaratkan berinvestasi dalam reksa dana tersebut harus dibangun sedikit demi sedikit seperti menyusun bata. “Jadi investor jangka panjang sebaiknya investasi terus per bulannya. Nah, nanti lihat hasilnya di 2017 ke atas seperti apa,” paparnya.

Abi menambahkan, krisis di Eropa memang akan berpengaruh, namun dalam kurun waktu jangka pendek, bukan pada kurun waktu jangka panjang.

Sekedar informasi, dana kelolaan reksa dana per akhir Oktober tahun lalu mencapai Rp27,91 triliun. Total dana kelolaan tersebut berasal dari reksa dana sebesar Rp10,5 triliun, lalu Rp2,5 triliun dari bisnis penasihat keuangan dan sisanya berasal dari kontrak pengelolaan dana (KPD). SP

 

 
 
 
 
Sebelumnya

Wajah Ganda Investment Grade

Selanjutnya

Sensasi Mobil Konsep di Tahun Naga

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BACA JUGA

Related Posts

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 19:31

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengambil langkah tegas terhadap praktik manipulasi pasar yang melibatkan pegiat media sosial. Otoritas resmi...

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

oleh Sandy Romualdus
20 Februari 2026 - 15:53

Stabilitas.id – Arus modal asing (capital inflow) yang diproyeksikan masuk ke pasar modal Indonesia berpotensi menembus angka US$70 miliar atau...

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

IHSG Parkir di 7.935, OJK Bentuk Satgas Khusus Reformasi Integritas Pasar

oleh Stella Gracia
10 Februari 2026 - 09:12

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) bergerak cepat melakukan reformasi struktural pasar modal Indonesia. Langkah ini...

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

Profitabilitas TUGU Tetap Solid hingga Akhir 2025

oleh Sandy Romualdus
6 Februari 2026 - 21:55

Stabilitas.id — Analis pasar modal menilai kinerja PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) tetap solid hingga akhir 2025, ditopang...

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

Asosiasi Emiten Dukung Reformasi Integritas Pasar Modal OJK

oleh Stella Gracia
4 Februari 2026 - 14:45

Stabilitas.id — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperoleh dukungan dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dalam pelaksanaan agenda reformasi penguatan integritas pasar...

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

Danantara Nilai Integritas Pasar Modal Jadi Kunci Tarik Investasi Asing

oleh Stella Gracia
2 Februari 2026 - 11:17

Stabilitas.id — Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara Rosan Roeslani menegaskan integritas dan transparansi pasar modal menjadi faktor krusial dalam menarik...

E-MAGAZINE

TERPOPULER

  • Puncak BIK 2025: Ribuan Warga Banyumas Dapat Akses Keuangan Baru dari LJK

    OJK Tunjuk Friderica sebagai ADK Pengganti Ketua dan Wakil Ketua OJK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Scam di Indonesia Tertinggi di Dunia, Capai 274 Ribu Laporan dalam Setahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OJK Akhiri Riwayat BPR Bank Cirebon, Ini Kronologi Lengkapnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1 Sak Mortar Plester Berapa m²? Simak Cara Hitung dan Keunggulan Semen Merah Putih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekam Jejak Panji Irawan, Dirut Bank Mandiri Taspen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diteror Debt Collector, Nasabah Seret Aplikasi Pinjol AdaKami ke Pengadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Korupsi Pertamina, Riza Chalid Masuk Daftar Buronan Internasional

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
 

Terbaru

HPSN 2026: BNI Perkuat Aksi Lingkungan, 423 Kg Sampah Berhasil Diangkut dari Pantai Mertasari

BNI Rayakan Imlek 2577 Kongzili Bersama Nasabah, Perkuat Komitmen Tumbuh Berkelanjutan

OJK Sikat Influencer Saham BVN, Denda Rp5,35 Miliar Akibat Manipulasi Pasar

Bareskrim Bidik TPPU Emas Ilegal Rp992 Triliun, Toko Emas di Jatim Digeledah

Mari Elka Pangestu: Reformasi Bursa Jadi Kunci RI Raih Dana Asing Rp1.118 Triliun

Neraca Pembayaran 2025 Defisit US$7,8 Miliar, Tertekan Outflow Investasi Portofolio

Siap-siap! THR TNI/Polri dan ASN Mulai Disalurkan Minggu Pertama Ramadan

Purbaya Tolak Usulan IMF Naikkan PPh 21, Fokus Jaga Daya Beli Masyarakat

Strategi Pembiayaan APBN: Serapan Lelang SUN Tembus Rp40 Triliun di Tengah Penurunan Bids

STABILITAS CHANNEL

Selanjutnya
BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

BI: Efisiensi Melalui Interkoneksi ATM

  • Advertorial
  • Berita Foto
  • BUMN
  • Bursa
  • Ekonomi
  • Eksmud
  • Figur
  • Info Otoritas
  • Internasional
  • Interview
  • Keuangan
  • Kolom
  • Laporan Utama
  • Liputan Khusus
  • Manajemen Resiko
  • Perbankan
  • Portofolio
  • Resensi Buku
  • Riset
  • Sektor Riil
  • Seremonial
  • Syariah
  • Teknologi
  • Travel & Resto
  • UKM
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pesan Majalah
  • Kontak Kami
logo-footer

Copyright © 2021 – Stabilitas

Find and Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Laporan Utama
  • Ekonomi
  • Perbankan
  • Keuangan
  • BUMN
  • Syariah
  • UKM
  • Internasional
  • Liputan Khusus
  • Lainnya
    • Advetorial
    • SNAPSHOT
    • Eksmud
    • Figur
    • Info Otoritas
    • Interview
    • Kolom
    • Manajemen Risiko
    • Resensi Buku
    • Riset
    • Sektor Riil
    • Teknologi
    • Pariwisata

Copyright © 2021 Stabilitas - Governance, Risk Management & Compliance